HKMU Tambah Kapasitas Produksi

Selasa, 06 Agustus 2019 | 05:41 WIB
HKMU Tambah Kapasitas Produksi
[]
Reporter: Agung Hidayat | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen aluminium ekstrusi PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) bertekad terus menggenjot kinerja hingga akhir tahun ini.

Meski sudah mampu tumbuh tinggi di semester I-2019, manajemen masih percaya diri untuk terus mengerek penjualan yang lebih tinggi lagi.

Sekretaris Perusahaan PT HK Metals Utama Tbk, Imelda Feryani, mengatakan penjualan sepanjang enam bulan pertama tahun ini belum terlalu maksimal karena bertepatan dengan momentum pilpres dan Lebaran yang menyumbang tanggal merah.

"Dengan penambahan tiga mesin baru yang sudah produksi sejak Februari lalu, kami yakin akan mendorong pertumbuhan di semester kedua ini," ungkap dia kepada KONTAN, Senin (5/8).

Dalam paparan publik, manajemen HK Metals Utama sempat menyatakan akan menambah empat mesin baru. Artinya, di semester II-2019 emiten ini akan memasang satu mesin baru lagi.

Kapasitas produksi saat ini sebesar 600 ton-700 ton per bulan. "Semester kedua ditargetkan produksi mencapai 1.000 ton per bulan," sebut Imelda.

Rencananya, dari kapasitas tersebut secara rinci setiap bulan diperuntukkan bagi pasar ritel sebanyak 640 ton, pasar ekspor 280 ton, serta keperluan industri dan proyek masing-masing sebesar 30 ton dan 50 ton.

Proyek skala kecil

HKMU memang sudah berencana masuk proyek secara langsung.

Imelda bilang, saat ini mereka telah merambah beberapa proyek skala kecil secara langsung seperti pembangunan hotel, gedung sekolah dan perumahan.

Untuk memuluskan rencana bisnis tahun ini, HKMU mengucurkan belanja modal Rp 150 miliar.

Menurut Imelda, realisasi penyerapannya sudah mencapai Rp 120 miliar, yang kebanyakan untuk keperluan penambahan kapasitas produksi.

Seiring meningkatnya kapasitas produksi, maka pendapatan HK Metals turut terkerek.

Kenaikan top line diiringi pertumbuhan bottom line yang dua digit.

Menilik laporan keuangan semester I-2019, HKMU membukukan revenue Rp 565,49 miliar atau naik 47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 382,38 miliar.

Imelda menyebutkan, pertumbuhan yang positif tersebut didorong oleh semua lini usaha perusahaan.

"Tapi kontribusi terbesar dari anak usaha PT Handal Aluminium Sukses sekitar 36% dari total revenue," ungkap dia.

Anak usaha yang bergerak di bidang manufaktur aluminium ekstrusi tersebut sudah mencapai level kapasitas produksi 600 ton sampai 700 ton per bulan.

Sebelumnya, kapasitas produksi HKMU masih berada di kisaran 500 ton per bulan.

Namun HK Metals Utama terus menambah jumlah mesin produksi yang baru.

Pertumbuhan revenue HKMU juga diikuti kenaikan beban pokok penjualan sebesar 47% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 450,98 miliar di semester I-2019.

Adapun laba kotor selama enam bulan pertama tahun ini tercatat senilai Rp 114,51 miliar atau naik 49% dibandingkan paruh pertama tahun lalu senilai Rp 76,73 miliar.

Setelah dikurangi pos beban lainnya, HKMU meraih laba bersih senilai Rp 49 miliar hingga akhir Juni 2019.

Angka itu menanjak 62,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 30,14 miliar.

Manajemen HKMU masih tetap optimistis meraih target pendapatan bersih Rp 1,64 triliun dan laba bersih sekitar Rp 143 miliar hingga akhir tahun nanti.

HKMU juga akan menambah kapasitas produksi, sehingga dapat menguatkan penjualan dan menyerap permintaan di pasar nasional maupun ekspor.

Bagikan

Berita Terbaru

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar
| Minggu, 26 April 2026 | 05:42 WIB

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar

AI chatbot terus berkembang dan kian banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Peluang ekonomi dari teknologi ini pun semakin menggiurkan.

 
Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri
| Minggu, 26 April 2026 | 05:36 WIB

Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri

Sektor industri khususnya perkebunan dan pertambangan tengah berjuang menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

 
Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik
| Minggu, 26 April 2026 | 05:33 WIB

Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik membuat UMKM cari cara agar tetap meraih keuntungan. Salah satunya mencari pemasok plastik alternatif.

 
Monetisasi Selat Malaka
| Minggu, 26 April 2026 | 05:30 WIB

Monetisasi Selat Malaka

​Selat Malaka bukan sekadar perairan strategis, melainkan bagian dari rezim hukum internasional yang ketat. 

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:45 WIB

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?

Tekanan geopolitik AS-Iran membuat rupiah terancam. Krisis energi dan inflasi global membayangi. Ketahui pergerakan bagaimana rupiah ke depan

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:05 WIB

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi

Mengurangi impor minyak menjadi salah satu cara untuk bisa menghilangkan kerentanan ekonomi imbas lonjakan harga minyak dunia.​

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?

Masa tunggu haji panjang, nilai dana berpotensi tergerus inflasi. Cari tahu cara emas lindungi biaya haji Anda dari risiko penurunan.

Pajak Mobil Listrik Yang Adil
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Pajak Mobil Listrik Yang Adil

Mendorong kendaraan listrik penting, tetapi jangan mengorbankan prinsip keadilan pajak dan ruang fiskal daerah.

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:41 WIB

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi

Pemerintah membuka peluang pembiayaan untuk sektor EBT dan usaha padat karya.                             

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:35 WIB

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas

ESIP siap ekspansi Rp 200 miliar untuk pabrik baru di Balaraja Timur. Kapasitas produksi ditargetkan berlipat ganda

INDEKS BERITA

Terpopuler