Jonathan Chang Kini Menjadi Pemilik Saham Terbesar Kedua di Alfamart (AMRT)

Jumat, 29 Mei 2020 | 09:00 WIB
Jonathan Chang Kini Menjadi Pemilik Saham Terbesar Kedua di Alfamart (AMRT)
[ILUSTRASI. Warga sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari dan keperluan lebaran di gerai mini market Alfamart, Jakarta Barat, Jumat (15/5/2020). WARTA KOTA/NUR ICHSAN]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komposisi kepemilikan saham emiten pemilik jaringan gerai minimarket Alfamart kini telah berubah.

Hal itu seiring munculnya nama investor individu, yakni Jonathan Chang sebagai pemilik saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Per 26 Mei 2020 Jonathan Chang menguasai 2.545.228.500 lembar saham Alfamart. Jumlah itu setara 6,13% dari modal disetor dan ditempatkan penuh pada AMRT.

Sebagai acuan, per 20 Mei 2020 nama Jonathan Chang belum muncul sebagai investor dengan kepemilikan saham di atas 5%, berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

KONTAN belum dapat mengkonfirmasi sejumlah informasi kepada Jonathan Chang.

Sejauh ini tidak ada informasi lengkap soal identitas dan latar belakang Jonathan Chang.

Ia hanya diketahui berstatus sebagai investor lokal yang beralamat di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Baca Juga: HMSP, AMRT, MIDI, SSIA dan DSNG guyur dividen usai Lebaran, catat jadwal lengkapnya

Yang jelas, seiring masuknya Jonathan Chang, kepemilikan PT Sigmantara Alfindo atas saham AMRT tidak mengalami perubahan.

Pemegang saham pengendali AMRT tersebut masih menguasai 51,52% saham Alfamart.

Dus, besar kemungkinan Jonathan Chang memborong saham AMRT dari tangan investor yang kepemilikan sahamnya minoritas.

Pasalnya, sebelum ia masuk, Sigmantara Alfindo adalah satu-satunya investor di AMRT dengan kepemilikan di atas 5%.

Hal lainnya, pada 26 Mei 2020 tidak ada transaksi besar yang berlangsung atas saham AMRT.

Ramai di negosiasi

Namun, jika data transaksi ditarik dari 24 Maret 2020 hingga 26 Mei 2020, akumulasi transaksi dalam jumlah besar berlangsung di pasar negosiasi.

Total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 202.854.078 lembar senilai Rp 170,5 miliar.

PT UBS Sekuritas Indonesia tercatat sebagai broker perantara transaksi paling besar dalam kurun waktu tersebut.

UBS menjadi broker atas transaksi crossing saham sebanyak 115.541.500. 

Dengan harga rata-rata di Rp 822 per saham, total nilai transaksinya mencapai Rp 95 miliar.

Baca Juga: Sering promo, pengelola jaringan Alfamart untung trilyunan rupiah tahun 2019

Oh ya, 24 Maret 2020 digunakan sebagai patokan lantaran pada tanggal tersebut harga saham AMRT berada di titik paling nadir sejak 25 Mei 2018.

Harga saham AMRT sendiri belakangan sudah naik cukup banyak.

Dari 24 Maret 2020 hingga 28 Mei 2020 harga sahamnya sudah melonjak 45,60% ke level Rp 910 per saham.

Bagikan

Berita Terbaru

Waspadai Tren Bearish Lanjutan Saham WIFI, Masih Dominan Tekanan Jual dibanding Beli
| Senin, 26 Januari 2026 | 18:22 WIB

Waspadai Tren Bearish Lanjutan Saham WIFI, Masih Dominan Tekanan Jual dibanding Beli

Fundamental WIFI yang diuntungkan oleh basis biaya yang lebih rendah, capex Rp 750 ribu/koneksi rumah di bawah rata-rata industri Rp 1,5 juta.

Menimbang Saham Tambang Logam yang Harganya Terbang
| Senin, 26 Januari 2026 | 14:45 WIB

Menimbang Saham Tambang Logam yang Harganya Terbang

Saham tambang logam di bursa melanjutkan reli. Kenaikannya masih menarik bagi investor. Saham-sahamnya masih menarik dik

Ekspansi Hulu Gas Indonesia Bisa Lebih Semarak Saat Investasi Global Diramal Landai
| Senin, 26 Januari 2026 | 09:35 WIB

Ekspansi Hulu Gas Indonesia Bisa Lebih Semarak Saat Investasi Global Diramal Landai

Lesunya transaksi merger dan akuisisi global tak lepas dari volatilitas harga minyak yang cenderung bearish sepanjang 2025.

Mari Menghitung Kinerja Saham Grup Konglomerasi
| Senin, 26 Januari 2026 | 09:29 WIB

Mari Menghitung Kinerja Saham Grup Konglomerasi

Konglomerat mempunyai pendanaan yang relatif kuat serta bagi yang sudah mengucurkan penambahan modal kerja atau investasi perlu dicermati

Risiko Setor Surplus BI Sebelum Audit
| Senin, 26 Januari 2026 | 08:38 WIB

Risiko Setor Surplus BI Sebelum Audit

Ekonom memproyeksikan surplus BI akan meningkat pada 2025 sebelum kembali menurun pada 2026         

Tak Berkutik, Pajak Bisa Blokir Layanan Publik
| Senin, 26 Januari 2026 | 08:29 WIB

Tak Berkutik, Pajak Bisa Blokir Layanan Publik

Ditjen Pajak bisa memblokir penunggak pajak dengan utang minimal Rp 100 juta                        

Ada Wacana Penerapan Layer Cukai Baru, Wismilak (WIIM) Disebut Paling Diuntungkan
| Senin, 26 Januari 2026 | 08:26 WIB

Ada Wacana Penerapan Layer Cukai Baru, Wismilak (WIIM) Disebut Paling Diuntungkan

Penambahan layer cukai agar pelaku usaha dapat bertransformasi menjadi legal tanpa tekanan biaya yang terlalu berat.

Lonjakan Harga Emas Meniup Angin Segar ke Arah Emiten, Saham Boy Thohir Paling Cuan
| Senin, 26 Januari 2026 | 08:12 WIB

Lonjakan Harga Emas Meniup Angin Segar ke Arah Emiten, Saham Boy Thohir Paling Cuan

Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter membuat tren harga emas global masih cenderung uptrend.

Menghitung Dampak Rencana Pemangkasan Komisi dan Asuransi Terhadap Kinerja GOTO
| Senin, 26 Januari 2026 | 07:50 WIB

Menghitung Dampak Rencana Pemangkasan Komisi dan Asuransi Terhadap Kinerja GOTO

Teradang rencana aturan baru, harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terjerembap 11,76% dalam sepekan.​

Jadi Price Anchor, Harga Pasar Saham SGRO Berpotensi Mendekati Harga Tender Offer
| Senin, 26 Januari 2026 | 07:10 WIB

Jadi Price Anchor, Harga Pasar Saham SGRO Berpotensi Mendekati Harga Tender Offer

Kehadiran Posco turut berpotensi memberikan akses pendanaan yang lebih kompetitif untuk mendukung ekspansi agresif SGRO ke depan.

INDEKS BERITA

Terpopuler