Kebijakan Tarif Asuransi Mobil Listrik oleh OJK, Dinilai Timpang

Kamis, 22 Juni 2023 | 16:12 WIB
Kebijakan Tarif Asuransi Mobil Listrik oleh OJK, Dinilai Timpang
[ILUSTRASI. Foto udara kendaraan melintas di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (20/4/2023). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono terkait keleluasaan bagi para pemain asuransi untuk mengenakan tarif asuransi yang rendah terhadap mobil listrik, menuai kritikan. Hal tersebut dinilai pengamat tidak sesuai dengan prinsip asuransi dan manajemen risiko.

Pengamat asuransi, Irvan Raharjo, menyatakan bahwa seharusnya tarif tersebut minimal sama dengan tarif asuransi kendaraan bermotor vide POJK No.2/POJK.05 /2015 jo SE OJK No.6/SE.OJK.O5/2017 tentang Tarif Premi Lini Usaha Harta Benda dan Kendaraan Bermotor. Dalam aturan tersebut, minimal besaran tarif yakni sebesar 3%, tanpa potongan harga.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Indonesia dan Singapura Saling Membutuhkan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Indonesia dan Singapura Saling Membutuhkan

Dalam hubungan bilateral dan pergaulan di kawasan, Indonesia dan Singapura sebenarnya saling bergantung dalam beberapa hal

Asing Bottom Fishing di Saham CPIN: Sinyal Rebound atau Sekadar Jebakan Value Trap?
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Asing Bottom Fishing di Saham CPIN: Sinyal Rebound atau Sekadar Jebakan Value Trap?

Valuasi yang lebih murah belum tentu menjadi katalis positif jika realisasi kinerja tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.

Rupiah Nyaris Tembus Rekor Terlemah, Ekonom Sebut BI Mulai Kehabisan Nafas
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rekor Terlemah, Ekonom Sebut BI Mulai Kehabisan Nafas

Otot rupiah yang terus mengendur hingga nyaris menuju 18.200 per dolar AS terhantam sentimen domestik dan global sekaligus 

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Kamis (29/10)
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Kamis (29/10)

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (28/10).

Pemerintah Selektif, Penyerapan Lelang SUN Seret
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Pemerintah Selektif, Penyerapan Lelang SUN Seret

 Penyerapan Surat Utang Negara (SUN) melalui lelang pada akhir Oktober 2026 lesu. Tekanan tecermin dalam lelang SUN pada 27 Oktober 2026.

Pengangguran Turun
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:03 WIB

Pengangguran Turun

Kenaikan jumlah pekerja belum tentu berbanding lurus dengan terciptanya kesejahteraan secara stabil.

Divestasi Bisnis Menjadi Penopang Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Divestasi Bisnis Menjadi Penopang Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terangkat divestasi dan volume penjualan di tengah tekanan biaya bahan baku

Biaya Dana Multifinance Makin Tertekan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Biaya Dana Multifinance Makin Tertekan

Kondisi ini berpotensi mendongkrak kupon obligasi korporasi dan biaya pinjaman bank, sehingga perusahaan pembiayaan perlu lebih selektif.

Berancang-ancang Menyambut TKDN EV 60% di Tahun Depan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Berancang-ancang Menyambut TKDN EV 60% di Tahun Depan

Peningkatan TKDN menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat industri kendaraan listrik nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,

Pembiayaan Produktif Pindar Masih Seret
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Pembiayaan Produktif Pindar Masih Seret

OJK mencatat, outstanding pembiayaan produktif pindar mencapai Rp 35,25 triliun per Juli 2026, dari total pembiayaan industri Rp 105,63 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler