Gudang Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Desa
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam beberapa bulan terakhir, pembangunan kantor dan gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berlangsung masif di berbagai daerah. Di sejumlah desa, proyek ini disambut sebagai harapan baru penguatan ekonomi rakyat, terutama di sektor pertanian dan wilayah perdesaan. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan model bisnis apa yang hendak dikembangkan.
Beberapa polemik muncul belakangan ini. Pertama, alokasi dana yang besar, mencapai Rp 3 miliar per unit untuk pembangunan fisik, kelengkapan operasional dan biaya operasional. Kedua, rencana impor 105.000 mobil pikap dari India untuk KDKMP dibandingkan mendukung produk dalam negeri. Ketiga, terjadi keresahan ketika pembangunan fasilitas koperasi bersinggungan dengan penggunaan lahan publik seperti lapangan desa, ruang terbuka, bahkan fasilitas pendidikan.
