IHSG: Berpotensi Melemah Lagi

Kamis, 12 Desember 2019 | 06:22 WIB
IHSG: Berpotensi Melemah Lagi
[ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan papan pergerakan saham emiten jelang penutupan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (3/12). KONTAN/Carolus Agus Waluyo]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melemah kembali hari ini (12/12). Kalaupun naik, kenaikannya terbatas. Kemarin, IHSG ditutup melemah tipis 0,06% ke level 6.180,09.

Pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen positif maupun negatif, sehingga pergerakan cenderung datar. "Sentimen positif berasal dari penguatan beberapa harga komoditas, seperti minyak mentah, nikel dan timah," ucap Mino, Analis Indo Premier Sekuritas, kemarin.

Baca Juga: Timbang rekomendasi teknikal ASII, WSBP, BNGA untuk Kamis ini (12/12)

Namun sentimen perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) masih menekan IHSG. Apalagi, deadline pengenaan tambahan tarif impor bagi produk China kian dekat.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan, pergerakan indeks saham hari ini akan dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter The Federal Reserve dinihari ini waktu Indonesia.

Baca Juga: Moody's beri outlook negatif, begini pendapat analis untuk saham sektor perbankan

Untuk perdagangan hari ini, Herditya memprediksi IHSG akan kembali bergerak cenderung melemah. Indeks bergerak antara support di level 6.160 dan resistance di 6.200.

Tapi, Mino memprediksi IHSG bisa menguat terbatas di level 6.155-6.210, terdorong harga komoditas serta mulai adanya aksi window dressing.

Bagikan

Berita Terbaru

Mark Dynamics Indonesia (MARK) Memperkuat Kapasitas Produksi
| Sabtu, 19 September 2026 | 00:05 WIB

Mark Dynamics Indonesia (MARK) Memperkuat Kapasitas Produksi

Dengan kapasitas produksi mencapai 1,6 juta unit per bulan, yang merupakan kapasitas tertinggi di antara perusahaan sejenis,

Draf RUU Perampasan Aset Masih Jadi Rahasia, Berpotensi Melanggar UU 13/2022
| Jumat, 18 September 2026 | 11:00 WIB

Draf RUU Perampasan Aset Masih Jadi Rahasia, Berpotensi Melanggar UU 13/2022

Bagaimana mungkin orang bisa partisipatif kalau kemudian tidak ada undang-undang atau draft undang-undang yang bisa dan dapat diakses oleh publik

Menteri Keuangan di Antara Dua Tuan
| Jumat, 18 September 2026 | 10:15 WIB

Menteri Keuangan di Antara Dua Tuan

Negara jangan sampai terperosok pada ambisi untuk terlihat kuat sehingga koreksi dianggap sebagai kelemahan.

The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan, Bagaimana Dampaknya ke Pasar SBN?
| Jumat, 18 September 2026 | 10:00 WIB

The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan, Bagaimana Dampaknya ke Pasar SBN?

Kenaikan The Fed lebih mungkin menghasilkan imbal hasil SBN yang tetap tinggi dan bergejolak, bukan otomatis menyebabkan penjualan besar-besaran.

Insiden KM Virgo
| Jumat, 18 September 2026 | 09:28 WIB

Insiden KM Virgo

Rantai pengawasan dari pemilik kapal, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), hingga Syahbandar atau KSOP perlu diperiksa menyeluruh.

Menjaring Peluang dari Saham LQ45 yang Masih Murah
| Jumat, 18 September 2026 | 08:02 WIB

Menjaring Peluang dari Saham LQ45 yang Masih Murah

Investor dapat melakukan akumulasi selektif di saham-saham Indeks LQ45 yang memiliki price to earning ratio (PER) rendah

Pembangunan Kabel Laut 8.000 Km Jadi Katalis, Harga EXCL bisa ke Rp 3.600 per Saham?
| Jumat, 18 September 2026 | 07:55 WIB

Pembangunan Kabel Laut 8.000 Km Jadi Katalis, Harga EXCL bisa ke Rp 3.600 per Saham?

Investor perlu mencermati realisasi sinergi merger, pertumbuhan ARPU dan trafik data, efisiensi biaya, serta perkembangan capex dan leverage.

Setelah Anjlok 6.21% Dalam Sepekan, Saham MDKA Mulai Rebound
| Jumat, 18 September 2026 | 07:33 WIB

Setelah Anjlok 6.21% Dalam Sepekan, Saham MDKA Mulai Rebound

Analis mengatakan bahwa penguatan MDKA ke Rp 2.870 memperlihatkan adanya technical rebound pasca tekanan yang cukup dalam dialami oleh perseroan.

Harga Emas Spot Rebound Usai Keputusan Kenaikan Bunga The Fed, Simak Prediksinya
| Jumat, 18 September 2026 | 07:29 WIB

Harga Emas Spot Rebound Usai Keputusan Kenaikan Bunga The Fed, Simak Prediksinya

Pergerakan emas akan sangat ditentukan sejumlah faktor, mulai dari data inflasi AS, arah suku bunga, hingga dinamika geopolitik.

INET Akuisisi 60% Saham Sarana Global Indonesia
| Jumat, 18 September 2026 | 07:20 WIB

INET Akuisisi 60% Saham Sarana Global Indonesia

Transaksi akuisisi PT Sarana Global Indonesia (SGI) telah dituntaskan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) pada 15 September 2026.

INDEKS BERITA