Kelas Menengah Susut & Ruang Fiskal Sempit, Reformasi Subsidi Energi Jalan di Tempat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menghadapi ruang fiskal yang kian sempit untuk mengelola subsidi dan kompensasi energi. Di satu sisi, kenaikan anggaran subsidi akibat perubahan asumsi harga minyak mentah membebani APBN. Di sisi lain, pelemahan daya beli dan menyusutnya jumlah kelas menengah membuat pemerintah belum memiliki ruang untuk memangkas subsidi energi secara agresif.
Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun ini terancam meningkat seiring perubahan asumsi makro, terutama harga minyak mentah. "Subsidi dan kompensasi energi kita tahun ini terpaksa melonjak. Dari sebelumnya sekitar Rp 380 triliun, ada tambahan sekitar Rp 80 triliun hingga Rp 100 triliun akibat perubahan asumsi harga minyak dari US$ 70 menjadi US$ 100 per barel. Meskipun sekarang tekanannya mulai berkurang karena harga minyak Brent berada di kisaran US $80 per barel, bahkan sempat turun ke sekitar US$ 70 per barel," ucap dia dalam acara Kompas.com Talks: Reformasi Subsidi Energi, Selasa (21/7).
