Jelang Rapat FOMC, Lelang SUN Sepi Peminat

Rabu, 16 Maret 2022 | 04:40 WIB
Jelang Rapat FOMC, Lelang SUN Sepi Peminat
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah penawaran yang masuk pada lelang Surat Utang Negara (SUN), Selasa (15/3) dalam tren turun. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko DJPPR mencatat: Jumlah penawaran masuk Rp 49,16 triliun.  Jumlah ini turun dibandingkan lelang SUN sebelumnya (1/3) Rp 61,52 triliun.

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, investor di pasar SBN terlihat sangat hati-hati dan memantau seksama perkembangan situasi di Ukraina. 

Pelaku pasar juga wait and see menjelang FOMC meeting Rabu. The Fed diperkirakan menaikkan bunga acuan.  "Investor juga mencermati pernyataan The Fed pasca FOMC meeting terkait gambaran kebijakan The Fed, inflasi dan ekonomi AS. Apalagi saat ini harga komoditas energi tinggi pasca invasi Rusia," ujar Deni, Selasa (15/3). 

Baca Juga: Investor Wait and See, Hasil Lelang SUN Hanya Sentuh Rp 49,16 Triliun

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana menilai, pasar tengah menanti kebijakan The Fed ke depan, antaran berapa kali rencana The Fed menaikkan suku bunga hingga akhir tahun atau besaran lift off yang akan dilakukan The Fed. Alhasil, pelaku pasar memilih untuk menahan diri. 

Pada minggu lalu, pemerintah dua kali melakukan private placement dan membuat permintaan SUN turun. Keputusan bank sentral China tidak menurunkan bunga pinjaman juga membuat pasar berhati-hati. 

"Jika melihat kondisi fundamental Indonesia saat ini, dengan surplus US$ 3,9 miliar, hasil lelang ini sebenarnya kurang baik. Sebab fundamental Indonesia masih baik," kata Fikri. 

Pemerintah sepertinya juga cukup berhati-hati dengan hanya menyerap Rp 17,25 triliun, lebih rendah dari target indikatif sebesar Rp 20 triliun-Rp 30 triliun.

Menurut Fikri, ini karena pemerintah tidak ingin membebani cost of fund mengingat yield diminta para peserta lelang jauh lebih tinggi dibandingkan pasar saat ini. Adapun, rata-rata yield tertimbang pada lelang SUN hari ini secara umum naik 3 - 5 bps apabila dibandingkan level pasar pada penutupan hari sebelumnya. 

Baca Juga: Lelang SUN, Selasa (15/3): Total Penawaran Rp 49,16 Triliun, Diserap Rp 17,25 Triliun

Seri yang menjadi incaran peserta, seri SPN12230303 akan jatuh tempo pada 3 Maret 2023 menjadi seri paling banyak diburu investor dengan jumlah penawaran masuk Rp 17,70 triliun. Seri tenor pendek ini juga menunjukkan jika pasar menanti arah kebijakan bunga Fed. "Ini tak lepas dari posisi peserta yang wait and see menunggu arah kebijakan The Fed. Seri satu tahun ini jadi instrumen paling tidak volatile dan punya risiko jauh lebih terukur di tengah situasi saat ini," kata Fikri.

Bagikan

Berita Terbaru

Pergeseran Tren Properti 2026: Rumah Kecil Laris Manis, Pasar Sewa Jadi Pilihan
| Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:10 WIB

Pergeseran Tren Properti 2026: Rumah Kecil Laris Manis, Pasar Sewa Jadi Pilihan

Di tengah mahalnya harga properti, pasar sewa rumah menjelma menjadi katup penyelamat yang kian diminati.

ETF Jadi Faktor Pendorong Kenaikan Permintaan Emas, Simak Sederet Kelebihannya
| Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:05 WIB

ETF Jadi Faktor Pendorong Kenaikan Permintaan Emas, Simak Sederet Kelebihannya

Pembelian Exchange Traded Fund (ETF emas secara global tumbuh menjadi 801,2 ton pada 2025, terbesarkedua dalam sejarah.

Lonjakan Arus Mudik dan Jalan Tol Baru Bisa Poles Kinerja Jasa Marga (JSMR)
| Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:33 WIB

Lonjakan Arus Mudik dan Jalan Tol Baru Bisa Poles Kinerja Jasa Marga (JSMR)

Jasa Marga bukukan pendapatan Rp 19,8 triliun di 2025, ditopang tol baru.Simak detail performa dan prospek sahamnya di sini.

Berkah Ramadan dan Lebaran, Transaksi Gadai & Penjualan Emas Pegadaian Melonjak Tajam
| Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:05 WIB

Berkah Ramadan dan Lebaran, Transaksi Gadai & Penjualan Emas Pegadaian Melonjak Tajam

Transaksi cicil emas dan tabungan emas di Pegadaian selama Ramadan tetap tumbuh namun lebih lambat dibanding sebelum Ramadan.

Kinerja Positif! Reksadana Pasar Uang Syariah bisa Jadi Pilihan Saat Pasar Bergolak
| Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:00 WIB

Kinerja Positif! Reksadana Pasar Uang Syariah bisa Jadi Pilihan Saat Pasar Bergolak

Strategi investor memarkir dananya di reksadana pasar uang merupakan langkah strategis untuk memitigasi risiko.

Ruang Aman bagi Siapa Saja untuk Curhat Apa Saja
| Sabtu, 21 Maret 2026 | 06:30 WIB

Ruang Aman bagi Siapa Saja untuk Curhat Apa Saja

Kesehatan mental perlu seseorang pantau dan jaga. Pengembang aplikasi journaling dan kesehatan mental ingin menangkap peluang ini.

Nasabah Melejit, Bank Digital Kejar Pengguna Aktif
| Sabtu, 21 Maret 2026 | 06:15 WIB

Nasabah Melejit, Bank Digital Kejar Pengguna Aktif

Kini, bank digital pun mulai fokus meningkatkan aktivitas transaksi, agar nasabah mereka tidak sekadar membuka rekening.​

Perang AS-Iran Memanas, Harga Batubara Sudah Tembus US$ 145 per Ton
| Jumat, 20 Maret 2026 | 22:58 WIB

Perang AS-Iran Memanas, Harga Batubara Sudah Tembus US$ 145 per Ton

Harga batubara di pasar global terus menunjukkan penguatan signifikan di tengah tensi geopolitik di Timur Tengah.

Petinggi Negara di Timur Tengah Bahas Serangan Iran ke Kilang, Harga Minyak Melonjak
| Jumat, 20 Maret 2026 | 22:42 WIB

Petinggi Negara di Timur Tengah Bahas Serangan Iran ke Kilang, Harga Minyak Melonjak

Di sepanjang tahun berjalan 2026, harga minyak WTI sudah melambung 68,73%. Sedangkan harga minyak Brent sudah melejit 80,59%. .​

Transaksi QRIS Melonjak Saat Lebaran, Makin Favorit Dalam Dua Tahun Terakhir
| Jumat, 20 Maret 2026 | 15:00 WIB

Transaksi QRIS Melonjak Saat Lebaran, Makin Favorit Dalam Dua Tahun Terakhir

Jelang Lebaran 2026, transaksi QRIS diprediksi melonjak drastis. GoPay, AstraPay, dan LinkAja ungkap pertumbuhan fantastis. Simak pemicu utamanya!

INDEKS BERITA

Terpopuler