IHSG Hari Ini Melanjutkan Penguatan Lima Hari Berturut-turut Ke Level 6.181,01

Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:43 WIB
IHSG Hari Ini Melanjutkan Penguatan Lima Hari Berturut-turut Ke Level 6.181,01
[ILUSTRASI. Pegawai melintas di depan layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/10/2019).]
Reporter: Herlina KD | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan. IHSG hari ini (17/10) ditutup menguat 11,42 poin atau 0,19% ke 6.181,01 di akhir perdagangan.

Dalam perdagangan, Kamis (17/10), sebanyak 210 saham naik, 170 saham turun, dan 156 saham tak bergerak. Enam sektor saham naik, sementara empat sektor saham lainnya masuk zona merah.

Sektor-sektor dengan kenaikan tertinggi adalah aneka industri yang naik 3,40%, industri dasar 1,22%, dan perkebunan 0,97%. Sedang sektor-sektor dengan penurunan terdalam: consumer goods turun 0,68%, pertambangan 0,53%, dan infrastruktur 0,27%.

Baca Juga: IHSG menguat 0,19% ke 6.181 di akhir perdagangan Kamis (17/10) hari ini

Total volume perdagangan di bursa hari ini mencapai 17,16 miliar saham, dengan total nilai sebesar Rp 9,26 triliun.

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) (6,60%)
2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) (4,93%)
3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (4,75%)

Baca Juga: IHSG menguat hingga akhir sesi I, bursa saham menghijau dalam lima hari perdagangan

Top losers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) (-2,58%)
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (-2,23%)
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (-1,86%)

Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 208,68 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 536,7 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 41,5 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Leasing Waspadai Dinamika Regulasi Mobil Listrik
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:15 WIB

Leasing Waspadai Dinamika Regulasi Mobil Listrik

OJK mencatat kredit kendaraan listrik multifinance naik 34,67% menjadi Rp 26,20 triliun per Agustus 2026.

Komisi Ojol Turun: Solusi atau Ancaman bagi Industri?
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:04 WIB

Komisi Ojol Turun: Solusi atau Ancaman bagi Industri?

Dalam pasar yang kompetitif, setiap keputusan bisnis harus memperhitungkan tanggapan konsumen dan pengemudi.

Jangan Serakah Serok Beli Saham dan Panic Sell Berlebihan
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Jangan Serakah Serok Beli Saham dan Panic Sell Berlebihan

Dengan kondisi pasar saham yang memerah, bagaimana saran keputusan investasi saat ini?              

Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran

Preferensi masyarakat terhadap pembayaran tunai banyak dipengaruhi oleh kenyamanan dan kemudahan yang dirasakan.

Meredam Inflasi
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Meredam Inflasi

Masalahnya, lonjakan harga pangan semakin menjadi persoalan, karena terjadi saat daya beli masyarakat masih melemah.

BPJS Disuntik Dana Rp 20 Triliun: Efek ke Kinerja MIKA, SILO, dan HEAL Tak Serupa
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:57 WIB

BPJS Disuntik Dana Rp 20 Triliun: Efek ke Kinerja MIKA, SILO, dan HEAL Tak Serupa

Perbedaan porsi pasien jadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam menilai potensi dampak tambahan dana BPJS Kesehatan.

Analisis Kinerja & Saham PWON: Marketing Sales Turun namun Tertolong Recurring Income
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Analisis Kinerja & Saham PWON: Marketing Sales Turun namun Tertolong Recurring Income

Keberlanjutan insentif PPN DTP dan stabilitas suku bunga sebagai faktor yang dapat mendorong pemulihan permintaan properti.

Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi emiten yang paling langsung terpapar pergerakan harga minyak.

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah

Tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat sejumlah saham kini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) di bawah rata-rata. 

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar

Volatilitas DSSA cenderung lebih tinggi dibandingkan saham berkapitalisasi besar lain yang punya basis pemegang saham lebih luas.

INDEKS BERITA