IHSG Rebound Teknikal, Bagaimana Proyeksinya Jumat ini? (3/12)

Jumat, 03 Desember 2021 | 05:05 WIB
IHSG Rebound Teknikal, Bagaimana Proyeksinya Jumat ini? (3/12)
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada akhir pekan ini. Pada perdagangan Kamis (2/12), IHSG ditutup menguat 76,14 poin atau 1,17% ke level 6.583,82.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG kemarin sebagai technical rebound dalam jangka pendek. "IHSG masih mampu bertahan di atas level support di 6.480," jelas dia, kemarin.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menambahkan, penguatan IHSG kemarin juga didorong bargain hunting dan spekulasi menyambut window dressing akhir tahun. Investor asing mencatatkan lebih banyak pembelian ketimbang penjualan dengan net buy Rp 90,43 miliar. Ini merupakan net buy pertama asing setelah mencatatkan net sell selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Tapi di sisi lain, masih banyak ketidakpastian akan kondisi perekonomian secara global, terutama setelah adanya penyebaran Covid-19 varian omicron yang menghantui market.Meski begitu, Dennies tetap memperkirakan IHSG berpeluang mencatatkan penguatan pada hari ini.

Secara teknikal, candlestick membentuk long white body setelah rebound di support MA50, dengan stochastic membentuk golden cross. Indikator tersebut mengindikasikan potensi penguatan. "Namun, penguatan diperkirakan bersifat sementara, mempertimbangkan banyaknya kekhawatiran dan sentimen negatif dalam sepekan terakhir," tulis Dennies dalam risetnya kemarin.

Menurut perhitungan Dennies, hari ini IHSG akan bergerak dengan rentang support di 6.449-6.516. Sementara resistance ada di 6.618-6.653.

Senada, Herditya juga memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. Hanya saja penguatannya akan terbatas karena pasar masih dihantui kekhawatiran efek penyebaran varian omicron terhadap pemulihan ekonomi.

Herditya memperkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada rentang 6.550-6.612. Ia merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati oleh investor pada perdagangan hari ini, antara lain UNTR, MLPL, MPPA, dan SAMF. Sedangkan, Artha Sekuritas merekomendasikan saham DMAS, MIKA, dan TOWR.

Bagikan

Berita Terbaru

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, Fokus Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi
| Kamis, 18 Juni 2026 | 15:35 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, Fokus Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi

​Dalam dua bulan terakhir, BI Rate telah naik 100 basis points atau 1% penuh dari posisi 4,75% pada akhir April 2026.

Prajogo Pangestu Kembali Memborong Saham BREN
| Kamis, 18 Juni 2026 | 09:49 WIB

Prajogo Pangestu Kembali Memborong Saham BREN

Aksi pembelian saham BREN tersebut pada rentang harga Rp 3.740 hingga Rp 3.880 per saham. Adapun total nilai transaksi sekitar Rp 26,38 miliar. ​

Rupiah Terus Melemah, Emiten Farmasi Semakin Tak Bergairah
| Kamis, 18 Juni 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Terus Melemah, Emiten Farmasi Semakin Tak Bergairah

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor sehingga menekan margin kotor PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Emiten Properti Kawasan Industri Menuai Berkah Pelemahan Rupiah
| Kamis, 18 Juni 2026 | 09:29 WIB

Emiten Properti Kawasan Industri Menuai Berkah Pelemahan Rupiah

Kinerja emiten properti kawasan industri dinilai masih prospektif di era suku bunga tinggi dan pelemahan rupiah.

Emiten Ramai-Ramai Menambah Modal Lewat Private Placement
| Kamis, 18 Juni 2026 | 09:22 WIB

Emiten Ramai-Ramai Menambah Modal Lewat Private Placement

Sejumlah emiten menggelar aksi penambahan modal lewat private placement. Dana hasil aksi korporasi ini mayoritas untuk pengembangan usaha emiten.

Pasar Keuangan Menanti Harapan
| Kamis, 18 Juni 2026 | 09:13 WIB

Pasar Keuangan Menanti Harapan

Pasar keuangan Indonesia menanti sejumlah agenda penting di pekan ini. Mulai dari suku bunga The Fed, BI rate hingga hasil evaluasi Indeks MSCI.

Menakar Prospek Consumer Staples Usai Pertamax Naik, Apa Saja Risikonya?
| Kamis, 18 Juni 2026 | 08:49 WIB

Menakar Prospek Consumer Staples Usai Pertamax Naik, Apa Saja Risikonya?

Bansos diyakini mampu secara langsung menopang angka penjualan produk-produk emiten consumer staples.

Usai Kompak Menguat, Saham Grup Bakrie BRMS, BUMI, dan ENRG Masih Menarik Dikoleksi?
| Kamis, 18 Juni 2026 | 08:23 WIB

Usai Kompak Menguat, Saham Grup Bakrie BRMS, BUMI, dan ENRG Masih Menarik Dikoleksi?

Dinamika kebijakan di sektor komoditas menjadi motor penggerak utama pergerakan saham-saham emiten terafiliasi Grup Bakrie.

The Fed Tahan Bunga, Rupiah Menanti BI Rate, Simak Proyeksi Mata Uang Garuda Hari Ini
| Kamis, 18 Juni 2026 | 08:00 WIB

The Fed Tahan Bunga, Rupiah Menanti BI Rate, Simak Proyeksi Mata Uang Garuda Hari Ini

Pasar menanti hasil RDG BI. Bank sentral menjadi sorotan setelah agresif  menaikkan suku bunga menjadi 5,5% guna menopang rupiah.

MBMA Buyback Lagi, Kini Anggarannya Rp 1,46 Triliun, Sudah Saatnya Koleksi Sahamnya?
| Kamis, 18 Juni 2026 | 07:57 WIB

MBMA Buyback Lagi, Kini Anggarannya Rp 1,46 Triliun, Sudah Saatnya Koleksi Sahamnya?

Di balik sentimen positif buyback, prospek MBMA masih sangat bergantung pada dinamika industri nikel global.

INDEKS BERITA

Terpopuler