KAEF Incar Pendanaan Rp 2 Triliun

Rabu, 27 Maret 2019 | 08:27 WIB
KAEF Incar Pendanaan Rp 2 Triliun
[]
Reporter: Yoliawan H | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencari dana segar mulai jelas. Emiten pelat merah ini berniat merilis surat utang untuk mendanai operasi bisnisnya tahun ini.

Direktur Keuangan KAEF Suharta Wijaya mengatakan, perusahaan ini berniat merilis obligasi dan medium term notes (MTN). "Nilainya sekitar 50% dari capex," ujar dia, Selasa (26/3).

Asal tahu saja, KAEF menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 4,2 triliun tahun ini. Dengan asumsi tersebut, berarti perusahaan mengincar dana sekitar Rp 2 triliun dari penerbitan obligasi dan MTN.

Rencananya, aksi korporasi tersebut bakal mulai diproses memasuki kuartal kedua. "Setelah pemilu akan kami luncurkan," imbuh Suharta.

Dana capex bukan hanya untuk memenuhi operasional bisnis. Capex perusahaan juga sudah termasuk dana akuisisi PT Phapros Tbk (PEHA).

KAEF akan membeli 476,9 miliar atau setara 56,77% saham PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dalam PEHA. Perjanjian jual belinya telah diteken pada 13 Februari lalu.

Nilai akuisisinya diperkirakan antara Rp 1 triliun–Rp 1,5 triliun. Proses akuisisi diharapkan bisa tuntas dalam waktu dekat.

KAEF sejatinya masih memiliki standby loan dari sejumlah bank. Namun, perusahaan ingin pendanaan yang lebih murah selain pinjaman bank. Ini mengapa KAEF memilih penerbitan obligasi dan MTN.

Selain itu, KAEF mempertimbangkan mencari dana dari pasar modal. "Ada arah untuk menerbitkan rights issue juga," kata Suharta.

Namun, prosesnya butuh waktu lebih panjang. Suharta belum merinci kapan rencana ini dieksekusi. "Yang pasti setelah holding farmasi," imbuh dia.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan bahwa pendanaan total Rp 4,2 triliun belum menjadi isu. Dengan fundamental yang dimiliki, KAEF mampu mencari pendanaan eksternal. Namun, pendanaan dari instrumen utang terbatas. "DER maksimal untuk KAEF dua kali," kata Chris.

Sementara debt to equity ratio (DER) saat ini sudah mulai mendekati batas aman rasio tersebut.

Bagikan

Berita Terbaru

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:16 WIB

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS

Setelah transaksi, kepemilikan MDKA di EMAS bertambah jadi 9,43 miliar saham dari sebelumnya 9,33 miliar saham.

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik

Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp700 miliar

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan

Makna hakiki dari sebuah kemerdekaan adalah bukan sekedar kemerdekaan untuk negara saja tetapi bagi setiap warga negaranya.

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua

LTLS terus berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan dari lini bisnis food ingredients dan air bersiih

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:08 WIB

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi

Kendati rebound seusai pidato Presiden Prabowo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengalami perubahan tren bullish.

Risiko Pinjam Dahulu
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Risiko Pinjam Dahulu

Gaya pembiayaan anyar pemerintah untuk pembiayaaan KDKMP maupun MBG aman dari sisi APBN, tapi berisiko bikin buntung pihak lain.

Strategi Keluar dari Saham GOTO Saat Harga Semakin Loyo
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:57 WIB

Strategi Keluar dari Saham GOTO Saat Harga Semakin Loyo

Penjual yang butuh exit cepat dari saham GOTO terpaksa harus menerima diskon signifikan dari harga Rp 50.​

Sentimen Global Membaik, Rupiah Berhasil Rebound Sepekan Ini
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Sentimen Global Membaik, Rupiah Berhasil Rebound Sepekan Ini

Penguatan rupiah dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve.

Pekerjaan Rumah Tata Kelola LKM
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 04:55 WIB

Pekerjaan Rumah Tata Kelola LKM

Hingga paruh pertama 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ada enam LKM yang dicabut izinnya terkait kendala tata kelola.

Pengguna Kripto Naik Tapi Transaksi Anjlok 34%, Pasar Kripto Berubah?
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Pengguna Kripto Naik Tapi Transaksi Anjlok 34%, Pasar Kripto Berubah?

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna kripto mencapai 22,69 juta pada akhir semester I-2026, melejit 43,17% YoY.

INDEKS BERITA

Terpopuler