Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Dalam Tiga Bulan

Kamis, 22 Juni 2023 | 04:15 WIB
Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Dalam Tiga Bulan
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas  berada dalam tekanan. Rabu (21/6), harga emas di pasar spot jatuh ke level terendah dalam tiga bulan. Penurunan tersebut lantaran Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan dua kali suku bunga. 

Kemarin (21/6), harga emas hingga pukul 19.35 WIB berada di US$ 1.926,08 per ons troi, turun 0,53% dari hari sebelumnya. Harga itu level terendah sejak 17 Maret 2023. 

Analis Mata Uang dan Komoditas, Lukman Leong mengatakan, harga emas tertekan karena rencana The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan. The Fed akan mengerek bunga sebanyak dua kali lagi hingga akhir tahun dengan kenaikan masing-masing 25 basis points (bps).

Baca Juga: Kilau Emas Meredup Menjelang Pidato Jerome Powell

Permintaan emas global, terutama dari China juga menjadi sentimen yang memengaruhi harga emas. "Permintaan ritel emas dari China masih naik, namun kenaikannya sudah mulai melambat," kata Lukman, Rabu (21/6). Tapi kenaikannya  cukup terbatas.

Berdasarkan data World Gold Council, hingga April 2023 cadangan emas global turun 71 ton. Ini adalah penurunan pertama selama satu tahun terakhir. Penurunan terbesar terjadi pada bank sentral Turki yang cadangan emasnya turun 81 ton. Sehingga posisi cadangan bank sentral Turki menjadi 491 ton. 

Sementara China masih melanjutkan pembelian emas sebesar 8 ton. Sehingga posisinya menjadi 2.076 ton. 

Founder Traderindo.com. Wahyu Tribowo Laksono  memperkirakan, emas ke depan berpeluang naik lagi. Saat ini emas masih terjebak di US$ 1.930-US$ 1.985 per ons troi dalam waktu dekat. "Jika tutup harian di bawah US$ 1.930 per ons troi,  bearish bisa berlanjut," kata dia. 

Baca Juga: Harga Emas Melemah ke Bawah US$ 1.940 Per Ons Troi, Simak Faktor Penyebabnya

Jika level tersebut dapat ditembus, emas berpotensi turun ke level US$ 1.900 dan US$ 1.840 pada tahun ini. Harga emas sementara masih di atas US$ 1.900 dengan kisaran wajar di US$ 1.900-US$ 2.000 per ons troi. 

Meskipun begitu, Wahyu membuka kemungkinan harga emas di pasar spot pada akhir tahun 2023 bisa uji coba ke level all-time high di posisi US$ 2.100 per ons troi. 

Menurut Wahyu, level tertinggi baru dapat tercapai apabila ada wacana Fed memangkas suku bunga acuannya atau faktor musiman akhir tahun yang meningkatkan permintaan emas. Sementara, harga emas Antam berpeluang menguat lebih besar karena dua asumsi. 

Pertama, harga emas akan naik karena mengikuti kenaikan emas dunia saat dollar AS melemah.  Kedua, harga emas berpeluang naik karena didukung pelemahan rupiah saat dollar AS menguat. "Jadi, kurs dollar AS-rupiah di atas Rp 15.000 per dolar AS dapat memacu emas Antam naik terus di atas Rp 1,1 juta - Rp 1,2 juta  per gram," ujar Wahyu. 

Lukman memperkirakan, harga emas akan menutup semester pertama 2023 di kisaran US$ 1.900-US$ 1.950 per ons troi. Sementara itu, di akhir 2023, harga emas dapat kembali ke US$ 2.100. 

Baca Juga: Inilah Satu Aturan Emas Warren Buffett yang Membuatnya Sukses Besar

Dia memperkirakan, harga emas batangan Antam bakal di Rp 1,04 juta-Rp 1,05 juta per gram akhir Juni 2023. Dan emas batangan Antam di akhir 2023 di Rp 1,13 juta per gram. 
 

Bagikan

Berita Terbaru

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim

Sejak Desember 2025, pemerintah mulai mengenakan bea keluar atas sejumlah produk emas ekspor        

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI

Pergerakan saham Grup Barito tidak semata-mata technical rebound, melainkan kombinasi dari rebalancing MSCI, aksi korporasi, akumulasi investor.

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya

Pengelompokan desil dinilai kurang tepat untuk menentukan kelas ekonomi masyarakat                  

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan

Ruang fiskal yang kian terbatas membuat pemerintah harus berhati-hati menjaga keseimbangan antara ambisi belanja, target pertumbuhan, dan utang

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08 WIB

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:2.

Dapat Restu RUPSLB, BRNA Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Dapat Restu RUPSLB, BRNA Siap Menggelar Rights Issue

Harga pelaksanaan rights issue BRNA Rp 685 per saham. Dus, dari rights issue, BRNA berpotensi meraup dana maksimal sekitar Rp 372,6 miliar. 

Permintaan Ayam Menguat, Laba Emiten Unggas Masih Bisa Ngegas
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Permintaan Ayam Menguat, Laba Emiten Unggas Masih Bisa Ngegas

Kuatnya permintaan pada kuartal IV-2026 jadi katalis positif kinerja keuangan emiten unggas di sisa tahun ini.

Energi Mega Persada (ENRG) Genjot Kinerja Melalui Pengembangan Aset dan Akuisisi
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Energi Mega Persada (ENRG) Genjot Kinerja Melalui Pengembangan Aset dan Akuisisi

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyiapkan ekspansi produksi migas secara organik melalui pengeboran lebih dari 120 sumur.​

Dibayangi Sentimen MSCI dan Nota Keuangan, IHSG Bergerak Terbatas
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Dibayangi Sentimen MSCI dan Nota Keuangan, IHSG Bergerak Terbatas

Selain sentimen MSCI, pelaku pasar juga menunggu pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027 Jumat, (14/8)

Keputusan MSCI Bikin Bursa Indonesia Semakin Sepi
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Keputusan MSCI Bikin Bursa Indonesia Semakin Sepi

MSCI mendepak 10 saham asal Indonesia dari daftar konstituennya. Dengan begitu, MSCI tetap melakukan pembekuan alias freeze pasar saham nasional.

INDEKS BERITA

Terpopuler