Investasi Keselamatan

Rabu, 03 Desember 2025 | 06:10 WIB
Investasi Keselamatan
[ILUSTRASI. TAJUK - R Cipta Wahyana]
Cipta Wahyana | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kita kembali berduka. Bencana tanah longsor serta banjir besar yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menelan ratusan korban jiwa. Kerugian harta benda juga bisa dipastikan mencapai triliuan rupiah. 

Menilik jumlah korban, peristiwa yang lintas provinsi, pontensi dampak jangka panjang, hingga kemampuan pemerintah daerah menanggulangi, peristiwa ini memenuhi syarat sebagai bencana nasional. 

Perubahan status ini akan mempercepat mobilisasi sumber daya, termasuk anggaran untuk menanggulangi dampak bencana. Yang utama, tentu, demi keselamatan jiwa masyarakat. Masih banyak warga yang hilang dan masih ada peluang untuk diselamatkan. Diperlukan operasi search and rescue besar-besaran oleh Basarnas. 

Yang tak kalah penting adalah respons jangka panjang kita. Bencana banjir bandang Sumatra ini menjadi pengingat yang "mahal" bahwa pemerintah harus lebih serius merancang strategi mitigasi bencana. 

Kita hidup di negeri seribu bencana. Tapi, anehnya kita selalu terjebak dalam lingkaran ini: bencana - tanggap darurat - rehabilitasi - lupa - sampai terjadi bencana lagi. 

Pemerintah paham akan risiko bencana yang sudah masuk kategori struktural ini. Pemerintah juga sudah mencantumkan isu kebencanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) hingga 2045. Ketahanan iklim, penguatan sistem peringatan dini, penataan ruang berbasis risiko, hingga perlindungan daerah aliran sungai (DAS) disinggung. 

Sayangnya, rancangan itu tidak tercermin dalam strategi pembangunan yang berkesinambungan setiap tahunannya. Misalnya, tidak ada alokasi anggaran wajib untuk menanggulangi risiko kebencanaan. Bahkan, dari tahun ke tahun, anggaran justru semakin minim. Padahal, menurut standar global, negeri dengan risiko bencana tinggi seperti Indonesia mesti menyediakan dana penanggulanan bencana 0,05% dari PDB atau sekitar Rp 11 triliun. 

Dengan dana sebesar itu, pemerintah bisa melaksanakan program-program mitigasi bencana sebagai bentuk "investasi keselamatan" masyarakat di masa mendatang. Jadi, bukan cuma menyediakan dana yang hanya cukup untuk keperluan tanggap darurat. 

Terkait bencana di wilayah Sumatra, investasi keselamatan ini dapat berupa penghijauan di hulu sungai (forestasi), normalisasi DAS yang berkelanjutan, dan penegakan aturan tata ruang (terutama wilayah hutan).

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

BEI Ingatkan, Sebanyak 327 Emiten Belum Penuhi Free Float dan Ada 14 Saham HSC
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:47 WIB

BEI Ingatkan, Sebanyak 327 Emiten Belum Penuhi Free Float dan Ada 14 Saham HSC

Ratusan emiten terancam sanksi karena belum penuhi aturan free float. Cari tahu dampaknya pada portofolio Anda sebelum terlambat.

Mendorong Bisnis Anak Usaha Baru, DSSA Menyuntik Dana Jumbo Hingga Rp 8,5 Triliun
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:41 WIB

Mendorong Bisnis Anak Usaha Baru, DSSA Menyuntik Dana Jumbo Hingga Rp 8,5 Triliun

Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menambah modal Rp 8,53 triliun ke anak usaha. Analis sebut dampak netral jangka pendek, tapi ada potensi besar.

Emiten-Emiten Pelat Merah Mulai Terlihat Bergairah
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:34 WIB

Emiten-Emiten Pelat Merah Mulai Terlihat Bergairah

Laba emiten BUMN non bank membaik, namun analis peringatkan risiko reversal. Temukan strategi investasi aman untuk saham BUMN.

Masuk Tiga Indeks ESG Kehati, Indosat Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:26 WIB

Masuk Tiga Indeks ESG Kehati, Indosat Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan

Indosat di 3 Indeks ESG Kehati. Perlindungan data pribadi dan GCG jadi kunci. Pahami mengapa ini penting untuk keberlanjutan investasi.

Booming Saham AI Sedot Dana Asing Termasuk dari RI, Saat Ini Masih di Fase Ekspansi
| Jumat, 10 Juli 2026 | 09:58 WIB

Booming Saham AI Sedot Dana Asing Termasuk dari RI, Saat Ini Masih di Fase Ekspansi

Valuasi saham AI yang sudah sangat mahal membuat, volatilitas akan semakin tinggi dan koreksi sewaktu-waktu bisa terjadi. 

Tekanan Eksternal Masih Kuat, IHSG Bergerak Terbatas
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:54 WIB

Tekanan Eksternal Masih Kuat, IHSG Bergerak Terbatas

IHSG diperkirakan bergerak terbatas, sulit menembus 6.000. Analis beberkan skenario terburuk dan cara mengamankan portofolio Anda.

Usai IPO, PRDL Bdik Laba Dobel Digit, Simak Rencana Bisnisnya
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:50 WIB

Usai IPO, PRDL Bdik Laba Dobel Digit, Simak Rencana Bisnisnya

PRDL melantai di bursa dengan target laba dobel digit. Peluncuran produk baru dan ekspansi jadi strategi utama untuk pertumbuhan. 

IKK Anjlok 3 Bulan Beruntun, Cek Dampaknya ke Saham Barang Konsumsi
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:42 WIB

IKK Anjlok 3 Bulan Beruntun, Cek Dampaknya ke Saham Barang Konsumsi

Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi alarm bagi prospek saham ritel dan barang konsumsi

Kepercayaan Konsumen Terus Melorot, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (10/7)
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:35 WIB

Kepercayaan Konsumen Terus Melorot, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (10/7)

Pelemahan penjualan ritel mengindikasikan konsumsi domestik belum pulih sepenuhnya. Ini sejalan Indels Kepercayaan Konsumen yang terus melorot.

Saham Komoditas Mulai Bangkit, Samuel Sekuritas Jagokan AMMN, ANTM, BUMI, dan TINS
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:35 WIB

Saham Komoditas Mulai Bangkit, Samuel Sekuritas Jagokan AMMN, ANTM, BUMI, dan TINS

Penyesuaian volume produksi dalam RKAB diperkirakan akan memberikan dampak yang beragam ke emiten tambang mineral.

INDEKS BERITA

Terpopuler