Inocycle Technology (INOV) Segera Membangun Tiga Pabrik Anyar

Kamis, 11 Juli 2019 | 06:43 WIB
Inocycle Technology (INOV) Segera Membangun Tiga Pabrik Anyar
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen serat stapel buatan dan industri bukan tenunan (non-woven) PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) menyiapkan langkah ekspansi setelah menggelar penjualan saham perdana, kemarin (10/7). INOV berencana membangun pabrik baru di tiga kota mulai semester II-2019.

INOV saat ini memiliki lima pabrik, berlokasi di Tangerang, Karanganyar, Mojokerto, Semarang dan Banyuasin. Nah, Direktur INOV Suhendra Setiadi mengatakan, ada tiga lokasi potensial, yaitu Makassar, Medan dan Cirebon Kapasitas pabrik kami sudah hampir full, utilitasnya sudah 80%," kata dia, Rabu (10/7). 

INOV memproduksi recycle polyester staple fiber atau serat stapel poliester dari PET (polyethylene terephthalate) botol plastik yang dicacah. Direktur INOV Victor Seng Hyeok Choi menyebut, 75% pendapatan perusahaan berasal dari penjualan serat stapel buatan. Lalu 25% dari produk bukan tenunan. Perusahaan garmen seperti Pan Brothers dan produsen mobil Toyota termasuk dalam konsumen INOV.

Khusus untuk penjualan produk serat stapel buatan, sebanyak 50% diekspor dan 50% lagi dipasarkan di pasar domestik. Amerika menjadi pasar ekspor terbesar, yakni mencakup 40%. Sisanya dikirim ke Eropa, Afrika, Asia dan Australia.

Sementara produk bukan tenunan seluruhnya dijual ke pasar domestik Paling banyak digunakan untuk tekstil, bahan peredam panas mobil, kapas, bantal, selimut, dan jaket, kata Victor.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku, INOV akan membuat aplikasi Plastic Pay, untuk mengumpulkan sampah botol plastik di titik-titik yang disiapkan. Rencananya, aplikasi ini beroperasi kuartal III atau kuartal IV-2019.

Dengan ekspansi, INOV menargetkan pertumbuhan pendapatan 30% jadi Rp 514,31 miliar pada tahun ini. Dari IPO kemarin, INOV mendapat dana Rp 152 miliar. Sebanyak 40% dana ini digunakan untuk membayar sebagian utang.

Lalu sekitar 30% untuk pengembangan bisnis baru yang mendukung ketersediaan pasokan bahan baku. Sedangkan 30% lainnya untuk menambah modal kerja.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Surplus Dagang RI Merosot Tajam, Ada Apa dengan Ekspor Januari?
| Senin, 02 Maret 2026 | 18:08 WIB

Surplus Dagang RI Merosot Tajam, Ada Apa dengan Ekspor Januari?

Nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 tercatat US$ 22,16 miliar & impor US$ 21,20 miliar. Neraca perdagangan mencatat surplus US$ 0,95 miliar.

Free Float Besar Tak Menjamin Bebas Gorengan
| Senin, 02 Maret 2026 | 18:03 WIB

Free Float Besar Tak Menjamin Bebas Gorengan

Dalam pandangan Teguh Hidayat, banyak emiten yang sejak awal IPO memang bukan untuk ekspansi bisnis, melainkan sebagai sarana exit liquidity.

Inflasi Tertinggi 3 Tahun Terakhir, Harga Pangan Melonjak
| Senin, 02 Maret 2026 | 17:52 WIB

Inflasi Tertinggi 3 Tahun Terakhir, Harga Pangan Melonjak

Inflasi Februari 2026 melonjak 4,76%, tertinggi 3 tahun. Harga beras, cabai, telur pemicu utama. Pahami dampaknya pada daya beli Anda.

Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Melesat, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 02 Maret 2026 | 17:35 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Melesat, Cek Rekomendasi Sahamnya

Jika harga minyak terdorong naik signifikan, ekspektasi inflasi bisa kembali menguat dan itu biasanya menjadi katalis positif tambahan bagi emas.

Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan Industri Unggas: Ancaman Oversupply Mengintai
| Senin, 02 Maret 2026 | 12:28 WIB

Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan Industri Unggas: Ancaman Oversupply Mengintai

Analis mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor poultry, dengan proyeksi dinamika supply-demand yang masih solid sepanjang 2026.

Tiga Nama yang Masuk Bursa Calon Pimpinan OJK, Dari Politikus Hingga Ahli Keuangan
| Senin, 02 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tiga Nama yang Masuk Bursa Calon Pimpinan OJK, Dari Politikus Hingga Ahli Keuangan

Hari ini Panitia Seleksi (Pansel) menutup pendaftaran calon pengganti antarwaktu anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK).

Selat Hormuz Tutup Harga Minyak Meletup, Simak Saham-Saham Pilihan Analis
| Senin, 02 Maret 2026 | 11:23 WIB

Selat Hormuz Tutup Harga Minyak Meletup, Simak Saham-Saham Pilihan Analis

Penutupan Selat Hormuz mulai Minggu, 1 Maret 2026 sebagai imbas serangan AS-Israel ke wilayah Iran memicu kenaikan lanjutan harga minyak dunia.

Pilah-Pilih Valas Jagoan Penghasil Cuan Sekaligus Aset Hedging
| Senin, 02 Maret 2026 | 08:10 WIB

Pilah-Pilih Valas Jagoan Penghasil Cuan Sekaligus Aset Hedging

Performa major currencies mengalahkan rupiah hingga Februari ini. Manakah mata uang yang diunggulkan potensi cuannya tahun ini?

Cuan Wangi dari Saham Pengelola Sampah
| Senin, 02 Maret 2026 | 07:33 WIB

Cuan Wangi dari Saham Pengelola Sampah

Danantara dalam waktu dekat mengumumkan pemenang tender pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Investor Asing Agresif di Saham Ritel Jelang Lebaran, MAPI Paling Banyak Dibeli
| Senin, 02 Maret 2026 | 07:15 WIB

Investor Asing Agresif di Saham Ritel Jelang Lebaran, MAPI Paling Banyak Dibeli

Secara historis penjualan emiten ritel di Ramadan dan Idulfitri mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik ketimbang momentum musiman lainnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler