Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Tumbuh

Rabu, 17 Juli 2024 | 05:45 WIB
Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Tumbuh
[ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas pada perawatan gedung bertingkat di Jakarta, Senin (15/7/2024). BPJS Ketenagakerjaan menargetkan penambahan 12,4 juta peserta aktif menjadi 53,86 juta orang sepanjang tahun 2024. Sampai akhir tahun lalu, 4,58 juta klaim senilai Rp 53,51 triliun telah dibayarkan kepada peserta. Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan memiliki 7.104 pusat layanan kecelakaan kerja. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/15/07/2024]
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan mencatat pertumbuhan hasil investasi. Kenaikan hasil investasi diikuti kenaikan pertumbuhan dana kelolaan dari seluruh program yang dimiliki oleh BPJS Ketenakerjaan, atau yang dulunya bernama Jamsostek. 

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun menargetkan, hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp 55,28 triliun. Per Juni 2024, hasil investasi mencapai Rp 26,05 triliun, meningkat sebesar 18,57% jika dibandingkan capaian per Mei 2024 yang sebesar Rp 21,97 triliun. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

IHSG Makin Tertinggal dari Regional, Valuasi Terendah Sejak Krisis
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:23 WIB

IHSG Makin Tertinggal dari Regional, Valuasi Terendah Sejak Krisis

Analis mengatakan, forward price to earning ratio (Forward PE)) MSCI Indonesia saat ini sudah turun ke 7,3 kali.

Akuisisi Dua Perusahaan Afiliasi Sekaligus, MKNT Ekspansi ke Bisnis Energi Terbarukan
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

Akuisisi Dua Perusahaan Afiliasi Sekaligus, MKNT Ekspansi ke Bisnis Energi Terbarukan

Saham MKNT sudah mengalami ARA selama sembilan hari beruntun yang ditopang oleh tingginya minat beli.

Kinerja Kuartal III Sedikit Sulit, Prospek ISAT Masih Menarik?
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Kinerja Kuartal III Sedikit Sulit, Prospek ISAT Masih Menarik?

Meski secara sembilan bulan mengalami kenaikan, namun hanya kinerja ISAT di kuartal III saja yang mengalami pelemahan.

Suku Bunga Bertahan di Level Tinggi, Harga Bitcoin Jadi Tak Bertaji
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Suku Bunga Bertahan di Level Tinggi, Harga Bitcoin Jadi Tak Bertaji

Pada Kamis (29/10) pukul 20.02 WIB, harga BTC bertengger di kisaran US$ 80.077, melemah -0,69% secara harian dan -1,91% dalam sepekan. 

Dibayangi Krisis Kepercayaan, IHSG Masih Rentan Terkoreksi
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Dibayangi Krisis Kepercayaan, IHSG Masih Rentan Terkoreksi

Secara teknikal, IHSG kini berada di posisi rentan. Area 4.980 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. 

Kinerja Emiten Grup Astra Tidak Merata Hingga Kuartal III-2026
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:13 WIB

Kinerja Emiten Grup Astra Tidak Merata Hingga Kuartal III-2026

 ASII mengalami tekanan di bisnis pertambangan dan alat berat serta beban non-berulang. Sementara UNTR terdampak pelemahan bisnis batubara.

Bank Pecut Kredit Agar Bisnis Tak Menciut
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:01 WIB

Bank Pecut Kredit Agar Bisnis Tak Menciut

Bank membidik pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 dengan mengandalkan kredit korporasi.                

Bank Tetap Jaga Pencadangan Kredit
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Bank Tetap Jaga Pencadangan Kredit

Saat beberapa bank mulai menekan biaya risiko kredit, sebagian bank yang lain justru harus menambah pencadangan.

Laba Bank Swasta Melambat
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:53 WIB

Laba Bank Swasta Melambat

Hingga kuartal III-2026, sejumlah bank masih menghadapi tekanan pendapatan bunga, sehingga penghematan biaya dana belum cukup mengerek keuntungan.

Yield Obligasi Korporasi Dibayangi SBN
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Yield Obligasi Korporasi Dibayangi SBN

Stabilitas rupiah, arus modal dan yield SBN jadi penentu tren imbal hasil obligasi korporasi ke depannya

INDEKS BERITA

Terpopuler