Grup Hyundai akan Catat Provisi US$ 2 Miliar, Salah Satunya Terkait Penarikan Mesin
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pendapatan kuartal ketiga Hyundai Motor dan afiliasi Kia Corp akan mencerminkan provisi dengan total gabungan 2,9 triliun won alias US$ 2 miliar. Biaya provisi yang dimaksud itu termasuk ketentuan yang berkaitan dengan mesin Theta GDI.
Dalam pengajuan peraturan, Hyundai Motor mengatakan provisi sebesar 1,36 triliun won akan tercermin dalam pendapatannya. Sementara Kia menandai provisi sebesar 1,54 triliun won.
Para pembuat mobil mengatakan bahwa provisi tersebut diperlukan karena perubahan baru-baru ini. Misalnya saja terkait dengan siklus hidup yang lebih lama untuk kendaraan bekas dan tingkat skrap (scrap rates) yang lebih rendah karena kekurangan chip.
Kepala Divisi Kualitas Hyundai Motor Group Cha Seong-ju mengatakan kepada para analis bahwa grup otomotif juga telah memperhitungkan pelemahan won Korea baru-baru ini terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Depresiasi mata uang itu yang menyebabkan biaya tambahan.
Baca Juga: PHK Lagi di Perusahaan Teknologi, Microsoft Berhentikan Kurang dari 1.000 Karyawan
Hyundai Motor meminta maaf dengan tulus atas masalah kualitas yang berulang dan biaya tambahan terkait penarikan mesin Theta II GDI. "Kami akan melakukan upaya terbaik kami untuk mengamankan kualitas mesin dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan mengelola biaya terkait kualitas untuk mencegah terulangnya masalah kualitas," kata Cha kepada para investor dan analis.
Total biaya provisi kuartal ketiga tahun ini lebih kecil ketimbang dua tahun lalu. Pada 2020, Hyundai dan Kia bersama-sama menghasilkan 3,6 triliun won dalam provisi terkait masalah mesin.
Hyundai Motor dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan Juli-September pada Hari Senin depan. Sementara Kia belum mengumumkan kapan akan melaporkan kinerja kuartal ketiga.
