Berita Bisnis

Kebanjiran Proyek Laptop Sekolah Rp 17 triliun, Produsen Lokal Tambah Produksi

Selasa, 27 Juli 2021 | 06:00 WIB
Kebanjiran Proyek Laptop Sekolah Rp 17 triliun, Produsen Lokal Tambah Produksi

Reporter: Azis Husaini, Dimas Andi | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Produsen komputer jinjing (laptop) lokal ketiban berkah dari proyek pengadaan laptop pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat total anggaran pengadaan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencapai Rp 17 triliun hingga tahun 2024. 

Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, M. Samsuri mengatakan, saat ini kegiatan belanja produk TIK di sektor pendidikan difokuskan untuk mendorong digitalisasi sekolah sebagai upaya mewujudkan infrastruktur kelas dan sekolah masa depan.
 
Tercatat, kebutuhan belanja fasilitas TIK di sektor pendidikan hingga 2024 berdasarkan proyeksi Kemendikbudristek sebesar Rp 17 triliun.
 
Untuk tahun ini, total belanja TIK sektor pendidikan senilai Rp 3,7 triliun dengan perincian Rp 1,3 triliun (189.165 laptop) dari anggaran Kemendikbudristek dan Rp 2,4 triliun (242.565 laptop) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan tahun 2021.
 
“Anggaran tersebut untuk pengadaan laptop produksi dalam negeri dengan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 25%,” kata Samsuri, Jumat (23/7).
Saat ini terdapat enam produsen laptop dalam negeri yang terlibat dalam proyek pengadaan laptop di sektor pendidikan (lihat tabel).
 
Presiden Direktur PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) Timothy Siddik mengungkapkan, pihaknya bersyukur ada proyek pengadaan laptop dari pemerintah. "Kami sudah mendapatkan order 165.000 unit, nanti bisa sampai 317.000 unit sampai akhir tahun," ungkap dia, dalam konfrensi pers virtual, kemarin.
 
Lebih lanjut, Timothy mengemukakan pasar laptop di Tanah Air mencapai 3,5 juta unit, dan produsen lokal hanya menguasai 5%. Adapun 95% dikuasai laptop impor. Saat ini kapasitas produksi laptop merek Zyrex itu mencapai 430.000 unit per tahun. "Kami ekspansi dari 4 line perakitan menjadi 8 line perakitan," kata dia.
 
Produsen laptop merek Advan juga ketiban berkah dan sudah mendapatkan order 20.000 unit laptop. "Kami berharap bisa menjual hingga 70.000 unit laptop tahun ini untuk pendidikan. Adapun harganya di bawah Rp 4 juta per unit," kata Chandra Tansri, CEO PT Bangga Teknologi Indonesia (Advan), kemarin.
 
Saat ini produk Chromebook Advan memiliki TKDN sebesar 25,93% di luar Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Pabrik Advan berada di Semarang Jawa Tengah. "Kami memiliki 6 line produksi saat ini," imbuh Chandra.
 
Michael Sugiarto, Direktur Utama PT Tera Data Indonusa, pemilik merek Axioo menyebutkan, Axioo siap menyediakan produk laptop sesuai program pemerintah. Saat ini produk Axioo sudah memenuhi persyaratan pengadaan produk laptop pemerintah dengan sertifikasi TKDN dan BMP lebih dari 40%.
 
"Produk Axioo Chromebook memperoleh TKDN+BMP sebesar 43,64%, sementara MyBook series (Notebook) sebesar 43,25%," kata dia.        


Baca juga