Kelas Menengah Tergerus, Pajak Ikut Tergusur
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya tahan kelas menengah Indonesia kian tergerus. Mandiri Institute mencatat jumlah kelas menengah kembali menyusut pada 2025, seiring tekanan daya beli dan perlambatan konsumsi rumah tangga.
Jumlah kelas menengah turun dari 47,9 juta orang pada 2024 menjadi 46,7 juta orang pada 2025, atau berkurang sekitar 1,1 juta orang. Penurunan ini lebih tajam dibandingkan 2024 yang menyusut 0,4 juta orang. Dengan porsi sekitar 16,6% dari total penduduk, kontraksi kelas menengah bukan sekadar isu sosial, tetapi mulai menjelma menjadi risiko makro dan fiskal.
