Inflasi dan Stok Berlebih Membuat Harga Minyak Jeblok

Jumat, 15 Juli 2022 | 04:05 WIB
Inflasi dan Stok Berlebih Membuat Harga Minyak Jeblok
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kembali jatuh. Inflasi Amerika Serikat (AS) yang tinggi, mencapai 9,1% secara tahunan, menimbulkan kekhawatiran resesi dan penurunan permintaan akan minyak mentah. 

Kamis (14/7), per pukul 19.30 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Agustus 2022 turun 2,38% ke US$ 94,01 per barel. Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, harga minyak dalam tekanan setelah inflasi AS melejit tinggi. 

Bersamaan dengan itu, data Energy Information Administration (EIA) secara mengejutkan menunjukkan penambahan stok minyak mentah AS sebesar 3,25 juta barel. "Padahal konsensus analis memperkirakan pasokan minyak turun sebesar 154.000 barel," kata Lukman, Kamis (14/7). Pada saat yang sama, permintaan bensin di AS menurun 8,06 juta barel per hari karena kenaikan harga. 

Baca Juga: Moskow Peringatkan Pembatasan Harga Minyak Rusia Oleh G7 Justru Akan Kerek Harga Naik

Minggu ini, Presiden AS Joe Biden aktif meminta Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menambah pasokan di pasar. Sejak Rabu lalu, Biden tengah melakukan tur ke Timur Tengah dan mengunjungi Arab Saudi. 

Biden juga berharap pasokan minyak ke Eropa bisa mengalir lebih lancar. Sebelumnya, pasokan dari Rusia terhambat akibat embargo. 

Menurut Lukman, saat ini kondisi permintaan dan pasokan sudah mulai seimbang. Pasokan minyak dunia melonjak 690.000 barel per hari menjadi 99,5 juta barel pada Juni. "Kenaikan ini terjadi karena produksi Rusia, Amerika Serikat dan Kanada yang lebih tinggi, sehingga mampu mengimbangi kekurangan pasokan yang berasal dari Kazakhstan," tutur dia. 

Lukman memperkirakan, suplai minyak berpotensi melebihi permintaan di kuartal IV tahun ini. Penyebabnya, kekhawatiran terjadinya perlambatan ekonomi membuat kebutuhan minyak menurun. Inflasi tinggi akan membuat AS kembali menaikkan suku bunga lebih agresif dan menimbulkan resesi. 

Menurut Lukman, harga minyak mentah bisa saja kembali naik jika ada gangguan pasokan lagi. Misal terjadi penghentian pasokan gas dari Rusia ke Eropa secara permanen. Lukman memprediksi harga minyak dalam jangka pendek akan bergerak di area US$ 95-US$ 115. Sedangkan di akhir tahun nanti, harga minyak akan bergerak di kisaran US$ 85-US$ 105 per barel.

Baca Juga: Ekonomi Global Tertekan Inflasi dan Perang, RI Diuntungkan Kenaikan Harga Komoditas

Bagikan

Berita Terbaru

Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) Memperkuat Bisnis Pergudangan
| Senin, 19 Januari 2026 | 05:20 WIB

Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) Memperkuat Bisnis Pergudangan

Permintaan  kawasan MM2100 kini cukup kuat, khususnya dari sektor data center, farmasi, otomotif, elektronik, logistik, juga makanan dan minuman.

Sebanyak 26.000 Unit Kopdes Tengah Dibangun
| Senin, 19 Januari 2026 | 05:20 WIB

Sebanyak 26.000 Unit Kopdes Tengah Dibangun

Pemeirntah mencatat ada sebanyak 41.000 titik lahan yang sudah tersertifikasi untuk dibangun Kopdes.

Pencarian Korban Pesawat ATR  IAT Masih Berlanjut
| Senin, 19 Januari 2026 | 05:05 WIB

Pencarian Korban Pesawat ATR IAT Masih Berlanjut

Tim SAR gabungan menemukan serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat ATR 42-500 milik IAT di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.

Negara Gugat 6 Korporasi  Senilai Rp 4,84 Triliun
| Senin, 19 Januari 2026 | 05:00 WIB

Negara Gugat 6 Korporasi Senilai Rp 4,84 Triliun

Pemerintah lewat Kementerian LH/BPLH menggugat enam korporasi terduga penyebab bencana longsor di Sumatra Utara

Syarat DP 0% Lebih Longgar, Risiko Kredit Macet Mengintai
| Senin, 19 Januari 2026 | 04:55 WIB

Syarat DP 0% Lebih Longgar, Risiko Kredit Macet Mengintai

OJK memberi obat bagi industri pembiayaan untuk menyiasati lesunya pasar otomotif, dengan merelaksasi aturan uang muka 0%. 

Menanti Arah Suku Bunga BI, Cek Peluang Kenaikan IHSG Awal Pekan Ini
| Senin, 19 Januari 2026 | 04:50 WIB

Menanti Arah Suku Bunga BI, Cek Peluang Kenaikan IHSG Awal Pekan Ini

IHSG berpeluang naik terbatas, tapi investor perlu mewaspadai risiko global serta potensi aksi profit taking

Bedah Robotik Bikin Kinerja SILO Tahun Ini Makin Ciamik
| Senin, 19 Januari 2026 | 04:46 WIB

Bedah Robotik Bikin Kinerja SILO Tahun Ini Makin Ciamik

Prospek emiten rumah sakit milik Grup Lippo ini ditopang sejumlah ekspansi agresif yang dilakukan perseroan

Proyek Hilirisasi Danantara Jadi Angin Segar untuk Emiten Mind Id
| Senin, 19 Januari 2026 | 04:44 WIB

Proyek Hilirisasi Danantara Jadi Angin Segar untuk Emiten Mind Id

Emiten anggota holding BUMN Pertambangan MIND ID akan terlibat langsung di proyek BPI Danantara yang akan groundbreaking Februari mendatang.

Samudera Indonesia (SMDR) Menambah Armada di Tahun Kuda
| Senin, 19 Januari 2026 | 04:20 WIB

Samudera Indonesia (SMDR) Menambah Armada di Tahun Kuda

SMDR menilai prospek industri pelayaran dan logistik global masih terbuka, di tengah dinamika perdagangan dunia dan risiko geopolitik.

Bisnis Asuransi Properti Diramal Masih Bisa Tumbuh
| Senin, 19 Januari 2026 | 04:15 WIB

Bisnis Asuransi Properti Diramal Masih Bisa Tumbuh

Industri asuransi umum berupaya menjaga bisnis asuransi properti tetap tegar berdiri di tengah himpitan daya beli.

INDEKS BERITA