Berita

Indonesia Power Siapkan 18 Proyek Energi Baru Terbarukan

Senin, 19 Agustus 2019 | 06:22 WIB

ILUSTRASI. PLTA Rajamandala

KONTAN.CO.ID - CIANJUR. PT Indonesia Power (IP) menyiapkan 18 proyek pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT). Proyek tersebut untuk mendukung target bauran energi bersih sebesar 23% pada tahun 2025.

Direktur Utama Indonesia Power, M. Ahsin Sidqi, mengungkapkan dari 18 proyek listrik EBT itu, mereka sudah merampungkan proyek pertama, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala. Pembangkit berkapasitas 47 megawatt (MW) ini sudah resmi beroperasi pada Juli 2019.

Namun manajemen Indonesia Power belum memerinci ke-18 proyek EBT tersebut. Satu hal yang pasti, proyek pembangkit ini meliputi aneka jenis EBT, khususnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan energi surya.

Ahsin mencontohkan, salah satu proyek yang akan bergulir adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di wilayah perairan Saguling, Bandung Barat. Pada tahap pertama, Indonesia Power berencana membangun hingga 90 MW bersama persiapan proyek transmisi 150 kV.

Hal itu supaya penyaluran setrum dari PLTS ini bisa dikombinasikan dengan PLTA Rajamandala. "Secepatnya, anak perusahaan kami sudah membuat proposal. Yang penting transmisi sudah siap, sehingga ada hybrid dari sesama pembangkit EBT," kata dia.

Selain dari sisi pembangkit, Indonesia Power akan terus mengembangkan program lingkungan unggulan mereka, yakni tempat olah sampah setempat (TOSS). Di samping mengolah sampah menjadi pellet, program TOSS Indonesia Power di sekitar Unit Pembangkitan (UP) PLTS Saguling ini akan mengubah gulma eceng gondok menjadi briket. "Program ini menggerakkan masyarakat. Jadi secara keekonomian, lingkungan dan dari sisi energi bisa terpenuhi," ujar Ahsin.

Potensi limbah eceng gondok yang bisa diolah mencapai 7 ton per hari dan bisa memproduksi hingga 3,5 ton briket dalam sehari. Jumlah itu setara batubara dengan nilai kalori antara 3.200 hingga 3.400 kcal/kg.

Alhasil, briket tersebut bisa dimanfaatkan sebagai substitusi batubara untuk bauran sumber energi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pengganti bahan bakar untuk mesin diesel atau untuk keperluan industri di wilayah Bandung dan sekitarnya. "Kami bisa kerjasama dengan pihak mana pun," ujar Ahsin.

Program TOSS sukses bergulir di Bali dan Lombok. Contohnya di PLTU Jeranjang. penggunaan olahan sampah ini bisa menutupi 5% bauran batubara dari pembangkit itu.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Yuwono triatmojo

IHSG
6.231,47
0.21%
-13,00
LQ45
980,77
0.21%
-2,03
USD/IDR
14.085
-0,10
EMAS
756.000
0,53%

Baca juga