Jangan Baper Pilpres

Senin, 16 Januari 2023 | 08:00 WIB
Jangan Baper Pilpres
[]
Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendaftaran pencalonan presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan berlangsung Oktober 2023 mendatang. Dihitung sejak sekarang, berarti masih sekitar 10 bulan lagi salah satu tonggak penting pemilihan umum 2024 baru akan berlangsung. Masih lama.

Setelah itu, 14 Februari 2024,   baru rakyat Indonesia akan memilih presiden RI periode 2024-2029 lewat pemilihan presiden (pilpres) secara langsung. Jadi, dihitung sejak saat ini, puncak hajatan lima tahunan negara kita baru akan berlangsung setahun lagi.

Namun, saat ini, Anda yang gemar menyimak kabar lewat media massa maupun media sosial (medsos), mungkin sudah mencium aroma rivalitas politik pilpres yang semakin pekat. Isu-isu yang berkaitan dengan pemilu secara umum maupun pilpres secara khusus pun mulai sering berseliweran terutama di ranah media sosial.

Dari komen-komen yang menganggapi isu-isu di medsos tersebut, kentara bahwa sebagian orang mulai terseret, bahkan hanyut, ke dalam perang jempol. Perkubuan-perkubuan baru mulai terbentuk, menambah semarak perseteruan lama sisa-sisa pilpres 2019 lalu.   

Meski sering dijuluki sebagai pesta demokrasi, sepertinya tidak semua orang menganggapnya sebagai ajang keriangan politik. Dua kali pilpres terakhir seolah mengubah persepsi sebagian orang  bahwa pemilu lebih terasa sebagai ketegangan politik, ketimbang kegembiraan pesta yang ditunggu-tunggu kedatangannya.

Pemilu yang kini terasa menakutkan bagi sebagian orang tak lepas dari strategi kampanye tim sukses para kandidat maupun tiim sorak sukarela masing-masing.

Upaya-upaya memanipulasi sentimen rakyat pemilih dengan cara memupuk kebencian terhadap kubu lawan politik menyisakan polarisasi yang belum usai, meski para kandidat yang pernah bersaing sudah jogedan bareng sembari tertawa di emperan istana.

Pengalaman politik yang datang saban lima tahun sekali telah mengajarkan kepada kita bahwa tidak selayaknya poltik disikapi dengan penuh perasaan. Para politisi saling peluk dan tepis sesuai kepentingan mereka. 

Politisi dan timses juga mestinya bisa menahan syahwat politik sehingga tidak menghalalkan segala cara. Ingat, ketika kelak anggota timses bergilir mendapat imbalan "amanah" jabatan, mungkin masih ada suami-istri yang bermusuhan kebakar strategi kampanye.

Bagikan

Berita Terbaru

Pemangkasan RKAP Batubara Ancam Bisnis Asuransi
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:50 WIB

Pemangkasan RKAP Batubara Ancam Bisnis Asuransi

Wacana pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara bisa ikut berdampak pada perusahaan asuransi

Free Float, Transparansi dan Teori Bikini
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:48 WIB

Free Float, Transparansi dan Teori Bikini

Kepercayaan pasar tak dibangun oleh keterbukaan yang absolut, melainkan oleh keyakinan bahwa pasar dapat diakses dan berfungsi secara konsisten.

Skandal Kredit Menekan Kinerja Keuangan Bank
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:45 WIB

Skandal Kredit Menekan Kinerja Keuangan Bank

Skandal dan fraud tekan bank, likuiditas tergerus; upaya perbaikan kinerja dan pemulihan kepercayaan jadi kunci 2026

Surplus Dagang Januari Kian Menipis
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:40 WIB

Surplus Dagang Januari Kian Menipis

Surplus dagang Indonesia menyusut tajam di Januari 2026, meski tren positif 69 bulan berlanjut.         

Kinerja CMRY 2025 Apik, Simak Dampak ke Harga Sahamnya
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:30 WIB

Kinerja CMRY 2025 Apik, Simak Dampak ke Harga Sahamnya

Pendapatan CMRY meningkat 18,82% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 10,72 triliun pada 2025, dari Rp 9,02 triliun pada tahun sebelumnya.

Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:30 WIB

Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi

Pemerintah siapkan strategi diversifikasi pasokan minyak untuk jaga ekonomi 2026.                        

Dana Asing Pindah ke Aset Aman
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:10 WIB

Dana Asing Pindah ke Aset Aman

IHSG anjlok 2,65% di tengah aksi jual asing Rp 1,3 T dalam dua hari. Ketahui alasan di balik tekanan pasar dan saham yang jadi sasaran investor.

Saham Energi Melesat: Cuan Besar Menanti Investor di Tengah Krisis
| Selasa, 03 Maret 2026 | 02:05 WIB

Saham Energi Melesat: Cuan Besar Menanti Investor di Tengah Krisis

Harga minyak WTI dan Brent meroket lebih dari 7% akibat konflik. Saham energi seperti MEDC dan ENRG ikut melesat, berikan potensi cuan.

Surplus Dagang RI Merosot Tajam, Ada Apa dengan Ekspor Januari?
| Senin, 02 Maret 2026 | 18:08 WIB

Surplus Dagang RI Merosot Tajam, Ada Apa dengan Ekspor Januari?

Nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 tercatat US$ 22,16 miliar & impor US$ 21,20 miliar. Neraca perdagangan mencatat surplus US$ 0,95 miliar.

Free Float Besar Tak Menjamin Bebas Gorengan
| Senin, 02 Maret 2026 | 18:03 WIB

Free Float Besar Tak Menjamin Bebas Gorengan

Dalam pandangan Teguh Hidayat, banyak emiten yang sejak awal IPO memang bukan untuk ekspansi bisnis, melainkan sebagai sarana exit liquidity.

INDEKS BERITA

Terpopuler