Perusahaan Ilham Habibie Bakal Mencaplok 50,3% Saham Muamalat

Kamis, 18 April 2019 | 09:59 WIB
Perusahaan Ilham Habibie Bakal Mencaplok 50,3% Saham Muamalat
[]
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ilham Habibie lewat perusahaannya, Al Falah Investments PTE Limited akan menjadi pengendali saham Bank Muamalat. Al Falah akan mencaplok 50,3% saham bank syariah tersebut. Agenda itu akan rampung pada Mei 2019 mendatang. 

Bank Muamalat akan menggelar Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp 2,2 trilun, dengan asumsi seluruh pemegang saham minoritas juga mengambil porsi mereka. Berdasarkan prospektus, rancangan akuisisi yang diterbitkan Bank Muamalat Selasa (16/4), Al Falah akan menyerap 77,1% dari seluruh right issue tersebut.

Jika pemegang saham eksisting tidak mengeksekusi haknya dalam penawaran umum terbatas itu, Al Falah juga akan bertindak sebagai standby buyer atau pembeli siaga. "Ini rancangan akuisisi, jadi semua isinya harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan regulator," kata Head of Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan Muamalat Hayunaji, Rabu (17/4). 

Al Falah merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura. Perusahaan ini dimiliki dan didirikan bersama Ilham dan CP5 Hold Co 2 Limited, yaitu perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100% oleh SSG Capital Management Limited untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat. 

SSG adalah perusahaan pengelola aset alternatif di Hong Kong dengan aset kelolaan US$ 5 miliar.Saat rancangan akuisisi ini diterbitkan, seluruh saham Al Falah masih dimiliki oleh CP5. Ketika proses perubahan komposisi pemegang saham, Ilham akan menggenggam 51% saham Al Falah dan CP5 49%. 

Saat ini nilai kapitalisasi Al Falah mencapai US$ 121 juta atau Rp 1,7 triliun.Bank Mualamat masih menunggu keberatan dari kredit dan pemegang saham minoritas terhadap rencana akuisisi tersebut paling lambat pada 18 April. Akuisisi ditargetkan akan mendapat izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan rampung Mei 2019. 

Sebelumnya, Muamalat terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB ) pada 17 Mei nanti. Bank Muamalat masih menunggu keberatan dari kredit dan pemegang saham minoritas terkait akuisisi saham ini.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Saham ANTM Masuk Top 5 Pembelian Asing Sejak Juli 2026, Bentuk Support Lebih Tinggi
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:14 WIB

Saham ANTM Masuk Top 5 Pembelian Asing Sejak Juli 2026, Bentuk Support Lebih Tinggi

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian investor dalam dua bulan terakhir.

Indikator Kesejahteraan Indonesia Membaik Tapi Kesenjangan Masih Jadi PR
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:05 WIB

Indikator Kesejahteraan Indonesia Membaik Tapi Kesenjangan Masih Jadi PR

Sejumlah indikator kesejahteraan Indonesia menunjukkan tren perbaikan setidaknya dalam satu dekade terakhir.

Stimulus Pemerintah Dinilai Positif, Pastikan Berdampak ke Sektor Riil
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:47 WIB

Stimulus Pemerintah Dinilai Positif, Pastikan Berdampak ke Sektor Riil

Arah kebijakan ekonomi pemerintah dinilai mulai menunjukkan sinyal positif lewat berbagai stimulus untuk menjaga investasi dan mendorong konsumsi.

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III
| Senin, 17 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III

Beroperasinya kembali Tambang Emas Martabe secara penuh akan menjadi penggerak margin laba yang signifikan bagi UNTR.

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya
| Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya

Lonjakan kapasitas produksi para produsen nikel berpotensi menekan harga acuan LME dan dapat membatasi ASP yang diterima NCKL.

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini
| Senin, 17 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini

Risiko geopolitik tentu masih menjadi katalis utama pergerakan harga emas, khususnya jika gangguan masih terjadi di Selat Hormuz dan Laut Merah.

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia
| Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia

Lima ETF emas mencuri perhatian investor pada awal peluncuran 10 Agustus 2026. Daya tahan instrumen baru ini mulai diuji.

Kemerdekaan Ekonomi
| Senin, 17 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Kemerdekaan Ekonomi

BPS menunjukkan ekonomi Indonesia sebenarnya masih tumbuh cukup kuat. Pada kuartal II-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan.

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal

Tantangan terbesar RWA pada validasi aset, yaitu memastikan token didukung aset riil dengan nilai yang sesuai.

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James

Pengalaman panjang di industri keuangan membuat Direktur Keuangan Krom Bank semakin selektif dalam mengelola portofolio investasinya.

INDEKS BERITA

Terpopuler