Yield Tinggi Tak Lagi Cukup Memantik Minat, Investor Menguji Ulang Daya Tarik SBN RI
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Narasi pasar obligasi Indonesia mulai berubah. Jika pada akhir 2024 investor ramai-ramai masuk surat utang negara (SBN) untuk 'mengunci' yield tinggi sebelum era penurunan suku bunga dimulai, kini pasar justru dihadapkan pada realitas berbeda: suku bunga tetap tinggi, rupiah melemah, dan risiko fiskal meningkat.
Nah, di tengah situasi itu, pemerintah kembali menawarkan Sukuk Tabungan (ST) dengan kupon di kisaran 6%-an. Namun pertanyaan baru mulai muncul di pasar: apakah level imbal hasil tersebut masih cukup layak untuk mengompensasi risiko yang dihadapi investor saat ini?
