Genjot Kinerja, MKNT Jual Cucu Usaha

Kamis, 04 April 2019 | 07:40 WIB
Genjot Kinerja, MKNT Jual Cucu Usaha
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan bersih PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) tahun lalu menyusut 24,96% year on year (yoy) menjadi Rp 4,75 triliun. Tak hanya itu, bottom line mereka pun berubah menjadi rugi sebesar Rp 7,24 miliar.

Biang keladi penurunan kinerja Mitra Komunikasi adalah PT Kasih Anugerah Kreasi yang mencatatkan performa jeblok. Menurut catatan internal mereka, perusahaan itu berkontribusi hingga Rp 1,5 triliun pada tahun 2017.

Namun tahun lalu, kontribusi Kasih Anugerah Kreasi hanya sekitar 10% dari pencapaian 2017. "Makanya segera kami ambil tindakan dengan melakukan divestasi," ujar Jefri Junaedi, Direktur PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (2/4).

Menurut informasi dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada tanggal 27 dan 28 Desember 2018, Mitra Komunikasi melepas 99,99% saham Kasih Anugerah Kreasi yang dimiliki melalui anak usaha bernama PT Mitra Sarana Berkat. PT Mitra Abadi Seluler membeli Kasih Anugerah Kreasi dengan harga sekitar Rp 27,49 miliar.

Pasca mengamputasi Kasih Anugerah Kreasi, Mitra Komunikasi optimistis bakal lebih gesit. Sejumlah strategi telah mereka persiapkan. Misalnya saja meningkatkan porsi penjualan segmen ritel dari saat ini 60% menjadi 80%. Perlu diketahui, margin dari segmen itu lebih besar ketimbang segmen wholesale.

Mitra Komunikasi juga berniat meningkatkan jumlah reseller dari 60.000 menjadi 150.000. Agenda lain perusahaan tersebut adalah menambah empat kluster. Kini, mereka memiliki 16 kluster di tiga area.

Mitra Komunikasi juga menyiapkan pengembangan sistem digital dengan target realisasi kuartal IV 2019. Hanya saja, mereka belum bersedia mengungkapkan anggaran belanja modal dan belanja operasional 2019.

Yang pasti, bisnis pulsa tetap menjadi fokus utama. Perusahaan tersebut yakin, tahun ini bakal menikmati efek positif aturan registrasi ulang nomor prabayar. "Dengan aturan registrasi kami diuntungkan karena bisnis kami di pulsa, kalau sebelumnya sekali pakai buang jadi semu pelanggannya," beber Redi Sopyan, Direktur PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Minyak Dunia Melonjak 60%, Ancaman Resesi Global Mengintai
| Jumat, 03 April 2026 | 01:30 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak 60%, Ancaman Resesi Global Mengintai

PM Singapura Lawrence Wong peringatkan dunia hadapi krisis energi dan risiko stagflasi. Dampak konflik Timur Tengah bisa berlangsung lama.

Harga Penawaran IPO WBSA Rp 168 Per Saham, Duitnya Buat Akuisisi Perusahaan Afiliasi
| Kamis, 02 April 2026 | 13:33 WIB

Harga Penawaran IPO WBSA Rp 168 Per Saham, Duitnya Buat Akuisisi Perusahaan Afiliasi

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) merupakan perusahaan logistik terintegrasi yang baru didirikan pada 2021.

Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG
| Kamis, 02 April 2026 | 09:30 WIB

Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG

Di tengah himpitan pasar surat utang, opsi pendanaan dari kredit perbankan menjadi sekoci penyelamat.

Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan
| Kamis, 02 April 2026 | 09:00 WIB

Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan

Para analis juga memperkirakan bahwa harga jual average selling product (ASP) akan mampu menutupi kenaikan biaya produksi ITMG secara sempurna.

Penjualan Tahun 2025 Naik, Laba Sawit Sumbermas (SSMS) Melejit Dua Digit
| Kamis, 02 April 2026 | 08:37 WIB

Penjualan Tahun 2025 Naik, Laba Sawit Sumbermas (SSMS) Melejit Dua Digit

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sukses mengantongi laba bersih Rp 1,16 triliun atau meningkat 41,6% yoy dari Rp 819,53 miliar di 2024.​

Prospek Emiten Sawit 2026 Stabil tapi Volatil: Harga CPO, El Nino & B50 Jadi Katalis
| Kamis, 02 April 2026 | 08:30 WIB

Prospek Emiten Sawit 2026 Stabil tapi Volatil: Harga CPO, El Nino & B50 Jadi Katalis

Produksi global diprediksi kembali mengucur deras seiring dengan pemulihan output panen di Indonesia dan Malaysia.

Merogoh Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Gelar Buyback Saham
| Kamis, 02 April 2026 | 08:23 WIB

Merogoh Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Gelar Buyback Saham

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor PT United Tractors Tbk (UNTR).

Prapenjualan Masih Kuat, Laba Summarecon Agung (SMRA) Pada 2026 Bisa Melesat
| Kamis, 02 April 2026 | 08:14 WIB

Prapenjualan Masih Kuat, Laba Summarecon Agung (SMRA) Pada 2026 Bisa Melesat

Peluang pemulihan kinerja SMRA pada 2026 masih terbuka. Katalis pendukungnya, antara lain, realisasi marketing sales yang stabil di tahun lalu. ​

Laba Grup Merdeka Masih Belum Perkasa Pada 2025
| Kamis, 02 April 2026 | 08:07 WIB

Laba Grup Merdeka Masih Belum Perkasa Pada 2025

Pada 2026 prospek Grup Merdeka lebih cerah. Katalis datang dari potensi operasional Tambang Emas Pani PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).​

WFH 1 Hari Bagi ASN Resmi Berlaku, Begini Kesiapan Operator Hadapi Lonjakan Trafik
| Kamis, 02 April 2026 | 08:00 WIB

WFH 1 Hari Bagi ASN Resmi Berlaku, Begini Kesiapan Operator Hadapi Lonjakan Trafik

Operator telekomunikasi sudah berpengalaman menghadapi lonjakan trafik di kawasan permukiman di masa pandemi Covid-19.

INDEKS BERITA

Terpopuler