Indosat (ISAT) Mengantongi Restu untuk Merger dengan Hutchinson 3

Rabu, 29 Desember 2021 | 04:45 WIB
Indosat (ISAT) Mengantongi Restu untuk Merger dengan Hutchinson 3
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain mengubah posisi komisaris dan direksi, PT Indosat Tbk (ISAT) mendapatkan izin penggabungan  (merger) bisnis dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  ISAT pada Selasa (28/12), menyepakati merger tersebut. 

Penggabungan usaha ini ditargetkan efektif pada 4 Januari 2022. Dalam merger ini, Indosat akan menjadi perusahaan penerima penggabungan usaha dan H3I akan bubar demi hukum, pada saat penggabungan selesai. 

Adapun pemegang saham Indosat akan memiliki 67,4% modal ditempatkan perusahaan penerima penggabungan. Sementara, pemegang saham H3I memegang 32,6% saham. ISAT berharap merger ini memberi manfaat strategis, antara lain penciptaan sinergi operasional, skala bisnis yang lebih besar dan struktur biaya yang lebih efisien. 

Baca Juga: Jajaran Komisaris dan Direksi Indosat (ISAT) Hasil RUPSLB, Selasa (28/12)

Selain itu, kualitas jaringan ISAT akan meningkat dan lebih siap meluncurkan 5G. Ini akan menguntungkan konsumen. Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengatakan, penggabungan usaha akan membawa dampak positif untuk kinerja ISAT ke depan. 

Merujuk pada survei, saat ini pengguna H3I adalah anak muda, lebih 90%, sehingga pemakaian data berpotensi meningkat. "Selain itu, merger ini juga bagus dalam hal efisiensi aset, di mana keduanya bisa saling bersinergi dan menekan belanja modal alias capital expenditure (capex)," jelas Cheryl, Selasa (28/12). 

Cheryl menambahkan, setelah merger, Indosat akan menjadi perusahaan telekomunikasi seluler terbesar kedua di Indonesia. Apabila merger berjalan baik, ini akan tercermin dalam peningkatan kinerja ISAT paling tidak di semester I-2022. 

Secara umum, bisnis telekomunikasi masih memiliki prospek menarik ke depan. Perkembangan teknologi informasi yang pesat memicu konsumsi data yang semakin besar. Apalagi saat ini kebutuhan digitalisasi di masyarakat meningkat.

Cheryl menyarankan, investor selalu mencermati perkembangan merger ISAT sampai dengan tanggal 4 Januari 2022. Dia juga menyarankan investor melakukan buy on support saham ISAT di level Rp 5.500 hingga Rp 5.750. Sedangkan target harga ISAT di Rp 6.500 per saham. 

Baca Juga: Era Baru Industri Telekomunikasi: Teknologi 5G, Jaringan Andal dan Harga Terjangkau

Selasa (28/12), harga saham ISAT ditutup melemah 0,85% pada harga Rp 5.850 per saham. Dalam sepekan terakhir, harga saham ISAT telah menguat 0,43%.

Bagikan

Berita Terbaru

Pergerakan Rupiah Dibayangi Sejumlah Risiko
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:19 WIB

Pergerakan Rupiah Dibayangi Sejumlah Risiko

Nilai tukar rupiah diprediksi volatil pekan depan. Ketahui rentang pergerakan dan faktor pemicu utama yang harus diwaspadai investor.

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Simak Rencana Ekspansi BELL
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:16 WIB

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Simak Rencana Ekspansi BELL

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mendorong inovasi di tengah persaingan ketat industri tekstil

Strategi Investasi Direktur WINE: Memilih Aman dengan Investasi Minim Risiko
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:12 WIB

Strategi Investasi Direktur WINE: Memilih Aman dengan Investasi Minim Risiko

Melihat strategi investasi Ketut Sumarwan, Direktur Keuangan PT Hatten Bali Tbk (WINE) yang memilih aset aman

Pergadaian Mengincar Berkah dari Emas
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:54 WIB

Pergadaian Mengincar Berkah dari Emas

Prediksi kenaikan harga emas 2026 melambat, tapi Pegadaian tetap targetkan laba Rp 9 triliun.                  

Pembiayaan Bank Syariah Kian Merekah
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:51 WIB

Pembiayaan Bank Syariah Kian Merekah

Industri perbankan syariah cetak pertumbuhan double digit akhir 2025. BSI memimpin dengan kenaikan pembiayaan 14,49%. 

Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:35 WIB

Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur

Aksi merger Pelni, Pelindo dan ASDP Indonesia Ferry  masih dalam tahap kajian dan menunggu arahan lebih lanjut.

Mewaspadai Dana Asing Hengkang Setelah Lembaga Pemeringkat Beri Peringatan
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:16 WIB

Mewaspadai Dana Asing Hengkang Setelah Lembaga Pemeringkat Beri Peringatan

S&P memberikan peringatan terkait peningkatan tekanan fiskal di Indonesia. Pasar mencemaskan defisit anggaran dan kebijakan pendanaan pemerintah. 

Menjaga Amanah LPDP
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:15 WIB

Menjaga Amanah LPDP

Memperkuat ekosistem menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk bisa membuat investasi pendidikan LPDP berbuah.

Ekstasi Pemberantasan Korupsi
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:00 WIB

Ekstasi Pemberantasan Korupsi

Mekanisme perampasan aset yang masih berbentuk rancangan beleid harus menjadi agenda utama pemberantasan korupsi.​

Peringatan Dini Agar Pemerintah Berbenah
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:00 WIB

Peringatan Dini Agar Pemerintah Berbenah

Giliran S&P mewanti-wanti Indonesia terkait bengkaknya bunga utang yangb memperngaruhi profil utang RI

INDEKS BERITA

Terpopuler