Industri F&B Optimistis Tumbuh 6,5%

Senin, 21 September 2026 | 07:19 WIB
Industri F&B Optimistis Tumbuh 6,5%
[ILUSTRASI. Belanja ritel (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 6,5% hingga akhir tahun ini. Angka tersebut sama dengan target yang ditetapkan industri sejak awal tahun.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, target tersebut tetap dipertahankan di tengah sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama dari sisi bahan baku, nilai tukar, energi, hingga logistik.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Menakar Prospek PTRO saat Pendapatan dan Laba Meningkat
| Senin, 21 September 2026 | 08:22 WIB

Menakar Prospek PTRO saat Pendapatan dan Laba Meningkat

PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih signifikan pada semester I-2026

Menkeu Perlu Evaluasi Restitusi Pajak
| Senin, 21 September 2026 | 08:21 WIB

Menkeu Perlu Evaluasi Restitusi Pajak

Penahanan restitusi perlu direvisi karena menekan arus kas perusahaan dan berimbas pada aktivitas ekonomi

Ambisi Kuliah Gratis di Kampus Negeri
| Senin, 21 September 2026 | 08:18 WIB

Ambisi Kuliah Gratis di Kampus Negeri

Presiden Prabowo menyebut dana sitaan hasil korupsi bisa untuk mendanai pendidikan gratis d perguruan tinggi

Ujian APBN di Penghujung Tahun
| Senin, 21 September 2026 | 08:12 WIB

Ujian APBN di Penghujung Tahun

Kinerja fiskal hingga Agustus masih positif, tetapi percepatan belanja dan dampaknya terhadap ekonomi menjadi tantangan​

Pelaksanaan E50 Butuh Ekosistem Bioetanol yang Matang
| Senin, 21 September 2026 | 07:58 WIB

Pelaksanaan E50 Butuh Ekosistem Bioetanol yang Matang

Target bioetanol 50% atau E50 yang terkait dengan bahan baku pangan, masih terbentur kesiapan infrastruktur yang belum matang.

Garuda Maintenance (GMFI) Memperbaiki Laba dan Ekuitas
| Senin, 21 September 2026 | 07:42 WIB

Garuda Maintenance (GMFI) Memperbaiki Laba dan Ekuitas

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga semester I-2026.

Hartadinata (HRTA) Incar Pertumbuhan Pendapatan 60%
| Senin, 21 September 2026 | 07:34 WIB

Hartadinata (HRTA) Incar Pertumbuhan Pendapatan 60%

Bergini jurus  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) untuk mencapai pertumbuhan dua digit, bahkan sampai 60% di tahun 2026.

MoraRepublic (MORA) Ekspansi Jaringan Kabel Laut
| Senin, 21 September 2026 | 07:27 WIB

MoraRepublic (MORA) Ekspansi Jaringan Kabel Laut

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mendapatkan permintaan cukup kuat terutama dari ritel untuk kiiabel laut.

Ketidakpastian Masih Tinggi, Harga Emas Bergerak Volatil
| Senin, 21 September 2026 | 07:27 WIB

Ketidakpastian Masih Tinggi, Harga Emas Bergerak Volatil

Sentimen geopolitik, arah kebijakan bank sentral AS dan imbal hasil US Treasury menjadi faktor utama yang akan menentukan arah logam mulia.

Nilai Aset Saham Haji Isam Menggemuk Lebih dari Dua Kali Lipat, BYAN Jadi Penentu
| Senin, 21 September 2026 | 07:26 WIB

Nilai Aset Saham Haji Isam Menggemuk Lebih dari Dua Kali Lipat, BYAN Jadi Penentu

Dengan harga Rp 13.825 per saham, 30% saham BYAN yang akan dibeli Jhonlin Baratama memiliki nilai pasar sekitar Rp 138,25 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler