Kasus Robot Trading Aset Kripto Fahrenheit, Bareskrim: Tersangka HS Sudah Kami Tahan

Selasa, 22 Maret 2022 | 16:19 WIB
Kasus Robot Trading Aset Kripto Fahrenheit, Bareskrim: Tersangka HS Sudah Kami Tahan
[ILUSTRASI. ilustrasi Investasi Bodong; kejahatan keuangan; penipuan; borgol; palu hakim. Foto Dok Shutterstock]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri telah meringkus tersangka HS, Direktur PT FSP Akademi Pro, penjual robot trading dengan nama Fahrenheit.

Kombes Pol. Makmun Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri menyatakan tersangka ditangkap di Jakarta pada hari Senin (21/3) kemarin pukul 13.00 WIB. "Kini anggota (Bareskrim) masih melakukan penggeledahan," ujar Makmun kepada KONTAN, Selasa (22/3).

Merujuk Akta Notaris Yan Armin S.H., No.57 tanggal 8 Juli 2021, disebutkan bahwa Hendry Susanto (HS) lahir tanggal 27 Juli 1984 di Surabaya. Hendry, dalam dokumen tersebut, tercatat sebagai Direktur PT FSP Akademi Pro.

Hendry berdomisili di Apartemen Menara Latumenten, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta.

Merujuk data Kementerian Hukum dan HAM, terdapat nama lain yakni Tjoeng Rudy, yang menjabat sebagai Komisaris PT FSP Akademi Pro. Tjoeng tercatat lahir di Jakarta pada tanggal 31 Juli 1967 dan berdomisili di Jl Mangga Besar Jakarta.

Kabar penangkapan HS, sebelumnya beredar di grup media sosial nasabah. KONTAN mendapat informasi ini, dari Oktavianus Setiawan, pengacara 800 nasabah Fahrenheit dari Kantor Pengacara Stefanus & Rekan. Dari jumlah klien Oktavinus saja, sudah terkumpul jumlah kerugian sebesar Rp 750 miliar.

Adapun dari penelusuran KONTAN sebelumnya, jumlah korban Fahrenhiet diperkirakan lebih dari 40.000 orang di seluruh Indonesia, dengan total kerugian lebih dari Rp 10 triliun.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku robot trading aplikasi Fahrenheit. Ketiga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial D, IL, dan DB.

Direktur Kriminal Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Auliansyah Lubis mengatakan, ketiga pelaku memiliki peran berbeda-beda. "Perannya ada yang mengajak, ada yang admin, dan satu lagi itu pengelola website-nya," kata Auliansyah saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/3).

Pihak kepolisian menyatakan baru mendata, namun dana yang dikelola oleh Fahrenheit memang sangat besar. Setidaknya ada 55 laporan yang diterima dan lebih dari 100 orang mengadukan soal dugaan investasi bodong itu ke polisi. "Sudah ada 55 laporan polisi, untuk pengaduannya mungkin 100 orang lebih sudah ada," kata Auliansyah.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mendapatkan sejumlah laporan soal penipuan berkedok robot trading aplikasi Fahrenheit. Sejumlah korban melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim, termasuk aktor Chris Ryan.

Chris mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan tindak pidana penipuan yang dialaminya melalui platform Fahrenheit pada Selasa (15/3).

Pihak Fahrenheit diduga sengaja menghilangkan uang yang dimasukkan para anggota aplikasi. Menurut Chris, uang yang hilang secara total mencapai Rp 5 triliun.

"Mereka dengan sengaja selama satu jam me-margin-call-kan, me-loss-kan, semua investasi hilang dan itu diduga sampai Rp 5 triliun (dari keseluruhan korban)," ucap Chris Ryan saat ditemui di Bareskrim Polri.

Chris Ryan mengungkapkan alasannya bermain robot trading Fahrenheit. Ia mengaku melihat peluang pemasukan tambahan untuk memenuhi kebutuhan di tengah pandemi Covid-19.

Triliun dana nasabah

Beberapa waktu sebelumnya, Davidson Samosir dari kantor hukum Samosir & Co selaku kuasa hukum sejumlah korban menyatakan, persoalan ini berawal pada Juli 2021, saat PT FSP Pro Akademi yang dikelola Hendry Susanto menawarkan Fahrenheit dengan skema multi level marketing (MLM).

Robot trading Fahrenheit hanya bisa dipakai di broker bernama Lotus International LLC, dengan Lotus Global Buana sebagai perwakilannya.

Fahrenheit menyatakan dana nasabah ditempatkan di aset bitcoin dan ethereum, dengan janji imbal hasil 30% per bulan. Paket investasi Fahrenheit ditawarkan dalam beragam paket. Mulai dari  US$ 500, hingga paket jumbo US$ 50.000.

"Saat menyetorkan dana, kurs dipatok Rp 15.000 per dollar AS. Sedangkan untuk withdrawal dipatok Rp 13.000 per dollar AS," tutur Davidson kepada KONTAN, Jumat (11/3). Alhasil, untuk paket terkecil, nasabah harus menyetorkan dana Rp 7,5 juta kepada exchanger.

Menurut Daniel, salah satu investor Fahrenheit, masalah muncul ketika Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga dan Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) membekukan  penjualan expert advisor atau robot trading tak berizin, semisal PT DNA Pro Akademi pada 28 Januari 2022.

Pada saat yang sama, aktivitas Fahrenheit, baik trading, top up dan withdrawal, terhenti. Vakum selama lebih dari sebulan, aktivitas trading akhirnya dibuka di awal Maret. Tapi anehnya tidak ada pembatasan kerugian trading dan aktivitas Fahrenheit tidak seperti biasanya. 

Akibatnya, dalam hitungan jam dana nasabah amblas. "Saat itu, chart perdagangan aset kripto di Fahrenheit berbeda dengan chart perdagangan kripto di tempat lain. Nasabah mencurigai chart itu fake," tutur Daniel yang berinvestasi senilai US$ 169.000.

Hendra, investor Fahrenheit yang berinvestasi US$ 5.000, menyatakan, aneka perizinan yang dimiliki robot trading ini tak membuatnya menaruh curiga. "Ada juga izin dari AP2LI, sehingga kami percaya bisnis MLM mereka sah," ujarnya.

Hendra juga menyesalkan, kenapa baru tahun 2022 ini robot trading diberangus. Padahal robot trading sudah merebak sejak tahun 2019. Kini, kasus ini telah dilaporkan ke polisi dengan nomor LP/B/0115/III/2022/SPKT/Bareskrim dengan terlapor Hendry, FSP Pro Akademi dan Lotus Global Buana.

Bagikan

Berita Terbaru

DBS Rekomendasikan Diversifikasi Portofolio, Tambah Saham EM dan Emas
| Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

DBS Rekomendasikan Diversifikasi Portofolio, Tambah Saham EM dan Emas

DBS melihat adanya pergeseran preferensi investor dari aset berbasis AS yang dinilai sudah terlalu padat menuju kawasan lain, terutama Asia.

Dividen PGAS Dipertanyakan, Manajemen Tetap Percaya Diri
| Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Dividen PGAS Dipertanyakan, Manajemen Tetap Percaya Diri

J.P. Morgan dan UBS sama-sama melihat adanya tekanan terhadap kinerja keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ke depan.

Emiten Rokok 2026 di Persimpangan: Margin Membaik, Risiko Regulasi Mengintai
| Selasa, 24 Maret 2026 | 09:00 WIB

Emiten Rokok 2026 di Persimpangan: Margin Membaik, Risiko Regulasi Mengintai

Emiten rokok di satu sisi mendapat angin segar dari tak adanya kenaikan cukai, namun di sisi lain dibayangi risiko regulasi kadar tar dan nikotin.

Di Tengah Tekanan Minyak, Prospek Discretionary 2026 Masih Tarik Ulur
| Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB

Di Tengah Tekanan Minyak, Prospek Discretionary 2026 Masih Tarik Ulur

Analis menilai kenaikan harga minyak berisiko menekan konsumsi, termasuk kalangan di segmen menengah-atas.

Lonjakan Laba BUKA Sarat Faktor Non Operasional
| Selasa, 24 Maret 2026 | 07:00 WIB

Lonjakan Laba BUKA Sarat Faktor Non Operasional

Analis memperkirakan BUKA akan mulai mencatatkan adjusted EBITDA positif Rp 124 miliar di 2026 dan terus meningkat hingga Rp 230 miliar di 2027.

CORE Indonesia: Perang Iran VS Israel-AS Berpotensi Gerus Ekspor Indonesia
| Selasa, 24 Maret 2026 | 04:00 WIB

CORE Indonesia: Perang Iran VS Israel-AS Berpotensi Gerus Ekspor Indonesia

Indonesia mengekspor produk-produknya ke Uni Arab Emirat (UAE), Arab Saudi, Qatar, Oman, Irak, Iran, Kuwait, dan Bahrain.

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun
| Senin, 23 Maret 2026 | 17:27 WIB

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun

Harga emas turun lebih dari 10% minggu lalu. Ini adalah penurunan mingguan tercuram sejak Februari 1983.

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku
| Senin, 23 Maret 2026 | 15:00 WIB

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksikan masih akan melanjutkan tren kinerja keuangan yang solid di tahun ini.

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:50 WIB

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN

Pemerintah berencana memperluas cakupan MBG hingga 83 juta penerima pada Mei 2026, naik signifikan dibandingkan 55 juta penerima di Januari 2026.

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:27 WIB

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump

Goldman Sachs dan JP Morgan proyeksikan harga Brent bisa tembus US$100. Ketahui pemicu kenaikan dan dampaknya pada pasar energi global.

INDEKS BERITA

Terpopuler