Berita

Harga SUN Masih Stagnan Sejak Suku Bunga Dipangkas, Ini Rekomendasi Analis

Rabu, 28 Agustus 2019 | 07:42 WIB

ILUSTRASI. Yield SUN masih stagnan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-day reverse repo rate (BI 7-DRR) nampaknya belum berdampak banyak ke pasar surat utang negara (SUN).

Hingga kemarin, harga SUN masih stagnan.

Tercatat, sejak BI menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5% Kamis (22/8) lalu, yield SUN acuan tenor 10 tahun stabil di kisaran level 7,2%.

Yield SUN tersebut sudah berada di level itu sejak Rabu (21/8) hingga Selasa (27/8).

Analis mengonfirmasi penurunan suku bunga memang belum mendorong naik harga SUN.

Alasannya, pasar obligasi domestik masih tertekan sentimen eksternal, yaitu memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Baru-baru ini AS dan China kembali saling melempar tarif impor tambahan.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengatakan, kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung wait and see.

Baca Juga: Penawaran masuk pada lelang SUN mencapai Rp 29,11 triliun

Ini terlihat dari turunnya volume perdagangan obligasi di pasar sekunder.

Menilik data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR), kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) juga stagnan di sekitar Rp 1.008 triliun sejak BI menurunkan suku bunga hingga Senin (26/8).

Menanti The Fed

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Herry Prasetyo

IHSG
6.219,44
1.82%
-115,41
LQ45
983,25
0.91%
-9,00
USD/IDR
14.020
0,50
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga