Ingin Hidupkan Kembali Ekonominya, Thailand Buka Kembali Pintu Bagi Turis Asing

Rabu, 16 Juni 2021 | 21:39 WIB
Ingin Hidupkan Kembali Ekonominya, Thailand Buka Kembali Pintu Bagi Turis Asing
[ILUSTRASI. Sentra vaksinasi di Bangkok, Thailand, 21 Mei 2021. REUTERS/Athit Perawongmetha]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Setelah lebih dari setahun melakukan pembatasan perjalanan, Thailand akan terbuka kembali bagi pengunjung dalam 120 hari mendatang. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, Rabu (16/6), menyatakan keputusan itu diambil setelah menimbang berbagai risiko, dan bertujuan untuk menghidupkan kembali ekonomi Negeri Gajah Putih itu yang tengah lesu.

Thailand telah mengamankan 105,5 juta dosis vaksin virus corona untuk tahun ini, lebih tinggi daripada target semula. Dalam pidato yang disiarkan jaringan televisi, Prayuth menyatakan, negerinya akan mencari lebih banyak pasokan di tahun depan.

Prayuth menambahkan bahwa negara itu berencana untuk memberikan rata-rata 10 juta suntikan vaksin virus corona setiap bulan, mulai Juli dan seterusnya. Program vaksinasi itu tidak lepas dari agenda Bangkok untuk membuka kembali pintunya bagi pelancong yang divaksinasi penuh, lokal dan asing, tanpa persyaratan karantina.

Baca Juga: Dorong pemulihan industri pariwisata, Traveloka jalin kerja sama dengan Citilink

"Pembukaan kembali negara adalah salah satu cara penting untuk mulai mengurangi penderitaan besar orang-orang yang kehilangan kemampuan untuk mendapatkan penghasilan. Ketika kita mempertimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat, sekarang saatnya bagi kita untuk mengambil risiko yang diperhitungkan itu,” tutur Prayuth.

Dia mengatakan dia bertujuan untuk menyatakan Thailand terbuka penuh dalam waktu 120 hari dan untuk pusat-pusat pariwisata yang siap, "untuk melakukannya lebih cepat".

Dia mengatakan risiko itu perlu dan negara tidak bisa menunggu untuk menyelesaikan semua vaksinasi dan penyebaran virus berhenti. Phuket, salah satu tujuan wisata populer di Thailand, akan menjadi lokasi percontohan pembukaan kembali mulai 1 Juli mendatang.

Persyaratan masuk yang ketat dan tindakan karantina membantu mengendalikan wabah virus corona di Thailand hingga beberapa bulan terakhir. Tetapi pembatasan membuat jumlah kedatangan turun menjadi sebagian kecil dari hampir 40 juta pengunjung pada 2019. Padahal, ekonomi Thailand sangat bergantung pada sektor pariwisata. Thailand kehilangan sekitar $50 miliar dalam pendapatan pariwisata tahun lalu - anjlok 82%.

Prayuth mendesak masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi secepat mungkin dan mengatakan target pembukaan kembali hanya dapat dipenuhi jika vaksin dikirimkan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Selanjutnya: Risiko Pandemi Masih Tinggi Tapi India Membuka Kunjungan Wisatawan ke Taj Mahal

 

Selanjutnya: Risiko Pandemi Masih Tinggi Tapi India Membuka Kunjungan Wisatawan ke Taj Mahal

 

Bagikan

Berita Terbaru

Asing Kabur Terus dari Pasar Saham, Mampukah Likuiditas Domestik Menyelamatkan IHSG?
| Selasa, 21 April 2026 | 09:35 WIB

Asing Kabur Terus dari Pasar Saham, Mampukah Likuiditas Domestik Menyelamatkan IHSG?

IHSG Belum berpijak pada fondasi yang kokoh, melainkan masih rentan karena sekadar bergantung pada perputaran likuiditas yang tersisa.

Menyelisik Jejak Pengendali Baru BIKE, Dimiliki Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat
| Selasa, 21 April 2026 | 08:31 WIB

Menyelisik Jejak Pengendali Baru BIKE, Dimiliki Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat

Pemegang saham mayoritas PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) punya track record buruk di saham MENN.

Pendapatan Turun dan Rugi Bengkak Rp 5,4 T, Anak Usaha ADHI Kini Hadapi Gugatan PKPU!
| Selasa, 21 April 2026 | 08:05 WIB

Pendapatan Turun dan Rugi Bengkak Rp 5,4 T, Anak Usaha ADHI Kini Hadapi Gugatan PKPU!

Jerat PKPU yang membelit anak usaha ADHI merupakan manifestasi dari tekanan likuiditas sistemik yang menghantui BUMN Karya.

Indointernet (EDGE) Go Private, Pengendali Tawarkan Tender Sukarela
| Selasa, 21 April 2026 | 07:43 WIB

Indointernet (EDGE) Go Private, Pengendali Tawarkan Tender Sukarela

Harga penawaran tender sukarela Rp 11.500 per saham. Nilai ini mencerminkan premi 141,2%, di atas rata-rata harga tertinggi selama 90 hari.

Kantongi Restu RUPS, Wahana Interfood (COCO) Bakal Menggelar Rights Issue
| Selasa, 21 April 2026 | 07:38 WIB

Kantongi Restu RUPS, Wahana Interfood (COCO) Bakal Menggelar Rights Issue

Aksi rights issue akan digelar COCO usai mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat, (17/4).​

Eksekusi Proyek Pembangkit, Kinerja PGEO bisa Terungkit
| Selasa, 21 April 2026 | 07:32 WIB

Eksekusi Proyek Pembangkit, Kinerja PGEO bisa Terungkit

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai mengeksekusi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4.

Tahun 2025, Kinerja Emiten Jasa Konstruksi Bervariasi
| Selasa, 21 April 2026 | 07:26 WIB

Tahun 2025, Kinerja Emiten Jasa Konstruksi Bervariasi

Jika ditelisik, kinerja emiten konstruksi swasta, baik dari sisi top line maupun bottom line lebih unggul dibandingkan emiten BUMN karya.

Ketika BEI Butuh Penyedia Likuiditas Agar Bursa Berkualitas
| Selasa, 21 April 2026 | 07:06 WIB

Ketika BEI Butuh Penyedia Likuiditas Agar Bursa Berkualitas

BEI mengklaim, liquidity provider dapat meningkatkan kualitas perdagangan melalui penyempitan bid-ask spread.

 Menakar Plus Minus Bila OJK Didanai APBN
| Selasa, 21 April 2026 | 07:05 WIB

Menakar Plus Minus Bila OJK Didanai APBN

​Wacana pendanaan OJK dari APBN menggantikan iuran industri menuai sorotan, dinilai berisiko memicu intervensi politik 

Kinerja ICBP Ditekan Kenaikan Harga Bahan Baku
| Selasa, 21 April 2026 | 07:00 WIB

Kinerja ICBP Ditekan Kenaikan Harga Bahan Baku

Manajemen ICBP targetkan pertumbuhan penjualan 5%-7% di 2026 dan margin EBIT 20%-22%. Cek potensi cuan sahamnya!

INDEKS BERITA

Terpopuler