Indosat Bakal Melepas Saham ISAT Hasil Buyback di Harga Rp 5.850

Rabu, 28 Februari 2024 | 15:40 WIB
Indosat Bakal Melepas Saham ISAT Hasil Buyback di Harga Rp 5.850
[ILUSTRASI. Gerai Indosat yang berada di salah satu pusat belanja di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) berencana melepas saham hasil buyback sebanyak 20.900 saham atau setara dengan 0,0003% dari total jumlah saham perusahaan yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ISAT menunjuk PT Mandiri Sekuritas yang akan melakukan penjualan saham hasil buyback tersebut. Adapun pelaksanaan pelepasan saham hasil buyback akan memperhatikan ketentuan persyaratan yang diatur dalam POJK 30/2017.

"Perseroan menetapkan waktu pelaksanaan pengalihan saham paling cepat 14 hari terhitung setelah keterbukaan informasi ini (27 Februari 2023)," kata Reski Damayanti, Corporate Secretary and Chief Legal and Regulatory Officer PT Indosat Tbk, dikutip Rabu (28/2). 

Atas rencana pelepasan saham hasil buyback tersebut manajemen Indosat menetapkan harga penjualan saham hasil pembelian kembali sesuai dengan Pasal 18 POJK 30/2017.

Berdasar beleid tersebut, harga pengalihan saham tidak boleh lebih rendah dari harga rata-rata pembelian kembali saham. Serta tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di Bursa Efek 1 hari sebelum tanggal penjualan saham atau harga rata-rata dari harga penutupan perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham oleh perusahaan, mana yang lebih tinggi.

Lebih lanjut Indosat menetapkan tanggal dimulainya penjualan saham hasil buyback ialah pada 12 Maret 2024 dan batas waktu berakhirnya periode penjualan hasil buyback pada 24 Januari 2028. Adapun harga minimal penjualan hasil buyback ialah Rp 5.850. 

Sesuai Pasal 26 POJK 30/2017 Indosat memastikan transaksi penjualan saham hasil buyback di BEI akan dilaksanakan melalui 1 Anggota Bursa Efek. Dalam hal ini ISAT telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas. 

Baca Juga: Tantangan Ekonomi Global di Sepanjang Tahun 2024

Sebagai informasi dikutip dalam keterbukaan informasi di BEI PT Indosat Tbk atauu Indosat Ooredoo Hutchison mencatatkan peningkatan pendapatan total sebesar 9,6% YoY menjadi Rp 51,22 triliun pada sepanjang tahun lalu.

Layanan selular, MIDI, dan telekomunikasi tetap Indosat masing-masing memberikan kontribusi sebesar 85,4%, 12,6%, dan 2,0% terhadap pendapatan usaha konsolidasian hingga akhir 2023.

 

 

Secara rinci pendapatan selular meningkat sebesar 8,7% dibandingkan tahun 2022. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan pendapatan data, jasa nilai tambah dan pendapatan interkoneksi yang diimbangi penurunan pendapatan telepon.

Kemudian pendapatan MIDI meningkat sebesar 13% dibandingkan tahun 2022, yang disebabkan oleh peningkatan pendapatan layanan IT, internet tetap dan pendapatan FTTH yang diimbangi dengan penurunan pendapatan konektivitas tetap.

Selanjutnya pendapatan telekomunikasi tetap meningkat sebesar 28,4% dibandingkan tahun 2022 dikontribusi oleh kenaikan pendapatan telepon internasional. 

Sementara itu untuk, EBITDA sebesar Rp 23,9 triliun atau meningkat sebesar 23,0% YoY. akibat kombinasi pertumbuhan pendapatan dan momentum optimalisasi biaya. 

Bagikan

Berita Terbaru

Hobi Unik Bos  Harta Djaya Karya (MEJA): Koleksi Jersey hingga Jam Tangan Lawas
| Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Hobi Unik Bos Harta Djaya Karya (MEJA): Koleksi Jersey hingga Jam Tangan Lawas

Dari sekian banyak koleksim ada dua yang paling ia banggakan. Pertama, jersey Bryan Robson, pemain Inggris, lengkap dengan tanda tangan asli.

Direktur Harta Djaya Karya Venantius Agung: Optimis Pada Prospek Emas Fisik
| Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Direktur Harta Djaya Karya Venantius Agung: Optimis Pada Prospek Emas Fisik

Venantius Agung Passionoraga tetap setia pada satu instrumen yang telah menemani lebih dari tiga dekade, yakni emas fisik.

Investor Masih Berhati-Hati, Kurva Imbal Hasil Obligasi Bergerak Mendatar
| Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Investor Masih Berhati-Hati, Kurva Imbal Hasil Obligasi Bergerak Mendatar

Investor meminta premi tinggi di tengah ketidak pastian fiskal dan prospek ekonomi yang belum pulih.

Jangan Belanja untuk Senang, Merana Kemudian
| Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Jangan Belanja untuk Senang, Merana Kemudian

Simak tanda-tanda terjebak doom spending, dan bagaimana cara mengatasinya.                          

Rapor Juli Positif, Bisakah Reksadana Saham Cuan Tahun Ini?
| Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Rapor Juli Positif, Bisakah Reksadana Saham Cuan Tahun Ini?

Rata-rata reksadana saham cetak kinerja positif sebulan terakhir. Namun, menutup tahun ini dengan kinerja positif, masih akan menantang.

Kapan Waktu yang Tepat Bagi Investor Melakukan Profit Taking?
| Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Kapan Waktu yang Tepat Bagi Investor Melakukan Profit Taking?

Profit taking terencana bukan tanda hilangnya keyakinan terhadap pasar. Melainkan menjaga hasil jerih payah agar tidak menguap.

Jersey Lokal Meraup Peluang Saat Demam Olahraga Meradang
| Minggu, 02 Agustus 2026 | 00:34 WIB

Jersey Lokal Meraup Peluang Saat Demam Olahraga Meradang

Tren olahraga kini melanda berbagai kalangan, seperti apa pengaruhnya ke bisnis jersey lokal dalam negeri?

Cabai Gendot dari Dieng yang Super Pedas
| Minggu, 02 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Cabai Gendot dari Dieng yang Super Pedas

​Di Jawa Barat, cabai gendot dikenal dengan nama cabai tit super, tit paris dan jatilaba. Asal-usul nama tit super dan tit paris tidak jelas.

Angkutan Antarkota Topang Bisnis Weha Transportasi Indonesia (WEHA)
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Angkutan Antarkota Topang Bisnis Weha Transportasi Indonesia (WEHA)

Pertumbuhan pendapatan ditopang bisnis jasa angkutan antarkota yang meningkat 16,7% yoy selama semester I-2026

Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) pada Semester I-2026 Melejit 2.440%
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) pada Semester I-2026 Melejit 2.440%

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat lonjakan laba signifikan di tengah merosotnya penjualan di semester I-2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler