Kecerdasan Buatan Menggantikan Dokter?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dok, saya sudah bertanya ke AI semalam. Katanya kemungkinan hanya asam lambung. Kalimat itu diucapkan seorang pasien yang datang ke instalasi gawat darurat setelah dua hari mengalami nyeri dada. Ia tidak segera mencari pertolongan medis karena lebih dulu berkonsultasi dengan aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Jawaban AI membuatnya yakin bahwa keluhannya hanya gangguan lambung. Namun, setelah diperiksa di rumah sakit, dokter memastikan ia mengalami sindrom koroner akut yang membutuhkan penanganan segera. Beberapa jam keterlambatan saja dapat berakibat fatal.
Pengalaman tersebut bukan lagi kasus yang langka. Semakin banyak pasien datang membawa hasil percakapan dengan AI sebelum berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. AI telah menjadi "dokter pertama" bagi sebagian masyarakat karena mampu menjawab pertanyaan dengan cepat, mudah dipahami, dan tersedia kapan saja.
