Kebakaran Hutan dan Lahan Ancam Pasokan Pangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang luasnya telah menembus 107.000 hektare hingga awal Agustus 2026 mulai menambah risiko bagi ketahanan pangan nasional. Kerusakan lahan pertanian dan terganggunya aktivitas produksi di wilayah terdampak berpotensi menekan pasokan pangan sekaligus memicu kenaikan harga.
Peneliti CORE Indonesia Eliza Mardian mengatakan, karhutla menambah tekanan terhadap ketahanan pangan melalui sejumlah saluran, mulai dari kerusakan lahan pertanian hingga gangguan distribusi. "Semakin luas lahan produktif yang terbakar, semakin besar pula risiko terganggunya produksi pada periode berikutnya," jelas dia, Senin (10/8).
Baca Juga: Awas Potensi Kebakaran Lahan Bisa Meluas
