Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia diperkirakan akan melebar di akhir 2026. Peningkatan impor, terutama akibat tingginya harga minyak dan belanja pemerintah, jadi faktor utama pelebaran tersebut.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memproyeksi, CAD Indonesia akan mencapai sekitar 1,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2026. Proyeksi tersebut meningkat dibandingkan realisasi CAD 2025 yang tercatat sebesar 0,11% dari PDB.
