Hingga Mei, Premi Reasuransi Mencapai Rp 7,08 Triliun

Rabu, 10 Juli 2019 | 09:33 WIB
 Hingga Mei, Premi Reasuransi Mencapai Rp 7,08 Triliun
[]
Reporter: Ferrika Sari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri reasuransi menunjukkan kinerja cemerlang di lima bulan pertama 2019. Hal ini terlihat dari peningkatkan jumlah premi bruto dan diperkirakan akan berlanjut sampai akhir tahun.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri reasuransi sukses kumpulkan premi bruto sebesar Rp 7,08 triliun per Mei 2019. Jumlah tersebut meningkat 20,61% dibandingkan realisasi Mei tahun lalu, yaitu Rp 5,87 triliun.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody A.S Dalimuthe bilang, jika melihat dari breakdown pembentukan hasil underwriting industri reasuransi memang terdapat kenaikan premi. Adapun pembentuk hasil underwriting tersebut berasal dari instrumen premi gross, klaim gross, klaim reasuransi dan lainnya.

Dan kondisi ini sama dengan kenaikan premi industri asuransi di kuartal I 2019. Sayangnya kami tidak mendapatkan data rincian lini bisnis apa saja yang menopang reasuransi, kata Dody kepada KONTAN, Selasa (9/7).

Kehadiran perusahaan reasuransi untuk membagi risiko dengan pemain asuransi. Misalnya, reasuransi mengkover asuransi ketika nilai premi lebih besar dari nilai yang ditanggung. Sesi reasuransi biasanya dilakukan karena risiko-risiko lebih tinggi atau karena nilai pertanggungan yang lebih besar, ujar Dody.

Dengan tugas yang diemban itu, bisnis reasuransi tetap berpotensi cerah di tahun ini. Khususnya untuk menanggung risiko pada beberapa lini bisnis asuransi, seperti asuransi properti, asuransi pengangkutan, asuransi rangka kapal dan asuransi pesawat.

Kenaikan premi bruto industri reasuransi juga dibarengi peningkatan klaim. Sampai Mei 2019, OJK mencatatkan klaim industri reasuransi tumbuh 31,35% menjadi Rp 3,56 triliun. Padahal di periode yang sama tahun lalu, industri hanya membayarkan klaim bruto sebesar Rp 2,71 triliun.

Sementara Presiden Direktur PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) Adi Pramana menargetkan perolehan premi sebesar Rp 3 triliun di 2019. Target tersebut meningkat 28,75% dari realisasi tahun lalu, yaitu sebesar Rp 2,33 triliun.

"Sekarang kami memperkuat struktur finansial, manajemen risiko, kapasitas serta percepatan layanan kepada klien. RBC (risk based capitral) kami juga konstan di atas 200%," kata Adi.

Bagikan

Berita Terbaru

Kenaikan Harga CPO dan Wacana B50 Diprediksi Membawa Berkah Bagi DSNG
| Selasa, 10 Maret 2026 | 05:32 WIB

Kenaikan Harga CPO dan Wacana B50 Diprediksi Membawa Berkah Bagi DSNG

Menyeruaknya perang di Timur Tengah membuat harga komoditas terkerek naik, salah satunya adalah minyak nabati dan CPO.

PANI dan CBDK Kompak Mencetak Pertumbuhan Laba Pada 2025
| Selasa, 10 Maret 2026 | 05:10 WIB

PANI dan CBDK Kompak Mencetak Pertumbuhan Laba Pada 2025

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat pertumbuhan laba pada 2025.

TLKM Divestasi AdMedika ke Fullerton Health
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:54 WIB

TLKM Divestasi AdMedika ke Fullerton Health

Penandatangan CSPA dengan Fullerton Health merupakan langkah menuju realisasi divestasi penuh AdMedika Group

PGN Perkuat Infrastruktur Gas Bumi Terintegrasi
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:49 WIB

PGN Perkuat Infrastruktur Gas Bumi Terintegrasi

Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah

Masyarakat Diminta Jangan Panic Buying
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:46 WIB

Masyarakat Diminta Jangan Panic Buying

Pemerintah memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman. Pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.

 Pemerintah Akui Pasokan Batubara PLTU Tak Aman
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:42 WIB

Pemerintah Akui Pasokan Batubara PLTU Tak Aman

Penurunan hari operasi pembngkit (HOP) PLTU mengindikasikan ada persoalan pada distribusi batubara domestik

Pemerintah Tak Mengerek Harga BBM Bersubsidi
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:35 WIB

Pemerintah Tak Mengerek Harga BBM Bersubsidi

Jika harga minyak dunia bertahan di atas US$ 100 per barel, maka belanja subsidi tembus Rp 309 triliun

SMI Cari Pendanaan Rp 24 Triliun di 2026
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:35 WIB

SMI Cari Pendanaan Rp 24 Triliun di 2026

Kebutuhan pendanaan akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas.

Pendapatan Merosot, Laba Ultrajaya (ULTJ) Naik Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:05 WIB

Pendapatan Merosot, Laba Ultrajaya (ULTJ) Naik Dua Digit Pada 2025

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat pertumbuhan laba bersih di tengau merosotnya penjualan di sepanjang tahun 2025. ​

Prospek Emiten CPO dan Batubara Terancam Regulasi
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:05 WIB

Prospek Emiten CPO dan Batubara Terancam Regulasi

Prospek emiten CPO dan batubara diadang kebijakan kenaikan tarif ekspor dan pemangkasan kuota produksi.

INDEKS BERITA

Terpopuler