KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) harus segera dibangun sebagai salah satu jawaban untuk mendukung penambahan 96,5 gigawatt (GW) kapasitas daya dalam 10 tahun ke depan, dengan 76% dari bauran tambahan berasal dari energi baru terbarukan.
Pertimbangan keputusan ini salah satunya dilakukan dengan membandingkan kemampuan Indonesia membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) menggunakan liquefied natural gas (LNG) sebagai bahan bakar. Untuk PLTG, Darmawan bilang, pembangunan power plant dengan kapasitas 1 GW membutuhkan 22 kargo LNG.
