IUP Pongkor Habis, Antam Mengajukan Perpanjangan Izin Hingga 2031

Kamis, 17 Juni 2021 | 10:00 WIB
IUP Pongkor Habis, Antam Mengajukan Perpanjangan Izin Hingga 2031
[]
Reporter: Muhammad Julian | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam Tbk di tambang Pongkor bakal selesai pada 2021. Perusahaan sedang mengajukan perpanjangan IUP agar bisa diperpanjang sampai dengan tahun 2031 mendatang.

Senior Vice President Corporate Secretary Antam Yulan Kustiyan mengatakan, hingga saat ini ANTM masih terus berupaya mengoptimalkan produksi dari tambang emas yang mereka miliki.

Dia bilang ANTM telah melakukan proses perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) sesuai ketetapan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia. Dengan adanya perpanjangan ini, IUP ANTM di tambang Pongkor akan berlaku hingga 2031 mendatang.

Seperti diketahui, masa berlaku IUP ANTM di tambang Pongkor habis pada tahun ini. "Terkait IUP ANTM di Pongkor, kami telah melakukan proses perpanjangan IUP sesuai ketetapan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia," kata Yulan.

ANTM mengoperasikan dua tambang emas di dalam negeri. Selain Pongkor, mereka mengoperasikan tambang emas Cibaliung, Pandeglang, Banten. Pada tahun 2020, ANTM mencatatkan volume produksi emas dari Tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 1.672 kg (53.756 troy oz). 

Yulan memastikan, ANTM selalu melaksanakan kegiatan operasi sesuai ketentuan dan kaidah penambangan, mulai dari proses penambangan, pengolahan, pengelolaan lingkungan dan reklamasi, serta tanggung jawab sosial.

"ANTM telah menempatkan jaminan reklamasi serta jaminan pasca tambang dan telah di-submit kepada Ditjen Minerba Kementerian ESDM sebagai bentuk komitmen kami dalam pengelolaan lingkungan pertambangan," imbuh Yulan.       

Bagikan

Berita Terbaru

Neraca Dagang Indonesia Defisit Pertama Kali dalam 72 Bulan
| Rabu, 01 Juli 2026 | 15:52 WIB

Neraca Dagang Indonesia Defisit Pertama Kali dalam 72 Bulan

Indonesia catat defisit dagang pertama setelah 72 bulan surplus. Impor migas melonjak drastis, ini alasan Anda perlu tahu dampaknya segera.

Kenaikan Harga Bensin Memicu Inflasi Tahunan Juni 3,34%
| Rabu, 01 Juli 2026 | 13:22 WIB

Kenaikan Harga Bensin Memicu Inflasi Tahunan Juni 3,34%

Secara tahunan atau year on year (YoY), inflasi Juni 2026 tercatat sebesar 3,34%, meningkat dari 3,08% pada Mei 2026.

Transaksi BEI Anjlok Hampir 50% dalam Dua Pekan, Likuiditas Pasar Saham RI Mengering
| Rabu, 01 Juli 2026 | 10:25 WIB

Transaksi BEI Anjlok Hampir 50% dalam Dua Pekan, Likuiditas Pasar Saham RI Mengering

Setelah IHSG mengalami tekanan tajam dalam beberapa kesempatan, tingkat kepercayaan investor ritel ikut menurun.

Ada Lelang Frekuensi, Mitratel (MTEL) Bidik Pertumbuhan Kinerja Pada 2026
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:38 WIB

Ada Lelang Frekuensi, Mitratel (MTEL) Bidik Pertumbuhan Kinerja Pada 2026

Emiten menara telekomunikasi ini memproyeksi, kenaikan pendapatan dan EBITDA tahun 2026 mengikuti pertumbuhan industri menara telekomunikasi.​

Laju Saham Kompas100 Belum Maknyus
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:34 WIB

Laju Saham Kompas100 Belum Maknyus

Saham emiten berkapitalisasi besar atau big caps di Bursa Efek Indonesia jadi pemberat kinerja IDX Kompas100 sejak awal 2026.

Ekspektasi Suku Bunga Masih Tinggi, Mirae Asset Kaji Ulang Target IHSG
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:24 WIB

Ekspektasi Suku Bunga Masih Tinggi, Mirae Asset Kaji Ulang Target IHSG

Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian terpuruk. Mirae Asset Sekuritas berpotensi memangkas target IHSG di 2026. ​

Jalan Terjal Indeks Saham Sektoral
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:18 WIB

Jalan Terjal Indeks Saham Sektoral

Di sepanjang tahun berjalan 2026 atau year to date (YtD), seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja negatif ​

Patriot Bond dan Merah Putih Bond: Perlakuan Super Istimewa dengan Risiko Nyata
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:51 WIB

Patriot Bond dan Merah Putih Bond: Perlakuan Super Istimewa dengan Risiko Nyata

Ketidakpatuhan yang berujung pada peluang memperoleh perlindungan khusus, akan merusak insentif kepatuhan pajak jangka panjang.

Kenaikan Produksi Mendorong Prospek Saham INCO
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:21 WIB

Kenaikan Produksi Mendorong Prospek Saham INCO

Proyek hilirisasi INCO diprediksi dorong laba di 2026. Analis pun memasang rekomendasi beli saham INCO

Rupiah Anjlok Lagi, Mengawali Juli 2026, Simak Prediksi Mata Uang Garuda Hari Ini
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:17 WIB

Rupiah Anjlok Lagi, Mengawali Juli 2026, Simak Prediksi Mata Uang Garuda Hari Ini

Rupiah merosot 0,31% ke Rp 17.907 per dolar AS. Faktor domestik dan arah kebijakan moneter The Fed menjadi penentu pergerakan rupiah. 

INDEKS BERITA

Terpopuler