Ketika Bursa Saham Dianggap Kasino
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian asal Bangladesh, menilai bahwa krisis keuangan global 2008 meledak gara-gara para investor maupun trader di pasar modal mengubah bursa saham menjadi kasino, tempat berjudi. Mungkin pernyataan Yunus kini lebih tepat menggambarkan kondisi bursa saham di China.
Perkembangan bursa saham China (Shanghai dan Shen Zhen) memang fantastis. Kini ada 200 juta akun trading di China, bandingkan dengan Indonesia yang hanya sekitar 530.000. Nah, sembilan puluh persen dari akun trading di China dimiliki oleh investor ritel.
