Inflasi AS Menurun, Begini Proyeksi Rupiah Hari Ini (11/11)

Jumat, 11 November 2022 | 04:45 WIB
Inflasi AS Menurun, Begini Proyeksi Rupiah Hari Ini (11/11)
[]
Reporter: Avanty Nurdiana, Nur Qolbi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada kabar gembira dari Amerika Serikat (AS). Inflasi AS di Oktober ternyata cuma 7,7%, lebih rendah dari konsensus proyeksi pasar di 7,9%. Realisasi tersebut juga lebih rendah dari inflasi September yang mencapai 8,2%.

Karena itu, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi yakin kurs rupiah berpeluang menguat. Inflasi yang lebih rendah ini membuat pelaku pasar berekspektasi The Fed akan lebih lunak dalam membuat kebijakan moneternya. 

Baca Juga: Tak Berdaya, Rupiah Jisdor Melemah ke Rp 15.701 Per Dolar AS Pada Kamis (10/11)

Ibrahim memperkirakan, The Fed kemungkinan cuma menaikkan suku bunga 25-50 bps di akhir tahun. "Bahkan bisa saja The Fed belum akan menaikkan bunga alias dovish," kata dia, kemarin. 

Tapi Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai, ekspektasi The Fed melonggarkan sikap agresif dalam pengetatan kebijakan moneter masih sulit terwujud. 

Sutopo memprediksi rupiah Jumat (11/11) bakal melemah dan bergerak antara Rp 15.643-Rp 15.745. Proyeksi Ibrahim, rupiah bergerak di kisaran Rp 15.670-Rp 15.740 per dollar AS. 

Kemarin, kurs spot rupiah turun 0,23% ke Rp 15.694. Kurs Jisdor melemah 0,3% menjadi Rp 15.701 per dollar AS.

Baca Juga: Tengah Hari (10/11), Rupiah Spot Melemah 0,26% ke Rp 15.697 Per Dolar AS

Bagikan

Berita Terbaru

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol
| Minggu, 08 Februari 2026 | 10:00 WIB

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol

Meski kecil, biaya subscription rupanya bisa berdampak ke keuangan. Simak cara mengatasinya!        

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN
| Minggu, 08 Februari 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN

Sikap Moody's Ratings mengubah prospek peringkat Pemerintah Indonesia, menambah sentimen negatif di pasar obligasi. Masih layak beli?

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 07:05 WIB

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan

Kebijakan Bali yang membatasi ukuran botol AMDK menjadi ujian bagi industri, dan mendorong CLEO membuktikan komitmennya.

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:15 WIB

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu

Kepastian absennya subsidi sepeda motor listrik membuat pasar bergerak tanpa insentif. Bagaimana strategi produsen?

 
Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:10 WIB

Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.876 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,53%. 

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00 WIB

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula

Perjalanan karier membawa Jordan Simanjuntak, Chief Marketing Officer Triv ini berinvestasi di aset kripto

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:15 WIB

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!

Dengan harga terjangkau, cita rasa lokal, dan bisa dinikmati siapa saja, usaha jajanan pasar menawarkan peluang yang men

Menyoal Independensi BI
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10 WIB

Menyoal Independensi BI

Dalam revisi UU P2SK, BI akan dibekali mandat tambahan; mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

INDEKS BERITA

Terpopuler