Ini Honor yang Dijanjikan Rezim Militer Myanmar untuk Pelobi Politik

Kamis, 11 Maret 2021 | 04:00 WIB
Ini Honor yang Dijanjikan Rezim Militer Myanmar untuk Pelobi Politik
[ILUSTRASI. Gas air mata dan gas pemadam api mengepul dalam aksi unjuk rasa menolak kudeta militer di Naypyitaw, Myanmar, 8 Maret 2021.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kudeta militer di Myanmar membuka peluang bisnis bagi para pelobi politik tingkat dunia. Mengutip Reuters, junta militer yang berkuasa di Myanmar membayar fee hingga US$ 2 juta ke perusahaan Israel Kanada untuk membantu menjelaskan situasi yang terjadi di negerinya ke Amerika Serikat (AS) dan berbagai negara, termasuk lembaga internasional. 

Konsultan politik yang disewa Myanmar adalah Ari Ben-Menashe dan perusahaannya, Dickens & Madson Canada. Mereka bertugas untuk menyuarakan kepentingan junta militer Myanmar di Washington. Ben-Menashe juga bertugas melobi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Israel dan Rusia, serta badan-badan internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perusahaan yang berbasis di Montreal ini akan "membantu perancangan dan pelaksanaan kebijakan untuk pembangunan yang menguntungkan bagi Republik Persatuan Myanmar, dan juga membantu menjelaskan situasi nyata di Negara tersebut," demikian kesepakatan yang tercantum dalam kesepakatan antara perusahaan itu dengan Myanmar. Penyerahan salinan kesepakatan itu ke Departemen Kehakiman AS berikut publikasinya, Senin (8/3), merupakan bagian dari pemenuhan kepatuhan perusahaan tersebut atas Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing di AS.

Baca Juga: Pemohon visa AS yang ditolak oleh Trump kini dapat mengajukan permohonan kembali

Juru bicara dari rezim militer Myanmar tidak menjawab permintaan konfirmasi yang disampaikan Reuters melalui telepon.

Ben-Menashe menyatakan kepada Reuters bahwa dia mendapat tugas untuk meyakinkan AS bahwa para jenderal Myanmar ingin bergerak lebih dekat ke Barat dan menjauh dari China. Dia mengatakan para jenderal ingin memukimkan kembali Muslim Rohingya yang melarikan diri dari serangan militer tahun 2017 di mana PBB menuduh para jenderal yang sama menjadi pengawas dari gelombang aksi genosida.

“Sangat tidak masuk akal bahwa dia dapat meyakinkan AS tentang narasi yang dia usulkan,” kata John Sifton, direktur advokasi Asia di Human Rights Watch.

Dokumen lain yang diserahkan Ben-Menashe ke Kementerian Kehakiman menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan versi rezim militer Myanmar, Jenderal Mya Tun Oo, akan membayar fee lobi senilai US$ 2 juta.

Mya Tun Oo dan jenderal top lainnya telah mendapatkan sanksi dari Kementerian Keuangan AS dan Pemerintah Kanada. Jadi, dokumen kesepakatan itu mengatakan pembayaran baru akan terjadi "jika diizinkan secara hukum".

Pengacara mengatakan kepada Reuters bahwa Ben-Menashe bisa jadi melanggar sanksi tersebut.

AS dan Kanada menjatuhkan sanksi atas rezim militer di Myanmar menyusul kebijakan represif mereka. Lebih dari 60 pengunjuk rasa tewas dan 1.900 orang telah ditangkap sejak 1 Februari, ketika para jenderal Myanmar merebut kekuasaan dan menahan para pemimpin sipil termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi.

“Sejauh ia memberikan layanan kepada pihak-pihak yang terkena sanksi dari Amerika Serikat tanpa izin, itu akan tampak sebagai pelanggaran hukum AS,” kata Peter Kucik, mantan penasihat sanksi senior di Kementerian Keuangan AS.

Baca Juga: AS blokir upaya junta Myanmar untuk kosongkan rekening Fed New York Rp 14,264 triliun

Kementerian Keuangan AS menolak untuk berkomentar.

Ben-Menashe mengatakan kepada Reuters, bahwa dia telah menerima nasihat hukum yang menyatakan dia membutuhkan lisensi dari Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Kementerian Keuangan AS dan Pemerintah Kanada untuk menerima pembayaran tersebut. Namun, Ben-Menashe bersikeras dia tidak melakukan pelanggaran hukum karena melobi junta militer Myanmar.

"Ada masalah teknis di sini, tetapi kami akan menyerahkannya kepada pengacara dan OFAC untuk menanganinya," kata dia, sambil menambahkan bahwa pengacaranya telah menghubungi pejabat Kementerian Keuangan AS.

Selanjutnya: YouTube hapus lima saluran TV Myanmar yang dikelola militer

 

Bagikan

Berita Terbaru

Puluhan Juta dari Gerobak Padang yang Berkeliling
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:10 WIB

Puluhan Juta dari Gerobak Padang yang Berkeliling

Menu kuliner Padang jadi kesukaan banyak orang. Usaha Padang keliling pun laris manis. Cuannya bisa sampai puluhan juta loh!

 
 
Ekosistem AI Mengubah Peta Pasar Bisnis Cip Dunia
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:09 WIB

Ekosistem AI Mengubah Peta Pasar Bisnis Cip Dunia

Pesat kemajuan artificial intelligence membuat repot industri ponsel pintar. Mereka harus antre agar sama-sama mendapatkan cip semikonduktor.

 
Jejak Hijau Kampus Indonesia di Peta Dunia
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:09 WIB

Jejak Hijau Kampus Indonesia di Peta Dunia

Kampus-kampus di Indonesia makin serius menerapkan konsep kampus hijau. Mereka kini bersaing dengan kampus berkelanjutan

 
 
Palu Godam dari MSCI
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:08 WIB

Palu Godam dari MSCI

​Banyak investor panik melihat IHSG di Rabu pagi lalu ambruk. Sempat turun 8%, hingga Bursa Efek Indonesia menghentikan perdagangan sementara.

 
Daftar Emiten Buyback Saham Usai Efek MSCI, Sekadar Obat Kuat Hadapi Tekanan Asing
| Minggu, 01 Februari 2026 | 10:35 WIB

Daftar Emiten Buyback Saham Usai Efek MSCI, Sekadar Obat Kuat Hadapi Tekanan Asing

Dalam banyak kasus, amunisi buyback emiten sering kali tak cukup besar untuk menyerap tekanan jual saat volume transaksi sedang tinggi-tingginya.

Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?
| Minggu, 01 Februari 2026 | 08:35 WIB

Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?

Periode distribusi yang dilakoni Glencore berlangsung bersamaan dengan rebound harga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Transparansi Pemilik di Bawah 5%, Kunci Kotak Pandora Dugaan Manipulasi Harga Saham
| Minggu, 01 Februari 2026 | 08:26 WIB

Transparansi Pemilik di Bawah 5%, Kunci Kotak Pandora Dugaan Manipulasi Harga Saham

Transparansi pemegang saham di bawah 5%, titik krusial permasalahan di pasar modal. Kunci kotak pandora yang menjadi perhatian MSCI. 

Strategi Investasi Fajrin Hermansyah, Direktur Sucorinvest Asset Management
| Minggu, 01 Februari 2026 | 07:13 WIB

Strategi Investasi Fajrin Hermansyah, Direktur Sucorinvest Asset Management

Investasi bukan soal siapa tercepat, karena harus ada momentumnya. Jika waktunya dirasa kurang tepat, investor harusnya tak masuk di instrumen itu

Spin-off Unit Syariah Bukan Sekadar Kepatuhan, Struktur Modal BNGA Bakal Lebih Solid
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:58 WIB

Spin-off Unit Syariah Bukan Sekadar Kepatuhan, Struktur Modal BNGA Bakal Lebih Solid

Pemulihan ROE BNGA ke kisaran 12,8% - 13,4% pada 2026–2027 bersifat struktural, bukan semata siklikal.

Diskon Transportasi Belum Cukup Buat Sokong Ekonomi
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:49 WIB

Diskon Transportasi Belum Cukup Buat Sokong Ekonomi

Pemerintah mengusulkan diskon tiket pesawat lebih tinggi dari periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu yang berada di kisaran 13%-16%.

INDEKS BERITA

Terpopuler