Jumlah Perusahaan Penerima Tax Holiday Bertambah Tiga

Senin, 18 Maret 2019 | 07:30 WIB
Jumlah Perusahaan Penerima Tax Holiday Bertambah Tiga
[]
Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Jumlah penerima insentif tax holiday bertambah di awal tahun ini. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, ada tiga wajib pajak (WP) badan usaha yang mendapatkan insentif tax holiday di awal tahun. Jumlah perusahaan penerima fasilitas libur pajak penghasilan (PPh) pun kini menjadi 12 perusahaan.

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Husen Maulana menjelaskan, sistem online single submission (OSS) merekam enam pengajuan tax holiday. "Sebanyak tiga perusahaan sudah disetujui, dan tiga perusahaan masih dalam proses klarifikasi oleh kantor pajak (Direktorat Jenderal Pajak)," ungkap Husen, Kamis (14/3).

Dari tiga perusahaan penerima tax holiday, sebanyak dua perusahaan bergerak di bidang usaha pembangkit listrik tenaga uap. Satu perusahaan lain bergerak di bidang usaha industri pembuatan logam dasar bukan besi. Total nilai investasi yang direncanakan ketiga perusahaan mencapai Rp 20,2 triliun.

Namun, Husen belum bisa menjelaskan periode tax holiday masing-masing perusahaan. Menurut dia, semua data itu ada di kantor pajak.

Husen menambahkan, sebenarnya ada delapan perusahaan yang tertarik mendapatkan fasilitas tax holiday dengan total rencana investasi sebesar Rp 45 triliun. Enam perusahaan dari delapan perusahaan tersebut sudah melakukan permohonan melalui sistem OSS dan kini diproses di Ditjen Pajak.

Lalu, dua perusahaan mengajukan tax holiday secara khusus lantaran bidang usaha perusahaan tersebut tidak tercantum di Pasal 5 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 150/2018. Namun, perusahaan tersebut menganggap bidang usahanya dapat dikategorikan sebagai pioner. "Tapi, karena (berkas) permohonan belum lengkap dan benar, permohonan sudah dikembalikan by system," terang Husen.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama belum bisa mengkonfirmasi hal ini. Saya harus check dulu, ujar Hestu, Sabtu (16/3).

Namun, Hestu memastikan setelah berkas para permohonan tax holiday dinyatakan sudah memenuhi kriteria oleh BKPM, maka Ditjen Pajak hanya membutuhkan 5 hari kerja untuk memprosesnya. Menurut Hestu, bila industri tersebut memenuhi kriteria seperti aturan yang ada, maka wajib pajak tersebut pasti akan mendapatkan fasilitas tax holiday.

Catatan Kementerian Keuangan per akhir 2018, sebanyak 12 perusahaan menerima tax holiday. Total investasi mencapai Rp 210,8 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 10.587 orang. Sebanyak empat perusahaan bergerak di bidang ketenagalistrikan, satu di industri kimia dasar organik, serta tujuh di industri logam dasar hulu.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler