Harga emas murah, investor mulai kembali memburu si kuning

Senin, 11 November 2019 | 12:15 WIB
Harga emas murah, investor mulai kembali memburu si kuning
[ILUSTRASI. Emas batangan. REUTERS/Michael Dalder]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pada transaksi perdagangan Senin (11/11), harga emas dunia mencatatkan kenaikan setelah pada sesi sebelumnya menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Data Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.461,41 per ons troi pada pukul 03.43 GMT. Adapun harga kontrak emas berjangka tak berubah posisi di level US$ 1.462,60 per ons troi.

Harga emas mengalami kenaikan seiring adanya kecemasan yang masih melingkupi perang dagang antara AS dan China, sekaligus prospek perlambatan ekonomi global.

"Harga emas cukup rendah saat ini dan investor mengambil kesempatan tersebut untuk mengambil posisi di safe haven emas seiring adanya kemungkinan emas bakal naik mengingat kecemasan terkait perang dagang dan ekonomi global," papar Brian Lan dari diler GoldSilver Central di Singapura kepada Reuters.

Baca Juga: Harga emas naik 0,22% di angka US$ 1.462,18 ons troi

Lan menambahkan, banyaknya pembelian oleh bank sentral, khususnya China, juga mendongkrak harga emas.

"Perundingan dagang dengan China berjalan cukup baik," jelas Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu.

Washington dan Beijing sudah setuju untuk menarik kembali tarif sebagai bagian dari perjanjian dagang fase satu. Namun, Trump membantah adanya kesepakatan itu.

Baca Juga: Emas naik tipis awal pekan ini, berikut sentimen penggeraknya

Sementara itu, analis OANDA Jefery Halley mengataan, level support emas berikutnya adalah US$ 1.450 per troy ounce, dengan grafik terbuka lebar hingga US$ 1.400 per troy ounce.

Emas Antam

Adapun faktor lain yang mempengaruhi harga emas adalah naiknya pembelian fisik emas di India, yang merupakan negara konsumen emas kedua terbesar dunia. Koreksi harga emas beberapa waktu terakhir mendorong permintaan emas di Negeri Taj Mahal ini.

Baca Juga: Harga nikel anjlok akibat dua faktor, salah satunya Indonesia melanjutkan ekspor

Bagikan

Berita Terbaru

Tangkap Peluang Permintaan Semen, SMGR Siapkan Strategi
| Rabu, 09 September 2026 | 09:02 WIB

Tangkap Peluang Permintaan Semen, SMGR Siapkan Strategi

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) siapkan berbagai strategi untuk memaksimalkan prospek positif industri semen di dalam negeri

AKRA Andalkan Bisnis Energi Hijau dan Kawasan Industri
| Rabu, 09 September 2026 | 08:58 WIB

AKRA Andalkan Bisnis Energi Hijau dan Kawasan Industri

PT AKR Corporindo Tbk (AKRO) berupaya menyediakan berbagai solusi energi untuk kawasan industri JIIPE

Ancang-Ancang Menyambut Musim Dividen
| Rabu, 09 September 2026 | 08:50 WIB

Ancang-Ancang Menyambut Musim Dividen

Emiten tambang dan perkebunan kelapa sawit (CPO) berpeluang memberi dividen yang menarik pada tahun ini

Menakar Prospek Saham FILM, MSIN dan RAAM di Tengah Wacana Insentif Pajak Film
| Rabu, 09 September 2026 | 08:44 WIB

Menakar Prospek Saham FILM, MSIN dan RAAM di Tengah Wacana Insentif Pajak Film

Dukungan pemerintah masih minim dan membuat industri perfilman Indonesia tertinggal dari negara lain.

Alam Sutra Dongkrak Penjualan Rp 300 Miliar dari Expo
| Rabu, 09 September 2026 | 08:25 WIB

Alam Sutra Dongkrak Penjualan Rp 300 Miliar dari Expo

Manajemen PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) membidik tambahan marketing sales Rp 300 miliar melalui Alam Sutera Group Expo 2026.

Bisnis Masker Mekar Sesaat Berkat Abu
| Rabu, 09 September 2026 | 08:22 WIB

Bisnis Masker Mekar Sesaat Berkat Abu

Kenaikan permintaan masker dinilai bersifat sementara. Masyarakat diminta jangan panik dan melakukan panic buying.

Trimitra Trans (BLOG) Perkuat Jaringan ke Timur Indonesia
| Rabu, 09 September 2026 | 08:09 WIB

Trimitra Trans (BLOG) Perkuat Jaringan ke Timur Indonesia

PT Trimitra Trans Persada Tbk melihat peluang pertumbuhan bisnis logistik rantai dingin atau cold chain di Indonesia. 

TOWR Memacu Ekspansi Bisnis Infrastruktur Digital
| Rabu, 09 September 2026 | 08:02 WIB

TOWR Memacu Ekspansi Bisnis Infrastruktur Digital

TOWR akan mengembangkan bisnis menara, jaringan fiber optik, konektivitas, energi hingga layanan terkelola.

IHSG Berpeluang Melanjutkan Tren Positif
| Rabu, 09 September 2026 | 08:00 WIB

IHSG Berpeluang Melanjutkan Tren Positif

Pasar mencermati arah kebijakan moneter The Fed, inflasi Amerika Serikat (AS), pergerakan imbal hasil US Treasury, serta kenaikan harga minyak

Lautan Luas (LTLS) Mencari Mesin Pertumbuhan Baru
| Rabu, 09 September 2026 | 07:54 WIB

Lautan Luas (LTLS) Mencari Mesin Pertumbuhan Baru

Strategi PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memperkuat bisnis kimia dan merancang pertumbuhan baru dari lini farmasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler