Hari Yang Cerah

Selasa, 11 April 2023 | 08:00 WIB
Hari Yang Cerah
[]
Reporter: Barly Haliem | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari-hari kembali cerah di Asia. Ekonomi kawasan ini tumbuh bersemi, sementara inflasi hanya sepoi-sepoi saja. Nyaris pudar rona kekhawatiran akan resesi global di area ini. 

Dalam proyeksi terbaru yang dirilis awal bulan ini, Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menyatakan bahwa ekonomi Asia tahun ini dan tahun depan bisa tumbuh masing-masing 4,8%.

Inflasi tahun ini diramalkan berada di posisi 4,2%,  sementara inflasi tahun depan bakal lebih landai menjadi 3,3%. Padahal tahun lalu ekonomi Asia tumbuh 4,2%  dan laju inflasi masih sebesar 4,4%.

Sejumlah ekonomi melihat, prospek pemulihan ekonomi Asia berkaitan dengan keberhasilan kawasan ini menjinakkan inflasi. Pudarnya ancaman inflasi tinggi dari langit Asia membuat bank sentral di kawasan ini lebih berani melonggarkan kebijakan moneter dan mengerem laju kenaikan bunga kredit. 

Nah, sebagai bagian Asia, Indonesia juga menikmati  pemulihan ekonomi kawasan. Sebagai contoh, inflasi inti tahunan per Maret lalu sebesar 2,94%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 3,09%. 

Bank Indonesia (BI) pun percaya diri menahan bunga acuan di level 5,75% kendati Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat menaikkan bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%-5%.  Rupiah  juga menguat ke bawah Rp 15.000 per dollar AS, posisi terkuat sejak awal tahun. 

Efek lanjutan dari perbaikan makro ekonomi dalam negeri, dana asing mengalir deras masuk ke bursa saham lokal maupun pasar obligasi dalam negeri. 

Lihat saja, sejak awal tahun hingga 6 April 2023, posisi dana asing di bursa saham bertambah Rp 8,72 triliun. Adapun di pasar obligasi tambahan dana asing di pasar obligasi lebih lagi, mencapai sekitar Rp 58 triliun jika dihitung sejak awal tahun. 

Tak hanya di pasar portofolio, kalangan pebisnis sektor riil makin percaya diri melihat tren perbaikan ekonomi kita.

Hasil survei terbaru KONTAN yang tergambar dalam Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal II-2023, menyimpulkan bahwa optimisme para pemimpin bisnis di negeri ini meningkat menjelang paruh pertama 2023 dan berada di level tertinggi dalam setengah tahun terakhir. 

Pendorong keyakinan para CEO tersebut antara lain pulihnya daya beli konsumen dalam negeri. Kebangkitan daya beli menjadi kabar baik bagi ekonomi dalam negeri lantaran menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun demikian bukan berarti semuanya berjalan mulus. Meningkatnya suhu politik menjelang pemilu 2024 bisa menjadi sandungan atas proses pemulihan ekonomi. 

Oleh karena itu, kita berharap semua kalangan bisa menahan diri dan mengelola proses transisi politik berjalan lancar dan terkendali. Momentum baik ini amat singkat dan bisa berubah cepat menjadi mendung kelabu jika kita abai memanfaatkannya.

Bagikan

Berita Terbaru

Bangun dari Tidur Panjang, Saham BIPI Melesat 95% di Tengah Isu Akuisisi Bakrie
| Senin, 16 Februari 2026 | 11:15 WIB

Bangun dari Tidur Panjang, Saham BIPI Melesat 95% di Tengah Isu Akuisisi Bakrie

Fundamental  PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tengah tertekan, bahkan per September 2025 berbalik mengalami kerugian.

Paradoks Bursa Efek Indonesia (BEI): Saham Bagus Sepi, Saham Ramai Dicurigai
| Senin, 16 Februari 2026 | 10:18 WIB

Paradoks Bursa Efek Indonesia (BEI): Saham Bagus Sepi, Saham Ramai Dicurigai

Yang harus diburu, perilaku manipulatif: transaksi semu, cornering, spoofing, atau penyebaran informasi menyesatkan untuk menggerakkan harga.

Banyak Sentimen Positif Menyertai, Saham UNVR Diserbu Investor Asing Institusi
| Senin, 16 Februari 2026 | 10:05 WIB

Banyak Sentimen Positif Menyertai, Saham UNVR Diserbu Investor Asing Institusi

Iming-iming dividen jumbo dengan dividend yield yang menarik jadi daya tarik saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Strategi Cuan di Pekan Pendek Saat Imlek dan Awal Ramadan
| Senin, 16 Februari 2026 | 08:45 WIB

Strategi Cuan di Pekan Pendek Saat Imlek dan Awal Ramadan

Investor disarankan mengatur alokasi aset portofolio pada pekan pendek di tengah sentimen Tahun Baru Imlek dan awal bulan Ramadan 2026. 

Masih Terbebani Biaya Merger, EXCL Rugi Rp 4,43 Triliun
| Senin, 16 Februari 2026 | 08:40 WIB

Masih Terbebani Biaya Merger, EXCL Rugi Rp 4,43 Triliun

Rugi bersih yang dialami EXCL lebih bersifat pada kerugian akuntansi sebagai dampak pasca merger dengan Smartfren.

Produksi Dipangkas, Emiten Jasa Tambang Ikut Terdampak
| Senin, 16 Februari 2026 | 08:38 WIB

Produksi Dipangkas, Emiten Jasa Tambang Ikut Terdampak

Tak hanya bagi produsen, kebijakan pemerintah yang memangkas produksi batubara dan nikel pada 2026 juga memengaruhi emiten jasa pertambangan

ESG Perbankan: Kredit Keberlanjutan Menjadi Pendorong Baru Pertumbuhan
| Senin, 16 Februari 2026 | 07:50 WIB

ESG Perbankan: Kredit Keberlanjutan Menjadi Pendorong Baru Pertumbuhan

Sektor berkelanjutan dan hijau berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru kredit bank. Seperti apa laju pertumbuhan kredi

Mengukur Potensi Efisiensi Bank dari Larangan Komisaris Terima Bonus
| Senin, 16 Februari 2026 | 07:15 WIB

Mengukur Potensi Efisiensi Bank dari Larangan Komisaris Terima Bonus

​Bonus jumbo direksi dan komisaris bank BUMN kembali disorot jelang RUPST 2025, di tengah pengetatan tata kelola dan evaluasi skema tantiem.

Bank Pelat Merah Siap Dorong ROA
| Senin, 16 Februari 2026 | 07:00 WIB

Bank Pelat Merah Siap Dorong ROA

Presiden Prabowo Subianto telah meminta Danantara untuk mencetak ROA atau tingkat pengembalian dari aset sebesar 7% tahun ini. ​

Daya Beli Lesu Menyeret Kualitas KPR Perbankan
| Senin, 16 Februari 2026 | 06:50 WIB

Daya Beli Lesu Menyeret Kualitas KPR Perbankan

Bisnis KPR perbankan tengah menghadapi tekanan ganda. Tak hanya dibayangi perlambatan pertumbuhan pada 2025, kualitas asetnya pun tergerus. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler