Gelontorkan dana Rp 10,10 Triliun, BMW Bangun Pabrik Mobil Listrik di China

Jumat, 29 November 2019 | 14:38 WIB
Gelontorkan dana Rp 10,10 Triliun, BMW Bangun Pabrik Mobil Listrik di China
[ILUSTRASI. Pengunjung mengamati mobil listrik BMW i3s di Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Serpong, Banten, Kamis (25/7). BMW mengumumkan rencana pembangunan pabrik mobil listrik dengan investasi Rp 10,10 triliun di China. KON]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - MUNICH. Pabrikan mobil Jerman BMW segera membangun pabrik di China berkapasitas produksi 160.000 mobil per tahun.

Ekspansi BMW digelar dengan menggandeng Great Wall Motor, produsen mobil China.

Investasi yang disiapkan mencapai 650 juta euro, setara sekitar Rp 10,10 triliun (1 euro = Rp 15.541).

Targetnya, fasilitas produksi yang akan dioperasikan Spotlight Automotive, perusahaan patungan BMW dan Great Wall Motor, tersebut selesai dibangun pada 2022.

Awal bulan ini Great Wall Motor sudah mengantongi izin pembangunan pabrik tersebut dari otoritas setempat.

Baca Juga: Ditjen Pajak sebut insentif untuk kendaraan listrik sudah atraktif

Pabrik yang berlokasi di Zhangjiagang dekat Shanghai, China itu akan memproduksi mobil listrik Mini dan varian yang dimiliki oleh Great Wall Motor.

Di China, Great Wall Motor terkenal sebagai produsen mobil sport utility vehicle (SUV) dan truk pick-up. 

Perusahaan itu juga memiliki varian mobil listrik dengan merek Ora, yang diproduksi di Baoding, China.

BMW mengikuti jejak pabrikan mobil global lain yang masif menggelar ekspansi di negeri tirai bambu.

Sebelumnya, Volkswagen juga telah mengumumkan akan membangun dua pabrik mobil listrik tahun depan. 

Total kapasitas produksi kedua pabrik tersebut mencapai 600.000 mobil listrik per tahun.

Baca Juga: Hyundai Motor Company akan benamkan investasi senilai US$ 1,54 miliar di Indonesia

Tesla juga mengincar produksi lebih dari 500.000 mobil listrik per tahun di China dengan membangun pabrik baru di Shanghai.

Pabrikan mobil yang menjajakan produknya di China memang dituntut untuk menyesuaikan dengan regulasi pemerintah negara itu. 

Pemerintah China mewajibkan pada 2025 seperlima dari penjualan mobil di negara itu harus berupa kendaraan hibrida dan kendaraan listrik.
 
Kebijakan tersebut diambil demi menekan polusi akibat gas buang kendaraan.

Bagikan

Berita Terbaru

Bonus atau Beban?
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bonus atau Beban?

Bila pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja yang memadai, tenaga kerja produktif tidak bisa jadi bonus demografi.

Perpres Transportasi Online Menunggu Aksi Merger GOTO dan Grab
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:00 WIB

Perpres Transportasi Online Menunggu Aksi Merger GOTO dan Grab

Indikasi Peraturan Presiden soal transportasi online lebih condong menguntungkan para pengemudi online.

Rasio Pajak dan Cermin Keberanian Kekuasaan
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:32 WIB

Rasio Pajak dan Cermin Keberanian Kekuasaan

Negara yang besar bukan negara yang pandai membuat target, melainkan negara yang berani menagih tanggung jawab dari yang paling mampu.

Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:10 WIB

Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI

DSI berhasil menghimpun dana masyarakat Rp 7,48 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 6,2 triliun sempat dibayarkan sebagai imbal hasil.

Ramadan Menekan Bisnis Gadai Emas
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:00 WIB

Ramadan Menekan Bisnis Gadai Emas

Tekanan musiman masih membayangi gadai emas.                                                           

Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih Selektif
| Jumat, 16 Januari 2026 | 11:00 WIB

Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih Selektif

Saham afiliasi Prajogo Pangestu melemah di awal Januari 2026, Analisis menyebut kondisi ini dalam fase konsolidasi.

United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback Saham
| Jumat, 16 Januari 2026 | 09:13 WIB

United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback Saham

PT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan pelaksanaan pembelian kembali saham alias buyback sejak 14 Januari 2026.

Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:56 WIB

Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)

Setelah merampungkan proses akuisisi saham, PT Bintang Cahaya Investment resmi jadi pengendali baru PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS). 

Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga Komoditas
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:51 WIB

Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga Komoditas

Dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengakumulasi penguatan 1,55%.​ Faktor domestik dan global, jadi sentimen pendorong IHSG.

Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTO
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:43 WIB

Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTO

Wacana penurunan komisi tersebut berpotensi menekan kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

INDEKS BERITA

Terpopuler