Investor Berlayar Ke Perairan yang Lebih Berisiko, Harga Emas Hari Ini Tenggelam

Selasa, 05 November 2019 | 19:35 WIB
Investor Berlayar Ke Perairan yang Lebih Berisiko, Harga Emas Hari Ini Tenggelam
[ILUSTRASI. Emas cair dituangkan ke dalam cetakan emas batangan di Carlin, Newmont Mining, dekat Elko, Nevada, AS, 21 Mei 2014.]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini jatuh gara-gara bursa saham dunia bergairah, dengan dukungan optimisme dari perdagangan Amerika Serikat dan China yang memudarkan kekhawatiran akan resesi.

Mengacu Bloomberg pukul 19.28 WIB, harga emas di pasar spot turun 0,55% menjadi US$ 1.501,42 per ons troi. Sementara emas berjangka AS turun 0,48% ke level US$ 1.503,80.

"Investor emas meninggalkan tempat berlindung yang aman dan berlayar ke perairan yang lebih berisiko," kata Analis Quantitative Commodity Research Peter Fertig kepada Reuters.

Baca Juga: Harga emas masih melemah 0,40% di angka US$ 1.503,74 per ons troi

Bukan hanya penandatanganan kesepakatan dagang AS-China, Fertig mengatakan, sinyal yang jelas dari perbaikan situasi ekonomi bisa menyebabkan harga emas jatuh dan keluar dari kisaran US$ 1.500 per ons troi.

Bursa saham dunia menguat dan kembali mencetak rekor tertinggi seiring harapan AS membatalkan beberapa tarif yang telah mereka kenakan atas impor China. Ini menyalakan kembali optimisme pada prospek perekonomian global.

China berharap, AS menghapus lebih banyak tarif yang mereka berlakukan pada September lalu sebagai bagian dari perjanjian perdagangan fase satu, yang mungkin Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping teken pada bulan ini.

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini turun Rp 5.000

"Jika ekonomi pulih setelah Federal Reserve memperkirakan mungkin tidak ada penurunan suku bunga lebih lanjut tahun depan, itu adalah faktor lain yang membebani emas saat ini," ujar Fertig.

Pekan lalu, The Fed memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya pada tahun ini, tetapi mengisyaratkan tidak akan ada pengurangan lebih lanjut kecuali ekonomi mengambil giliran untuk menjadi lebih buruk.

Bagikan

Berita Terbaru

Kenaikan Biaya Produksi Jegal Daya Saing Industri
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Kenaikan Biaya Produksi Jegal Daya Saing Industri

Daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness 2026 merosot delapan peringkat ke posisi 48 dari 70 negara.

Prospek Bisnis Pelabuhan Tetap Melaju
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Prospek Bisnis Pelabuhan Tetap Melaju

Prospek bisnis operator pelabuhan di Indonesia masih bisa tumbuh seiring kebutuhan distribusi barang dan pengembangan kawasan industri.

Gelar Ekspansi Bisnis, Utang DCII Naik 94%
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:09 WIB

Gelar Ekspansi Bisnis, Utang DCII Naik 94%

.PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan kenaikan utang tahun ini, seiring ekspansi kapasitas pusat data. 

Pendanaan Terus Mengalir tapi Lebih Selektif
| Senin, 26 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Pendanaan Terus Mengalir tapi Lebih Selektif

Meski startup fintech mencatatkan pendanaan jumbo, tetapi jumlah putarannya turun 44% atau hanya 42 transaksi. 

Strategi Dafam (DFAM) untuk Momen Akhir Tahun
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:50 WIB

Strategi Dafam (DFAM) untuk Momen Akhir Tahun

PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) memproyeksikan bisnis lebih ramai pada kuartal IV-2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Mayapada Hospital (SRAJ) Ekspansi Layanan di Tangerang
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:46 WIB

Mayapada Hospital (SRAJ) Ekspansi Layanan di Tangerang

Bidik pasien kanker, PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) memperkuat kapasitas Mayapada Hospital Tangerang

DP 0% Diperpanjang, Penjualan Sepeda Motor Tak Serta Merta Gacor
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:44 WIB

DP 0% Diperpanjang, Penjualan Sepeda Motor Tak Serta Merta Gacor

Kebijakan uang muka atau down payment (DP) minimum 0% untuk kredit kendaraan bermotor diperpanjang hingga akhir 2027.

Gejolak Pasar Ancam Emiten Investasi
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Gejolak Pasar Ancam Emiten Investasi

Akibat gejolak pasar saham, kinerja emiten holding investasi berpotensi baru bisa pulih pada 2027 mendatang

Ketentuan Free Float Bisa Jadi Bumerang
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Ketentuan Free Float Bisa Jadi Bumerang

Potensi delisting mengintai sejumlah emiten jika tidak ada relaksasi ketentuan batas minimum free float

Amunisi RUPTL Baru Emiten EBT
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Amunisi RUPTL Baru Emiten EBT

Mengintip cuan para emiten energi terbarukan (EBT) di tengah rencana penambahan kapasitas pembangkit EBT

INDEKS BERITA

Terpopuler