Berita Bisnis

Insentif Pajak Memacu Kredit Kendaraan dan KPR

Selasa, 28 September 2021 | 12:12 WIB
Insentif Pajak Memacu Kredit Kendaraan dan KPR

ILUSTRASI. Costumer Service melayani nasabah di kantor CIMB Niaga Auto Finance Tangerang Selatan, Selasa (22/6). CIMB Niaga Auto Finance mencatatkan kredit kendaraan bermotor per Mei 2021 tumbuh sekitar 13,5%./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/06/2021.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Insentif pajak dari  pemerintah untuk mengangkat konsumsi di pasar otomotif dan properti terbukti efektif. Itu tercermin dari penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang tumbuh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perbankan menilai insentif pajak itu merupakan faktor utama yang mendorong penyaluran KKB dan KPR hingga Agustus 2021. Selain itu,  suku bunga rendah dan pelonggaran loan to value (LTV). yang memungkinkan nasabah membeli kendaraan dan membeli rumah tanpa uang muka juga menjadi pendorong.
 
Keputusan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) properti dan Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) kendaraan roda empat hingga Desember 2021 akan semakin mendorong penyaluran, baik KKB, maupun KPR. 
 
Bank Mandiri Tbk (BMRI),  misalnya, sudah mampu mencetak pembiayaan baru kendaraan roda empat hampir Rp 12 triliun per Agustus 2021 atau meningkat sebesar 23,7% year on year (yoy).
 
EVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo menjelaskan, insentif PPnBM membuat harga kendaraan menjadi lebih murah 10%. "Selain menurunkan harga untuk kendaraan yang masuk syarat, insentif itu juga dijadikan kesempatan untuk merilis diskon buat mobil yang tidak masuk syarat insentif dari pemerintah seperti Pajero. Ini membantu mendorong penjualan," ujar dia pada KONTAN, Senin (27/9).
 
Jika sebelum perpanjangan PPnBM Bank Mandiri hanya menargetkan booking baru KKB tumbuh 18%  yoy, maka sekarang bank itu memasang target pertumbuhan booking baru di atas 40%. 
 
Sementara penyaluran KPR baru Bank Mandiri hingga Agustus 2021 mampu tumbuh 66% yoy.  Booking baru KPR di Bank Mandiri saat ini sudah kembali dari posisi sebelum pandemi Covid-19. 
 
Adapun Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melalui CIMB Niaga Finance (CNAF) mencetak pertumbuhan KKB sebesar 14% yoy per Agustus 2021. Lani Darmawan Direktur Konsumer CIMB Niaga mengatakan, perpanjangan insentif dari pemerintah akan membantu mendorong penjualan kendaraan baru. "Kami berharap KKB bisa tetap tumbuh dua digit sampai akhir tahun," ujar Lani. 
 
Sementara outstanding KPR CIMB Niaga per Agustus 2021 mencapai Rp 37,76 triliun atau tumbuh 7,4% yoy. Dengan pencapaian itu, CIMB Niaga optimistis bisa mencatatkan KPR di atas Rp 38,2 triliun sampai akhir tahun.
 
Bank Central Asia Tbk (BCA) juga menyambut baik keputusan pemerintah memperpanjang insentif PPnBM di segmen otomotif.  Hingga Juni 2021, outstanding KKB perseroan ini masih terkoreksi 13,4% yoy menjadi Rp 36,8 triliun.  
 
EVP Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn menuturkan, di tengah pandemi, salah satu cara yang dilakukan BCA untuk mendorong pertumbuhan kredit otomotif adalah menawarkan bunga murah. "BCA tetap aktif berinovasi dan menghadirkan KKB Virtual Mall dengan bunga 2,77% per tahun untuk tenor  satu tahun," ujar Vera.
 
Sedangkan penyaluran KPR baru BCA hingga Agustus 2021 sebesar Rp 20,5 triliun. Namun, Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman bilang, outstanding KPR belum tumbuh tinggi, karena nilai KPR yang dilunasi juga besar.    


Baca juga