Inggris Bersiap Menaikkan Tarif Pajak untuk Membiayai Jaminan Kesehatan

Sabtu, 04 September 2021 | 10:30 WIB
Inggris Bersiap Menaikkan Tarif Pajak untuk Membiayai Jaminan Kesehatan
[ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengalami kesulitan dengan payung saat kunjungan ke National Memorial Arboretum di Alrewas, Staffordshire, Britain, Rabu (28/7/2021). Christopher Furlong/Pool via REUTERS]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Pemerintah Inggris merencanakan kenaikan tarif pajak untuk membantu mendanai jaminan sosial bagi orang dewasa serta National Health Service (NHS). Kenaikan tarif pajak itu akan menyasar sekitar 25 juta orang penduduk Inggris, demikian pemberitaan berbagai media di negeri tersebut, Jumat (3/9).

Masalah pendanaan NHS, layanan kesehatan yang dikelola negara, menyediakan perawatan kesehatan yang gratis pada titik penggunaan selama lebih dari 70 tahun, kerap mengundang pro kontra di Inggris. Pemerintah kerap dipusingkan memenuhi biaya pendanaan yang terus meningkat.

The Telegraph dan The Times mengatakan pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tingkat iuran jaminan sosial Asuransi Nasional antara 1 dan 2 poin persentase sebagai imbalan untuk membatasi jumlah yang harus dikeluarkan seseorang untuk biaya perawatan sosial dalam hidup mereka.

 Baca Juga: Operation Bright Star, latihan militer gabungan yang diikuti 21 negara termasuk AS

"Pekerjaan sedang berlangsung dan saya yakin kami akan segera mendengar hasilnya. Belum ada keputusan final,” kata Menteri Kehakiman Robert Buckland kepada Sky News ketika ditanya tentang laporan tersebut. "

Jika terealisasi, kebijakan itu bertentangan dengan janji yang dinyatakan Partai Konservatif saat pemilihan umum 2019. Saat itu, partai asal Perdana Menteri Boris Johnson menyatakan tidak akan menaikkan tarif pajak penghasilan, pajak penjualan, atau tarif kepesertaan Asuransi Nasional.

“Masyarakat Inggris cukup masuk akal untuk mengetahui bahwa ketika menyangkut masalah kepedulian sosial, kami harus menemukan cara untuk mendanainya secara memadai,” kata Buckland kepada BBC News.

Setelah memenangkan pemilihan 2019 dengan mayoritas parlemen yang besar, Johnson mengatakan dia memiliki rencana yang jelas untuk memperbaiki krisis dalam perawatan sosial. Namun agendanya segera terhalang oleh pandemi Covid-19. Laporan mengatakan pengumuman bisa datang minggu depan.

Sebelum pemilihan pada tahun 2017, pendahulu Johnson Theresa May melihat keunggulan besar partainya dalam jajak pendapat berkurang setelah dia mengusulkan bahwa warga harus menanggung kewajiban yang lebih besar dalam membiayai program jaminan sosial. Para lawan politik May menjuluki rencana itu sebagai pajak demensia.

Kantor Johnson mendukung kenaikan pajak sebesar 1%, sementara kementerian keuangan kemungkinan melihat tingkat kenaikan yang lebih tinggi hingga 1,25%, Telegraph melaporkan. The Times mengatakan menteri kesehatan Sajid Javid telah mengusulkan kenaikan tarif pajak hingga 2%.

 Baca Juga: Negara bagian Victoria di Australia catat 190 kasus Covid-19 lokal

Partai Buruh, yang merupakan oposisi, mengatakan langkah itu akan memukul masyarakat berpenghasilan rendah, kaum muda dan bisnis.

The Telegraph mengatakan bahwa sebagai imbalan atas kontribusi yang lebih tinggi, pemerintah akan membatasi jumlah yang dihabiskan seseorang untuk biaya perawatan sosial selama hidup mereka, mungkin antara 60.000 pound hingga 80.000 pound.

Ini juga akan meningkatkan tingkat aset yang dapat dimiliki seseorang sambil juga menerima bantuan pemerintah untuk menutupi biaya perawatan sosial. Kedua tindakan itu bertujuan untuk melindungi orang dengan lebih baik dari keharusan menjual rumah mereka untuk membayar perawatan, kata Telegraph.

Paket itu juga akan mencakup dana tambahan untuk NHS untuk membantu mengatasi daftar tunggu yang meningkat selama pandemi Covid-19, tambah laporan itu.

Selanjutnya: Sektor Jasa China dan Jepang Menurun di Agustus 2021

 

Bagikan

Berita Terbaru

Kenaikan Harga CPO dan Wacana B50 Diprediksi Membawa Berkah Bagi DSNG
| Selasa, 10 Maret 2026 | 05:32 WIB

Kenaikan Harga CPO dan Wacana B50 Diprediksi Membawa Berkah Bagi DSNG

Menyeruaknya perang di Timur Tengah membuat harga komoditas terkerek naik, salah satunya adalah minyak nabati dan CPO.

PANI dan CBDK Kompak Mencetak Pertumbuhan Laba Pada 2025
| Selasa, 10 Maret 2026 | 05:10 WIB

PANI dan CBDK Kompak Mencetak Pertumbuhan Laba Pada 2025

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat pertumbuhan laba pada 2025.

TLKM Divestasi AdMedika ke Fullerton Health
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:54 WIB

TLKM Divestasi AdMedika ke Fullerton Health

Penandatangan CSPA dengan Fullerton Health merupakan langkah menuju realisasi divestasi penuh AdMedika Group

PGN Perkuat Infrastruktur Gas Bumi Terintegrasi
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:49 WIB

PGN Perkuat Infrastruktur Gas Bumi Terintegrasi

Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah

Masyarakat Diminta Jangan Panic Buying
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:46 WIB

Masyarakat Diminta Jangan Panic Buying

Pemerintah memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman. Pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.

 Pemerintah Akui Pasokan Batubara PLTU Tak Aman
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:42 WIB

Pemerintah Akui Pasokan Batubara PLTU Tak Aman

Penurunan hari operasi pembngkit (HOP) PLTU mengindikasikan ada persoalan pada distribusi batubara domestik

Pemerintah Tak Mengerek Harga BBM Bersubsidi
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:35 WIB

Pemerintah Tak Mengerek Harga BBM Bersubsidi

Jika harga minyak dunia bertahan di atas US$ 100 per barel, maka belanja subsidi tembus Rp 309 triliun

SMI Cari Pendanaan Rp 24 Triliun di 2026
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:35 WIB

SMI Cari Pendanaan Rp 24 Triliun di 2026

Kebutuhan pendanaan akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas.

Pendapatan Merosot, Laba Ultrajaya (ULTJ) Naik Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:05 WIB

Pendapatan Merosot, Laba Ultrajaya (ULTJ) Naik Dua Digit Pada 2025

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat pertumbuhan laba bersih di tengau merosotnya penjualan di sepanjang tahun 2025. ​

Prospek Emiten CPO dan Batubara Terancam Regulasi
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:05 WIB

Prospek Emiten CPO dan Batubara Terancam Regulasi

Prospek emiten CPO dan batubara diadang kebijakan kenaikan tarif ekspor dan pemangkasan kuota produksi.

INDEKS BERITA

Terpopuler