Harga Makin Mahal

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:16 WIB
Harga Makin Mahal
[ILUSTRASI. Wahyu Tri Rahmawati (KONTAN/Steve GA)]
Wahyu Tri Rahmawati | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rakyat Indonesia menghadapi tantangan berat menjelang Lebaran tahun ini. Inflasi Indonesia kembali memuncaki level tertingginya dalam tiga tahun terakhir. 

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi tahunan telah menembus 4,76%, jauh di atas target inflasi yang selama ini dijaga oleh Bank Indonesia (BI). Kenaikan harga pangan dan energi menjadi pendorong utama.

Situasi semakin kompleks dengan memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah mendorong harga minyak dunia naik tajam. 

Pasar khawatir terhadap gangguan pasokan, terutama dari jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi global. Kenaikan harga minyak mentah ini pada akhirnya berimbas pada harga bahan bakar minyak (BBM).

Awal Maret ini, harga BBM nonsubsidi naik sekitar Rp 500 per liter. Bagi masyarakat, efeknya terasa cepat. Ketika harga BBM naik, biaya transportasi dan distribusi ikut terangkat. Harga bahan pokok berisiko ikut terkerek karena ongkos logistik membengkak. Ketika harga kebutuhan dasar naik, ruang untuk konsumsi lain menyempit. Jika daya beli melemah, konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut tertekan.

Dunia usaha juga menghadapi dilema. Kenaikan biaya produksi akibat energi yang lebih mahal dapat menggerus margin. Perusahaan yang tidak mampu menyerap kenaikan biaya akan meneruskannya ke harga jual. Jika ini terjadi secara luas, inflasi bisa bertahan lebih lama dan lebih sulit dikendalikan.

Dalam situasi ini, pemerintah menghadapi pilihan sulit. Di satu sisi, stabilitas harga harus dijaga agar inflasi tidak makin liar. Di sisi lain, ruang fiskal terbatas terutama jika subsidi energi harus diperbesar akibat lonjakan harga minyak. 

BI dituntut berhati-hati. Pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga memang bisa membantu meredam inflasi. Tetapi langkah itu berisiko menahan pertumbuhan kredit dan investasi.

Gejolak geopolitik global mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia tidak kebal terhadap guncangan eksternal. Lonjakan inflasi kali ini bukan hanya soal harga cabai atau beras menjelang Lebaran, melainkan tentang ketahanan ekonomi menghadapi dunia yang semakin tidak pasti. Di tengah bara konflik global, stabilitas domestik menjadi taruhan utama.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

SE Sisa Kuota Internet Langkah Tepat tapi Perlu Dinaikkan Jadi Permen Agar Mengikat
| Senin, 31 Agustus 2026 | 11:05 WIB

SE Sisa Kuota Internet Langkah Tepat tapi Perlu Dinaikkan Jadi Permen Agar Mengikat

Kemkomdigi memberi batas waktu hingga 28 September 2026 bagi operator menyampaikan laporan pemenuhan kewajiban.

Belanja Pemerintah Tumbuh tapi Mesin Ekonomi Swasta Belum Sepenuhnya Bergerak
| Senin, 31 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Belanja Pemerintah Tumbuh tapi Mesin Ekonomi Swasta Belum Sepenuhnya Bergerak

Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indikator penting untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi sudah memiliki basis permintaan yang kuat.

Risiko Politik Tetap Membayangi IHSG, Tercermin dari Valuasi hingga Cost of Capital
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:31 WIB

Risiko Politik Tetap Membayangi IHSG, Tercermin dari Valuasi hingga Cost of Capital

Pemberantasan korupsi, good corporate governance (GCG), dan kepastian hukum penting bagi kesehatan pasar modal.

Daftar Antrean IPO dan Rights Issue di BEI Masih Panjang
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Daftar Antrean IPO dan Rights Issue di BEI Masih Panjang

Minat korporasi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih tinggi.

Pendapatan Naik Dua Digit, BNBR Malah Berbalik Rugi
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:14 WIB

Pendapatan Naik Dua Digit, BNBR Malah Berbalik Rugi

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan kinerja top line dan bottom line yang tak seragam di semester I-2026.

Rencana Merger MTEL-TBIG Bakal Menguntungkan TLKM
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Rencana Merger MTEL-TBIG Bakal Menguntungkan TLKM

Setelah lebih dari satu dekade berlalu, spekulasi merger MTEL dan TBIG kembali berembus di pengujung Agustus 2026.

Harga Saham LUCY Melaju Kencang, Aksi Jual HP Capital Resources Perlu Jadi Perhatian
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Harga Saham LUCY Melaju Kencang, Aksi Jual HP Capital Resources Perlu Jadi Perhatian

Kenaikan harga saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) belum didukung oleh perbaikan fundamental yang signifikan.

Harga Pangan hingga Emas Diramal Mengerek Inflasi
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Harga Pangan hingga Emas Diramal Mengerek Inflasi

Laju inflasi Agustus 2026 diramal meningkat dengan pemicu utamanya kenaikan harga bahan pangan       

Suku Bunga Tinggi Memicu Saham Properti Layu
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Suku Bunga Tinggi Memicu Saham Properti Layu

Kinerja saham emiten milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan, jadi salah satu pemberat kinerja indeks properti.

Waspada Imbas Penyusutan Restitusi Pajak
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Waspada Imbas Penyusutan Restitusi Pajak

Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mencatat, realisasi restitusi pajak hingga Juli 2026 mencapai Rp 185,38 triliun

INDEKS BERITA

Terpopuler