PSAB Mulai Rajin Bagi Dividen, Sudah Layak Jadi Dividend Stock?

Rabu, 09 September 2026 | 07:16 WIB
PSAB Mulai Rajin Bagi Dividen, Sudah Layak Jadi Dividend Stock?
[ILUSTRASI. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) (Dok/PSAB)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pertambangan emas dan logam mulia, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mulai menunjukkan perubahan menarik dalam kebijakan dividennya.

Setelah hampir 17 tahun tak membagikan dividen tunai, emiten ini terpantau telah dua kali membagikan dividen dalam waktu setahun.

Pembagian pertama tahun ini dilakukan pada Juni 2026, PSAB membagikan dividen tunai dari tahun buku 2025 sebesar Rp 105 per saham. Selanjutnya, pada September 2026, PSAB kembali membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 30 per saham.

Dari aksi pembagian dividen yang sudah dilakukan PSAB, sepanjang setahun terakhir ini, pemegang saham PSAB telah menerima total dividen sebesar Rp 135 per saham.

Asal tahu saja, PSAB terakhir kali membagikan dividen pada November 2009 alias 17 tahun lalu. Saat itu dividen yang dibagikan hanya sekitar Rp 1,36 per saham.

Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai, perubahan yang terjadi pada PSAB memang cukup signifikan. Menurut dia, perbaikan profitabilitas perusahaan saat ini bukan sekadar peningkatan kinerja secara bertahap, melainkan mengarah pada perubahan struktural.

Baca Juga: PSAB Menebar Dividen Interim Rp 793,8 Miliar

“Ini bukan incremental improvement, ini structural shift dalam profitabilitas company,” ujar Wafi kepada KONTAN, Selasa (8/9).

Kembalinya PSAB ke jajaran emiten pembagi dividen tak lepas dari perbaikan kinerja operasional perusahaan, yang turut ditopang oleh tingginya harga emas dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi walau begitu, Wafi menilai terlalu dini untuk langsung memberikan label PSAB sebagai dividend stock. Sebab, konsistensi menjadi salah satu syarat penting bagi sebuah saham untuk dapat dikategorikan sebagai saham dividen.

Wafi menjelaskan bahwa sebuah dividend stock idealnya memiliki rekam jejak pembagian dividen yang konsisten setidaknya selama tiga hingga lima tahun berturut-turut.

Dividend stock biasanya butuh track record consistency minimal 3-5 tahun berturut-turut,” imbuhnya.

Sementara dalam kasus PSAB, perseroan baru lakukan dua kali pembagian dividen dalam rentang sekitar satu tahun. Hal ini pun berarti bahwa investor masih perlu melihat apakah kebijakan tersebut dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

Tak hanya itu, keberlanjutan dividen PSAB juga masih sangat berkaitan dengan pergerakan harga emas.

Wafi tidak menampik bahwa memang salah satu pendorong utama lonjakan profitabilitas PSAB saat ini adalah harga emas yang berada di level tinggi. Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan tambang emas melalui peningkatan margin dan operating leverage.

Sebagai gambaran saja, harga emas spot saat ini turun 0,4% menjadi US$ 4.410,55 per ons troi dan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,5% menjadi Us$ 4.456,40 per ons troi per Senin (7/9).

Pada semester I-2026, harga emas sempat mengalami tekanan dan koreksi tajam sebesar 14,3% di akhir kuartal II-2026. Tetapi, memasuki paruh kedua 2026, terutama pada Juli hingga Agustus 2026, harga emas mulai bangkit kembali.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

TOWR Memacu Ekspansi Bisnis Infrastruktur Digital
| Rabu, 09 September 2026 | 08:02 WIB

TOWR Memacu Ekspansi Bisnis Infrastruktur Digital

TOWR akan mengembangkan bisnis menara, jaringan fiber optik, konektivitas, energi hingga layanan terkelola.

IHSG Berpeluang Melanjutkan Tren Positif
| Rabu, 09 September 2026 | 08:00 WIB

IHSG Berpeluang Melanjutkan Tren Positif

Pasar mencermati arah kebijakan moneter The Fed, inflasi Amerika Serikat (AS), pergerakan imbal hasil US Treasury, serta kenaikan harga minyak

Lautan Luas (LTLS) Mencari Mesin Pertumbuhan Baru
| Rabu, 09 September 2026 | 07:54 WIB

Lautan Luas (LTLS) Mencari Mesin Pertumbuhan Baru

Strategi PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memperkuat bisnis kimia dan merancang pertumbuhan baru dari lini farmasi.

Saham BUMI Rally 17,7% di Awal September, Analis Wanti-Wanti Risiko Koreksi
| Rabu, 09 September 2026 | 07:38 WIB

Saham BUMI Rally 17,7% di Awal September, Analis Wanti-Wanti Risiko Koreksi

Kombinasi bisnis pertambangan emas hasil akuisisi dan segmen batubara menjadi penopang prospek PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Ekonomi Masih Tak Pasti, Emiten Kakap Tahan Ekspansi
| Rabu, 09 September 2026 | 07:31 WIB

Ekonomi Masih Tak Pasti, Emiten Kakap Tahan Ekspansi

Kondisi ekonomi yang masih lesu menyebabkan emiten masih menahan belanja modal atau capital expenditure (capex).​

Cari Pendanaan, MBMA Disebut Bakal Masuk ke Bursa Hong Kong
| Rabu, 09 September 2026 | 07:23 WIB

Cari Pendanaan, MBMA Disebut Bakal Masuk ke Bursa Hong Kong

Jika rencana ini terealisasi, MBMA akan menyusul sejumlah perusahaan tambang asal Indonesia lain yang mulai melirik pasar modal Hong Kong.

RAJA Tuntaskan Akuisisi Saham Layar Nusantara Gas
| Rabu, 09 September 2026 | 07:18 WIB

RAJA Tuntaskan Akuisisi Saham Layar Nusantara Gas

Transaksi ini didasarkan pada penandatanganan Akta Jual Beli Saham dengan Genting LNG Pte. Ltd yang telah dilakukan pada 29 April 2026.​

Saham TINS Diprediksi Lanjut Menguat, Ini Katalis dan Target Harganya
| Rabu, 09 September 2026 | 07:18 WIB

Saham TINS Diprediksi Lanjut Menguat, Ini Katalis dan Target Harganya

Harga timah masih bertahan di level tinggi sampai saat ini karena kombinasi faktor pasokan dan permintaan.

PSAB Mulai Rajin Bagi Dividen, Sudah Layak Jadi Dividend Stock?
| Rabu, 09 September 2026 | 07:16 WIB

PSAB Mulai Rajin Bagi Dividen, Sudah Layak Jadi Dividend Stock?

Setelah hampir 17 tahun tak membagikan dividen tunai, PSAB terpantau telah dua kali membagikan dividen dalam waktu setahun.

Geliat Data Center Memacu Bisnis Emiten EBT
| Rabu, 09 September 2026 | 07:13 WIB

Geliat Data Center Memacu Bisnis Emiten EBT

Emiten di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) membidik permintaan baru dari industri data center.

INDEKS BERITA

Terpopuler