Hong Kong Membara, IHSG Hari Ini Parkir Di Zona Merah

Senin, 11 November 2019 | 21:31 WIB
Hong Kong Membara, IHSG Hari Ini Parkir Di Zona Merah
[ILUSTRASI. Pengunjung mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/10/2019). ]
Reporter: Kenia Intan, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini di zona merah. IHSG hari ini turun 29,25 poin atau 0,47% ke 6.148,74 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Delapan sektor turun bersama dengan IHSG hari ini, dengan penurunan terbesar pada sektor pertambangan. Indeks sektor tambang melorot 2,84%. Lalu, sektor infrastruktur turun 0,8% dan industri dasar melemah 0,82%.

Dua sektor masih menguat bersama IHSG hari ini hingga tutup perdagangan. Sektor perkebunan naik 1,28% dan aneka industri menguat 0,53%.

Baca Juga: IHSG turun 0,47% dengan volume dan nilai transaksi tipis pada Senin (11/11)

Total volume transaksi bursa mencapai 6,51 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 5,69 triliun. Angka ini jauh lebih kecil dari transaksi rata-rata harian sejak awal tahun, dengan volume 15 miliar saham dan nilai transaksi Rp 9,35 triliun.

Penurunan harga terjadi pada 247 saham. Sebanyak 155 saham menguat dan 155 saham bergerak mendatar. Investor asing mencatat penjualan bersih mencapai Rp 524,75 miliar.

Proyeksi IHSG besok

"Saham mayoritas tergelincir pada Senin karena para investor menunggu perkembangan lebih lanjut di bidang perdagangan, sementara gejolak di Hong Kong menambah suasana risk off," kata Lanjar Nafi, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Senin (11/11).

Baca Juga: IHSG terkoreksi 0,60% ke 6.141,02 pada sesi I, Senin (11/11)

Secara sektoral, Lanjar bilang, sektor pertambangan, infrastruktur, dan industri dasar memimpin pelemahan. Sedang sektor pertanian dan aneka industri yang menguat belum bisa mengerek IHSG lebih kuat lagi ke zona positif.

Tapi, Lanjar memprediksikan, IHSG besok akan bergerak menguat dengan kisaran 6.124-6.210. Sedangkan Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memproyeksikan, IHSG esok melanjutkan pelemahan.

"Support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.120,06 hingga 6.086,00. Sementara resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.180,20 hingga 6.217,55," ungkap Nafan.

Baca Juga: IHSG berpeluang tertekan lagi pada perdagangan esok

Yang memengaruhi pergerakan IHSG esok lebih banyak sentimen eksternal, yakni ketidakstabilan politik dan keamanan di Hong Kong. Nafan melihat, belum ada sentimen positif domestik yang mampu menjadi penggerak IHSG besok.

Bagikan

Berita Terbaru

Dari 12 Konsultasi Penurunan Klasifikasi Market oleh MSCI, Hanya Dua yang Selamat
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dari 12 Konsultasi Penurunan Klasifikasi Market oleh MSCI, Hanya Dua yang Selamat

Penyesuaian investasi oleh investor asing sudah berlangsung bahkan sebelum keputusan akhir diambil MSCI.

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI

Arus modal asing tidak bisa menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan karena juga dipengaruhi suku bunga global, nilai tukar, dan geopolitik. 

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?

Penurunan giro wajib minimum (GWM) membuat Bank berpeluang mengurangi kebutuhan mencari pendanaan mahal.

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA

Fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sampah yang memadai dan konsisten, baik dari sisi volume maupun karakteristiknya.

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga

Merespons ancaman dari penyedia indeks global MSCI, otoritas pasar modal mulai menindak pelanggaran. Efektif melunakkan sikap MSCI?

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin

Investor perlui mencermati SSSG, produktivitas gerai anyar, fluktuasi daya beli masyarakat, serta kemampuan menjaga margin.

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi

Inisiatif keberlanjutan Japfa Comfeed Indonesia perkuat efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan kinerja keuangan

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT

Kemasan susu UHT praktis untuk dikonsumsi, tetapi lapisan kertas, plastik, dan aluminium membuatnya rumit didaur ulang. 

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu

Berawal dari kegemaran membaca, komunitas membaca buku lahir dan mempertemukan orang-orang dengan minat serupa. Buku men

 
Homeostasis Artificial Intelligence
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Homeostasis Artificial Intelligence

AI kian canggih dan otonom. Mampukah peradaban menjaga keseimbangan di tengah peluang dan risiko yang mengiringinya?

INDEKS BERITA