Independensi Bank Sentral, Masihkah Perlu?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada abad ke-12, Raja Henry II menunjuk Thomas Becket sebagai Uskup Agung Canterbury dengan kalkulasi politik yang sederhana. Thomas adalah sahabat karib raja, orang kepercayaannya, dan diharapkan tetap menjadi perpanjangan tangan kekuasaan kerajaan di dalam Gereja Inggris. Kalkulasi itu keliru. Setelah menjabat, Thomas justru mengambil jarak dari Istana dan membela otonomi institusi yang kini diwakilinya, bahkan ketika sikap itu membawanya pada konflik terbuka dengan Raja dan berakhir pada kematiannya.
Sejarah menunjukkan bahwa ternyata kedekatan dengan pusat kekuasaan tidak secara otomatis meniadakan independensi. Justru, dalam situasi seperti itu, pertanyaan tentang ketahanan sebuah lembaga menjadi nyata. Bukan siapa orangnya, melainkan apakah institusi memiliki kapasitas untuk tetap bekerja sesuai mandatnya ketika relasi personal dan tekanan politik saling berkelindan.
