Inalum Butuh Waktu Untuk Mengkaji Penyelamatan Krakatau Steel (KRAS)

Rabu, 17 April 2019 | 08:30 WIB
Inalum Butuh Waktu Untuk Mengkaji Penyelamatan Krakatau Steel (KRAS)
[]
Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) memiliki banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Pasalnya, dalam tujuh tahun terakhir, perusahaan ini terus merugi. Tantangan terbesar emiten ini adalah utang sepanjang 2018 sebesar US$ 2,49 miliar atau meningkat 10,45% dibandingkan tahun 2017 sebesar US$ 2,26 miliar.

Sedangkan rugi bersih KRAS yang senilai US$ 74,82 juta menurun dibandingkan 2017 sebesar US$ 81,74 juta. Selain itu, Krakatau Steel mencatatkan kenaikan pendapatan 20% menjadi US$ 1,73 miliar dibandingkan 2017 sebesar US$ 1,44 miliar. KRAS juga mencatatkan beban pokok pendapatan membengkak menjadi US$ 1,58 miliar pada 2018, dari US$ 1,23 miliar pada 2017.

Kini, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menjadi salah satu perusahaan yang disebut-sebut bakal membenahi keuangan Krakatau Steel. Ada kabar KRAS akan bergabung dalam Holding BUMN Pertambangan yang dipimpin Inalum.

Namun, terkait upaya perbaikan kinerja KRAS, sepertinya masih memakan waktu lama. Pasalnya, Inalum selaku induk holding baru melakukan kajian dan masih berlangsung lama. "Semua masih dikaji, masih agak lama," sebut Head of Corporate Communication Inalum, Rendi Witular kepada KONTAN, Selasa (16/4).

Sebelumnya Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, agenda utama KRAS adalah restrukturisasi utang. Tak hanya itu, dia juga bakal menggenjot efisiensi internal agar menekan beban. "Baik sifatnya organisasi, struktural, standard operating procedure, semua disederhanakan. Ini perusahaan besar, karyawan bisa di atas 10.000 jadi restrukturisasi harus cermat," kata dia.

Bagikan

Berita Terbaru

Bangkitnya Investasi Reksadana Syariah di Indonesia
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:33 WIB

Bangkitnya Investasi Reksadana Syariah di Indonesia

Reksadana syariah mengikuti prinsip Islam, yaitu menghindari riba gharar dan maysir dengan fokus pada aset halal seperti sukuk dan saham syariah. 

Rama Indonesia Ingin Akuisisi 59,24% Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:17 WIB

Rama Indonesia Ingin Akuisisi 59,24% Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

Pada 22 Januari 2026, Rama Indonesia berencana mengakuisisi 59,24% saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) dari modal disetor dan ditempatkan.

Erajaya Swasembada (ERAA) Siapkan Dana Rp 150 Miliar untuk Buyback Saham
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:09 WIB

Erajaya Swasembada (ERAA) Siapkan Dana Rp 150 Miliar untuk Buyback Saham

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor. ​

Pelemahan Rupiah Ikut Memicu IHSG Terkoreksi 1,37% Dalam Sepekan
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:02 WIB

Pelemahan Rupiah Ikut Memicu IHSG Terkoreksi 1,37% Dalam Sepekan

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), jadi salah satu penahan kinerja IHSG di sepanjang pekan ini. ​

Bayang-Bayang Bubble di Saham Teknologi
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:53 WIB

Bayang-Bayang Bubble di Saham Teknologi

Kinerja saham masih loyo di awal tahun 2026, emiten teknologi dibayangi bubble kecerdasan buatan (AI)

Harga Emas Terus Mencetak Rekor Tertinggi, Peluang Investasi Emas Masih Terbuka
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:30 WIB

Harga Emas Terus Mencetak Rekor Tertinggi, Peluang Investasi Emas Masih Terbuka

Kondisi geopolitik yang panas dingin membuat harga emas diprediksi bakal terus menanjak di tahun 2026.

Menghadirkan Politik Ekonomi Resilensi
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB

Menghadirkan Politik Ekonomi Resilensi

Ekonomi resiliensi diperlukan saat ini untuk bisa melindungi rakyat kebanyakan dari tekanan ekonomi.​

Menunggu Bunga Layu
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB

Menunggu Bunga Layu

Otoritas perlu lebih galak memastikan efisiensi perbankan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk bunga kredit yang rendah.

Strategi Raih Kebebasan Finansial ala Dirut RMK Energi, Vincent Saputra
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:15 WIB

Strategi Raih Kebebasan Finansial ala Dirut RMK Energi, Vincent Saputra

Dirut RMKE, Vincent Saputra, bagikan strategi investasinya dari saham AS hingga obligasi. Pelajari cara dia raih kebebasan finansial!

Penunjukan Ponakan Prabowo Hingga Intervensi BI jadi Sentimen Penggerak Rupiah
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00 WIB

Penunjukan Ponakan Prabowo Hingga Intervensi BI jadi Sentimen Penggerak Rupiah

Rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar di pasar spot naik 0,45% secara harian menjadi Rp 16.820 per dolar AS, Jumat (23/1).

INDEKS BERITA

Terpopuler